Rambut Rontok saat Hamil? Kenali Penyebab dan Solusinya!

Penyebab rambut rontok saat hamil adalah perubahan hormon dan kekurangan zat besi
Rambut rontok saat hamil dapat disebabkan oleh banyak hal

Berkat meningkatnya hormon estrogen sewaktu hamil, sudah lumrah jika rambut wanita menjadi tumbuh tebal dan berkilau. Sayangnya, ada juga wanita yang mengalami rambut rontok saat hamil atau di bulan-bulan awal setelah melahirkan.

Pada dasarnya, rambut rontok saat hamil atau setelah melahirkan tergolong normal dan bisa dipengaruhi oleh hormon, stres, atau kondisi medis dari kehamilan. Simak dulu penyebab dan solusi mengatasi rambut rontok saat hamil atau setelah melahirkan berikut ini.

Normalkah Kondisi Rambut Rontok Saat Hamil?

Sebenarnya, sekitar 90% dari rambut kita yang akan tumbuh pada satu waktu, sedangkan 10% sisanya memasuki fase istirahat. Setiap dua atau tiga bulan sekali, rambut yang sedang istirahat ini akan gugur dan rambut baru akan tumbuh menggantikan.

Kerontokan rambut saat hamil biasanya justru terjadi pasca melahirkan. Selama hamil, jumlah rambut yang memasuki fase istirahat mengalami peningkatan, dan ini merupakan bagian yang normal dalam siklus pertumbuhan rambut.

Kondisi ini sebenarnya tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tak akan sampai menimbulkan kebotakan permanen. Rambut rontok saat hamil akan berhenti dengan sendirinya 3 - 4 bulan pasca melahirkan. 

Penyebab Rambut Rontok saat Hamil

Baik pria maupun wanita akan mengalami kerontokan rambut sebanyak 50-100 helai per harinya. Selama kehamilan, hormon estrogen akan memperlambat siklus alami kerontokan folikel rambut. Otomatis, wanita hamil umumnya akan jarang mengalami rontok rambut saat hamil - kecuali beberapa kasus yang diakibatkan oleh faktor-faktor berikut:

1. Perubahan Hormon

Telogen effluvium adalah kondisi yang menyerang sejumlah kecil wanita hamil dimana rambut kian menipis dan rontok akibat stres atau syok.

Trimester pertama kelahiran bisa menyebabkan stres pada tubuh karena perubahan hormon secara dramatis. Stres bisa mengakibatkan hingga lebih dari 30% rambut rontok saat hamil karena tiba-tiba memasuki fase “istirahat”. Alih-alih kehilangan 100 helai rambut, Anda bahkan bisa kehilangan hingga 300 helai rambut per hari.

Anda juga tidak akan langsung merasakan penipisan rambut secara langsung, melainkan setelah sekitar 2-4 bulan. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lebih dari 6 bulan dan tidak bersifat permanen

2. Masalah Kesehatan

Rambut rontok saat hamil bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan yang terkait hormon dan vitamin penting, sehingga kondisi kulit kepala dan rambut memasuki masa “istirahat” telogen effluvium seperti yang dijelaskan sebelumnya.

3. Masalah Tiroid

Tiroid adalah kelainan pada kelenjar yang terletak pada bagian leher depan. Masalah tiroid yang terjadi selama kehamilan, misalnya kelebihan (hipertiroid) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), umumnya akan sulit dideteksi.

Hingga 2-3 orang dari 100 wanita bisa mengidap hipotiroid dan menyebabkan gejala rambut rontok saat hamil, termasuk juga kram otot, sembelit, dan kelelahan. 1 di antara 120 wanita juga akan mungkin mengalami masalah tiroid pasca melahirkan. Untuk memastikan masalah pada tiroid, tes darah biasanya akan dilakukan oleh dokter.

4. Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan rambut rontok saat hamil karena berimbas pada jumlah sel darah merah yang berfungsi mengantar oksigen ke organ-organ tubuh. Selain rambut rontok saat hamil, Anda juga mungkin mengalami kelelahan, detak jantung tidak normal, sulit bernapas, dan sering sakit kepala.

Vitamin atau suplemen zat besi sering menjadi tambahan rutin untuk ibu hamil demi menjaga kebutuhan asupannya. Masalah rambut rontok yang satu ini tidak bersifat permanen, dan biasanya akan normal kembali setelah melahirkan.

Mengobati Rambut Rontok saat Hamil

Rata-rata masalah rambut rontok saat hamil tidak bersifat permanen dan tidak membutuhkan perawatan spesial. Jika dirasakan perlu, dokter bisa memberi resep obat supaya pertumbuhan rambut bisa normal sedia kala, tetapi Anda wajib memastikan terlebih dahulu karena obat-obatan ini belum tentu cocok untuk dipakai selama kehamilan.

Jika rambut rontok saat hamil menjadi pertanda masalah tiroid atau kekurangan zat besi, dokter juga akan memberikan obat-obatan khusus untuk menormalkan kadar tubuh yang bisa membantu masalah rambut rontok saat hamil.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-loss-in-pregnancy#takeaway
Diakses pada Oktober 2018

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/hair-loss-during-pregnancy/
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed