Ramen adalah Mie Kuah a la Jepang, Apa Saja Jenisnya?


Ramen adalah mie yang bentuknya lebih tipis dan biasanya dimakan dengan guyuran kuah kaldu. Apa saja variasi yang bisa Anda nikmati?

(0)
11 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Raman adalah mie khas Jepang yang bisa disajikan dengan beragam toppingRamen adalah hidangan mie khas Jepang dengan berbagai variasi menu
Ramen adalah salah satu makanan Jepang yang banyak diminati orang Indonesia. Anda mungkin salah satunya. Nah, tahukah Anda apa saja beda mie asal Negeri Sakura ini dari jenis mie yang lain?Meski dikenal sebagai makanan yang berasal dari Jepang, ramen sebetulnya merupakan 'selewengan' dari kata la mien yang dalam bahasa Tiongkok berarti 'mie yang ditarik'. Istilah ini mengacu pada proses pembuatan ramen yang menggunakan adonan tepung terigu, lalu ditarik, baru kemudian dipotong.

Ramen adalah mie Jepang dengan beragam penyajian ini

Dibanding mie jenis lain, ramen memiliki bentuk yang lebih tipis. Ramen pun biasanya dihidangkan dengan guyuran kuah kaldu beragam rasa, seperti shoyu dan miso serta dicampur berbagai sayuran seperti tauge dan rumput laut.Anda bisa menikmati ramen di restoran yang menyajikan hidangan Jepang atau membelinya dalam bentuk instan. Apapun pilihan Anda, pastikan tidak mengonsumsinya terlalu banyak, karena ramen minim nutrisi tapi tinggi kalori.
Miso ramen disajikan dengan kuah kental
Mengingat ramen adalah kuliner yang sangat populer, ada banyak sekali varian rasa yang bisa Anda cicipi. Mie ramen pun memiliki variasi bentuk dan cara mengolah, hingga bumbu serta kuah yang digunakan untuk memperkaya cita rasa ramen itu sendiri.Meskipun demikian, rasa pada ramen biasanya mengikuti pakem rasa tradisional ala Jepang, seperti:

1. Shoyu ramen

Shoyu ramen adalah jenis ramen yang paling umum dijumpai di berbagai restoran Jepang. Ramen ini memiliki kaldu berwarna cokelat hasil rebusan daging ditambah berbagai jenis sayuran serta memiliki cita rasa yang gurih khas kecap asin, tapi terasa cukup ringan di lidah.Shoyu ramen biasanya dibuat dari mie keriting dan disajikan bersama daun bawang, ikan, nori (rumput laut Jepang), telur rebus, dan tauge. Beberapa restoran yang memodifikasi resep ramen ini juga menggunakan lada hitam dan minyak cabai.

2. Shio ramen

Shio ramen adalah salah satu jenis ramen tertua. Rasa ramen ini mirip dengan shoyu ramen karena sama-sama menggunakan kuah hasil rebusan daging dan sayuran. Namun shio ramen disajikan tanpa kecap asin, melainkan dibumbui garam sehingga warna kaldunya kekuningan.

3. Miso ramen

Jika Anda menyukai kuah ramen yang lebih kental seperti kari, miso ramen adalah pilihan yang tepat untuk menghangatkan tenggorokan. Miso sendiri ialah salah satu jenis bahan masakan Jepang berbentuk pasta serta terbuat dari campuran fermentasi kedelai yang direbus dengan garam sehingga cita rasanya lebih kaya dan kompleks.

4. Tonkutsu ramen

Tonkotsu ramen adalah jenis ramen yang secara tradisional terbuat dari rebusan tulang dan lemak babi sehingga kaldunya berwarna putih keruh dan kental. Ciri khas lain dari ramen ini ialah waktu perebusan yang lama, bahkan hingga 20 jam, demi mendapatkan rasa kaldu enak, kental, dan gurih.

Kalori dan kandungan nutrisi pada ramen

Dari segi bahan baku dan proses pengolahan, ramen sebetulnya tidak jauh berbeda dibanding mie pada umumnya. Mereka pun dijual dalam bentuk instan dan memiliki kandungan nutrisi yang sangat minim, tapi tinggi akan kalori.Kalori dan nutrisi di setiap ramen instan mungkin berbeda-beda yang bisa Anda lihat di balik kemasan ramen itu sendiri. Pada umumnya, satu bungkus ramen instan mengandung sekitar 371 kalori atau setara dengan kalori yang Anda bakar ketika bersepeda sejauh 11 kilometer dengan kecepatan sedang.
Ternyata, ramen minim nutrisi meski tinggi kalori
Beberapa ramen juga diperkaya dengan zat besi dan vitamin B fortifikasi untuk menambah kandungan gizi di dalamnya. Namun di luar itu, makanan ini tidak mengandung nilai gizi lain, termasuk nutrisi penting yang sebaiknya ada pada makanan, seperti protein, serat, vitamin C, kalsium, magnesium, maupun kalium.Sisi negatif lain dari makan ramen instan adalah kandungan garam di dalamnya yang sangat tinggi. Kadar garam ini dapat membuat perut seperti kembung dan retensi air sehingga Anda akan cepat merasa lapar lagi dan berujung pada kenaikan berat badan.Lain halnya jika Anda makan ramen non-instan yang memang secara tradisional harus disajikan dengan tambahan protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, atau daging bebek. Ramen tradisional juga diperkaya dengan sayuran yang melimpah, seperti tauge dan nori.

Catatan dari SehatQ

Untuk mengurangi rasa bersalah saat makan ramen, cobalah tambahkan juga sayuran serta sumber protein seperti telur atau daging ayam yang dipotong dadu.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kandungan nutrisi dari makanan yang Anda santap, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan dietdiet sehatbahaya mie instan
Universitas Sumatera Utara. http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/10895/142203056.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Diakses pada 26 November 2020
Livestrong. https://www.livestrong.com/article/309928-how-many-calories-are-burned-riding-a-bike-seven-miles/
Diakses pada 26 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ramen-noodles
Diakses pada 26 November 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/cheap-ramen-noodle-makeover-2507664
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait