Rambut Rontok saat Hamil? Kenali Penyebab dan Solusinya!


Rambut rontok saat hamil kerap dihubungkan dengan masalah hormon yang meningkat, hingga kekurangan zat besi. Rambut rontok pada ibu hamil biasanya terjadi hingga bulan-bulan awal setelah melahirkan.

0,0
19 Mar 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rambut rontok saat hamil disebabkan perubahan hormon dan kekurangan zat besiRambut rontok saat hamil dapat disebabkan oleh banyak hal
Rambut rontok saat hamil merupakan salah satu keluhan ibu hamil yang bisa dijumpai. Meski demikian, kondisi ini cukup sering, yakni sekitar 40 hingga 50 persen ibu hamil.Sebenarnya, berkat meningkatnya hormon estrogen sewaktu hamil, sudah lumrah jika rambut wanita menjadi lebih tebal dan berkilau.Sayangnya, ada juga wanita yang mengalami rambut rontok pada ibu hamil atau di bulan-bulan awal setelah melahirkan.Pada dasarnya, atau setelah melahirkan tergolong normal dan bisa dipengaruhi oleh hormon, stres, atau kondisi medis dari kehamilan.Simak dulu penyebab dan solusi mengatasi rambut rontok saat hamil atau setelah melahirkan berikut ini.

Normalkah kondisi rambut rontok saat hamil?

Rambut rontok dialami sebanyak 40 hingga 50% ibu hamil
Rambut rontok dialami sebanyak 40 hingga 50% ibu hamil
Sebenarnya, sekitar 90% dari rambut kita yang akan tumbuh pada satu waktu, sedangkan 10% sisanya memasuki fase istirahat.Setiap dua atau tiga bulan sekali, rambut yang sedang istirahat ini akan gugur dan rambut baru akan tumbuh menggantikan.Kerontokan rambut saat hamil biasanya terjadi pada saat hamil 1 hingga 5 bulan.Selain itu, sebenarnya, rambut rontok justru terjadi pasca melahirkan. Selama hamil, jumlah rambut yang memasuki fase istirahat mengalami peningkatan, dan ini merupakan bagian yang normal dalam siklus pertumbuhan rambut.Kerontokan rambut saat hamil sebenarnya tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tak akan sampai menimbulkan kebotakan permanen. Rambut rontok saat hamil akan berhenti dengan sendirinya 3 - 4 bulan pasca melahirkan. 

Penyebab rambut rontok saat hamil

Masalah pada tiroid mampu menyebabkan rambut rontok saat hamil
Masalah pada tiroid mampu menyebabkan rambut rontok saat hamil
Baik pria maupun wanita akan mengalami kerontokan rambut sebanyak 50-100 helai per harinya.Selama kehamilan, hormon estrogen akan memperlambat siklus alami kerontokan folikel rambut.Otomatis, wanita hamil umumnya akan jarang mengalami rontok rambut saat hamil, kecuali beberapa kasus yang diakibatkan oleh faktor-faktor berikut:

1. Perubahan hormon

Telogen effluvium adalah kondisi yang menyerang sejumlah kecil wanita hamil dimana rambut kian menipis dan rontok akibat stres atau syok.Trimester pertama kelahiran bisa menyebabkan stres pada tubuh karena perubahan hormon secara dramatis.Stres bisa mengakibatkan hingga lebih dari 30% rambut rontok saat hamil karena tiba-tiba memasuki fase “istirahat”.Alih-alih kehilangan 100 helai rambut, Anda bahkan bisa kehilangan hingga 300 helai rambut per hari.Anda juga tidak akan langsung merasakan penipisan rambut secara langsung, melainkan setelah sekitar 2-4 bulan.Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lebih dari 6 bulan dan tidak bersifat permanenNamun, rambut rontok parah saat hamil bisa juga terjadi akibat meningkatnya hormon progesteron. Hormon ini membuat rambut lebih kering. Jadi rambut pun rentan rontok atau patah.

2. Masalah kesehatan

Rambut rontok pada ibu hamil bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan yang terkait hormon dan kekurangan vitamin penting sehingga kondisi kulit kepala dan rambut memasuki masa “istirahat” telogen effluvium seperti yang dijelaskan sebelumnya.

3. Masalah tiroid

Tiroid adalah kelainan pada kelenjar yang terletak pada bagian leher depan. Masalah tiroid yang terjadi selama kehamilan, misalnya kelebihan (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), umumnya akan sulit dideteksi.Hingga 2-3 orang dari 100 wanita bisa mengidap hipotiroid dan menyebabkan gejala rambut rontok, termasuk juga kram otot, sembelit, dan kelelahan.Tidak hanya hipotiroid, hipertiroid pun juga mampu menyebabkan rambut rontok pada ibu hamil. Hal ini pun dipaparkan pada riset terbitan Molecular Biology of the Cell.Satu di antara 120 wanita juga akan mungkin mengalami masalah tiroid pasca melahirkan. Untuk memastikan masalah pada tiroid, tes darah biasanya akan dilakukan oleh dokter.

4. Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan rambut rontok saat hamil karena berimbas pada jumlah sel darah merah yang berfungsi mengantar oksigen ke organ-organ tubuh.Selain rambut rontok, Anda juga mungkin mengalami kelelahan, detak jantung tidak normal, sulit bernapas, dan sering sakit kepala.Vitamin atau suplemen zat besi sering menjadi tambahan rutin untuk ibu hamil demi menjaga kebutuhan asupannya.Masalah rambut rontok yang satu ini tidak bersifat permanen, dan biasanya akan normal kembali setelah melahirkan.

Mengobati rambut rontok saat hamil

Rata-rata masalah rambut rontok ketika hamil tidak bersifat permanen dan tidak membutuhkan perawatan spesial.Namun, bila ini mampu membuat Anda tidak nyaman, inilah cara mengatasi rambut rontok saat hamil yang bisa Anda lakukan:

1. Pilih sampo yang cocok

Pilih shampoo dan kondisioner yang mengandung biotin untuk mengurangi rambut rontok
Pilih shampoo dan kondisioner yang mengandung biotin untuk mengurangi rambut rontok
Pakai sampo, kondisioner, atau produk perawatan rambut yang tidak membuat kulit kepala iritasi.Bila perlu, Anda bisa memilih produk dengan kandungan silika dan biotin. Keduanya terbukti aman untuk ibu hamil dan cocok untuk rambut rontok.

2. Jangan menyisir rambut saat basah

Saat rambut belum kering, kondisinya relatif rapuh. Bila Anda menyisirnya, rambut akan lebih mudah rontok, apalagi jika menggunakan sisir bergigi rapat. Untuk itu, sisir rambut dengan memakai jari.

3. Kurangi mengikat rambut

Ikat rambut mampu menyebabkan kerontokan
Ikat rambut mampu menyebabkan kerontokan
Baik ikat setengah, cepol, atau jenis ikatan rambut lainnya, hal ini membuat rambut tertarik sehingga rentan mengalami kerontokan.

4. Kurangi penggunaan penata rambut dengan pemanas

Menggunakan hair dryer atau catokan memang membuat rambut terlihat lebih tertata. Namun, panas pada alat tersebut cenderung membuat rambut gampang rontok. Bila Anda ingin tetap menggunakannya, gunakan dengan suhu yang paling rendah.

5. Penuhi asupan sayur dan buah

Rambut rontok saat hamil bisa berkurang dengan konsumsi sayur dan buah
Rambut rontok saat hamil bisa berkurang dengan konsumsi sayur dan buah
Kedua jenis makanan ini kaya antioksidan serta flavonoid. Folikel rambut pun terlindungi dengan kedua kandungan tersebut. Oleh karena itu, rambut pun tidak mudah rontok.Buah dan sayur yang kaya akan antioksidan dan flavonoid adalah:
  • Stroberi
  • Brokoli
  • Bayam
  • Tomat.

6. Konsumsi suplemen

Vitamin ibu hamil maupun suplemen lainnya membantu melengkapi kekurangan nutrisi ibu hamil yang menyebabkan rambut rontok pada ibu hamil. Biasanya, suplemen yang baik untuk mengatasi rambut rontok saat hamil adalah:
  • Biotin
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Seng.
Jika dirasakan perlu, dokter bisa memberi resep obat supaya pertumbuhan rambut bisa normal sedia kala, tetapi Anda wajib memastikan terlebih dahulu karena obat-obatan ini belum tentu cocok untuk dipakai selama kehamilan.Jika rambut rontok saat hamil menjadi pertanda masalah tiroid atau kekurangan zat besi, dokter juga akan memberikan obat-obatan khusus untuk menormalkan kadar tubuh yang bisa membantu masalah rambut rontok.

Catatan dari SehatQ

Rambut rontok saat hamil memang bukan keluhan yang lazim. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya.Sebaiknya, Anda juga bisa memulai menjalani pola hidup sehat agar kehamilan sehat tercapai sehingga mengurangi risiko rambut rontok pada ibu hamil.Konsultasikan dengan dokter kulit, dokter gizi, dan dokter kandungan Anda untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.Anda juga bisa tanyakan langsung pada dokter secara gratis di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
rambut rontokrambut rontok saat hamilnutrisi ibu hamilhamilkehamilanmasalah kehamilanmakanan untuk hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-loss-in-pregnancy#takeaway
Diakses pada Oktober 2018
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/hair-loss-during-pregnancy/
Diakses pada Maret 2019
Molecular Biology of the Cell. http://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4454174/
Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait