Kutu kemaluan adalah salah satu penyebab rambut kemaluan gatal dan ruam kemerahan, hingga iritasi
Rambut kemaluan gatal memang terasa mengganggu. Cek dulu apakah penyebabnya adalah kutu kemaluan

Sebentar-sebentar gatal, sebentar-sebentar ingin menggaruk. Pasti rasanya tidak nyaman ketika rambut kemaluan gatal.

Penyebab utamanya bisa jadi kutu kemaluan yang dalam bahasa kedokterannya disebut Pthirus pubis. Selain rasa gatal, gejala lainnya adalah iritasi kulit. Tapi tenang saja, ketika seseorang memiliki kutu kemaluan, bukan berarti ia jorok atau tidak higienis.

Faktor paling umum yang bisa menularkan kutu kelamin adalah aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, menggunakan handuk atau kasur yang sama juga bisa jadi pemicu.

Gejala Rambut Kemaluan Gatal Akibat Kutu

Tentu tak ada orang yang ingin merasakan rambut kemaluan gatal akibat kutu. Lebih jauh lagi, tak kalah penting juga untuk tahu gejala ketika hal ini terjadi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Rambut kemaluan gatal terutama di malam hari
  • Ruam dan kemerahan
  • Terlihat serbuk berwarna hitam di celana dalam
  • Iritasi karena digaruk dengan intens

Apa Itu Kutu Kemaluan?

Sebenarnya, kutu kemaluan bisa dilihat tanpa harus menggunakan mikroskop. Ukurannya sekitar 2 milimeter. Warnanya abu kecoklatan. Bagian punggungnya lebar dan serupa capit kepiting.

Tak hanya di area genital atau kemaluan dan anus, kutu ini juga bisa hinggap di area rambut lainnya. Misalnya kumis, alis, bulu ketiak, bulu mata, hingga rambut.

Kutu ini bisa hidup dengan siklus 1 hingga 3 bulan. Kutu betina bisa menelurkan 300 telur sepanjang hidupnya. Setiap telur bisa menetas dalam waktu 6-10 hari.

Mengatasi Rambut Kemaluan Gatal

Pengobatan untuk rambut kemaluan gatal banyak tersedia di pasaran. Selain menggunakan losion atau obat dengan resep dokter, banyak hal lain yang juga perlu dilakukan, yaitu:

  • Mencuci handuk dan seprai dari kutu dengan air panas.
  • Menjemur handuk dan seprai setidaknya selama 2 hari.
  • Menggunakan sampo pembunuh kutu selama 7-10 hari.
  • Hindari melakukan kontak seksual sampai kutu benar-benar hilang.
  • Tidak tidur bersama orang yang belum terinfeksi kutu kelamin.
  • Memeriksakan adakah kutu kelamin pada pasangan seksual Anda.

Salah satu faktor utama penularan kutu kelamin adalah kontak seksual. Meskipun menggunakan kondom, kutu kelamin tetap bisa berpindah inang dari satu manusia ke lainnya.

Penting pula untuk diingat bahwa kutu memang bisa terlepas dari manusia selama 24 jam. Meski demikian, kutu akan tetap mencari inang karena sumber makanannya dari darah manusia.

Pada banyak kasus, satu kali siklus pengobatan cukup efektif mengatasi rambut kemaluan gatal akibat kutu. Memang telurnya masih bisa tertinggal namun dapat hilang dengan sendirinya.

Untuk mengatasi masalah kutu kelamin dengan lebih menyeluruh, konsultasikan dengan dokter spesialis.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/173681.php
Diakses 5 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pubic-lice-crabs/symptoms-causes/syc-20350300
Diakses 5 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pubic-lice/
Diakses 5 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed