Ragam Teknik Komunikasi Terapeutik untuk Mendukung Kesembuhan Pasien


Komunikasi terapeutik adalah interaksi tatap muka yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pasien. Teknik komunikasi ini meliputi mendengarkan, memberikan penghargaan, hingga konfrontasi.

(0)
15 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu bentuk komunikasi terapeutik adalah mendengarkan keluhan pasienKomunikasi terapeutik perlu dilakukan perawat untuk mendukung kesembuhan pasien
Komunikasi terapeutik adalah proses interaksi tatap muka yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pasien. Metode ini umumnya dilakukan oleh perawat untuk memberikan dukungan dan informasi kepada para pasiennya. Komunikasi terapeutik terdiri dari sejumlah teknik untuk membantu para perawat dalam berkomunikasi dengan pasien.

Tujuan komunikasi terapeutik

Dengan menggunakan komunikasi terapeutik, seorang perawat idealnya dapat lebih mudah memahami dan berempati kepada pasien. Berikut adalah tujuan penggunaan komunikasi terapeutik.
  • Membangun hubungan terapeutik perawat dan pasien.
  • Mengidentifikasi kekhawatiran yang menjadi perhatian utama pasien.
  • Menilai persepsi pasien ketika ada masalah terkait dengan kondisinya, termasuk persepsi pasien mengenai tindakan dari orang-orang yang terlibat, serta bagaimana perasaan pasien tentang situasi, orang lain, dan dirinya sendiri dalam kondisi tersebut.
  • Memfasilitasi luapan emosional dari pasien.
  • Mengajari pasien dan orang-orang terdekatnya (keluarga) tentang keterampilan perawatan diri yang diperlukan.
  • Mengenali kebutuhan pasien.
  • Menerapkan intervensi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasien.
  • Membimbing pasien dalam mengidentifikasi rencana tindakan untuk menghasilkan resolusi yang memuaskan dan dapat diterima secara sosial.

Teknik komunikasi terapeutik

Seorang perawat sedang membantu pasiennya
Menawarkan bantuan tanpa diminta termasuk teknik komunikasi terapeutik
Teknik komunikasi terapeutik yang dipilih perawat bergantung pada tujuan dilakukannya komunikasi dan kemampuan pasien untuk berkomunikasi secara verbal. Perawat dapat memilih teknik yang mampu memfasilitasi interaksi antara keduanya.  

1. Penerimaan

Penting untuk membuat pasien merasa didengarkan untuk mempermudah menerima perawatan. Perlu diingat bahwa penerimaan tidak selalu sama dengan kesepakatan. Bentuk penerimaan bisa dengan melakukan kontak mata dan berkata, “ya, saya paham maksud Anda.”

2. Diam atau hening

Keheningan dapat memberikan waktu dan ruang bagi pasien untuk mengutarakan pikiran dan perasaan ke dalam kalimat.

3. Menawarkan diri

Menyediakan waktu dan perhatian untuk menemani pasien tanpa diminta. Hal ini dapat membantu meningkatkan suasana hati pasien.

4. Memberi penghargaan

Memberi penghargaan tanpa memberi pujian berlebihan. Misalnya dengan mengatakan, “Saya perhatikan Anda selalu semangat menjalani terapi.” Hal ini akan mendorong pasien tetap melakukan tindakan tanpa memerlukan pujian.

5. Aktif mendengarkan

Perawat yang aktif mendengarkan akan menunjukkan minat dan memberikan reaksi secara verbal atau nonverbal yang dapat mendorong pasien membuka dirinya. Pasien dapat merasakan bahwa perawat tertarik, mendengarkan, dan memahami pembicaraannya.

6. Membuka komunikasi

Mengawali percakapan dengan topik terbuka seperti, “Apa yang sedang Anda pikirkan?” teknik komunikasi terapeutik ini akan memberikan kesempatan bagi pasien untuk memilih topik pembicaraan.

7. Meminta pasien mengurutkan peristiwa sesuai waktu

Bertanya mengenai urutan-urutan waktu atas peristiwa yang diceritakan, dapat membantu perawat lebih memahami cerita lebih jelas. Selain itu, teknik ini juga membantu pasien mengingat sesuatu yang sempat dilupakan.

8. Mencari klarifikasi

Meminta klarifikasi pasien saat mereka mengatakan sesuatu yang membingungkan atau ambigu untuk menghindari kesalahpahaman.

9. Melakukan pengamatan

Pengamatan terhadap pasien dapat membantu mengidentifikasi masalah yang tidak disadari sebelumnya. Misalnya, saat pasien mengalami perubahan selera makan, bisa jadi mengarah pada penemuan gejala baru.

10. Konfrontasi

Teknik konfrontasi pada komunikasi terapeutik dapat dilakukan setelah perawat mampu membangun kepercayaan dengan pasien.Ini adalah tindakan verbal dari perawat yang menunjukkan ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan pasien. Jika digunakan dengan benar, hal ini dapat membantu pasien menghentikan rutinitas yang merusak dan memahami situasi mereka sendiri.

11. Mendorong pasien untuk mengungkapkan pandangannya

Minta pasien untuk menjelaskan pandangannya. Teknik komunikasi terapeutik ini dapat membantu perawat memahami perspektif pasien.

12. Membuat ringkasan

Perawat dapat membuat ringkasan di akhir percakapan sehingga pasien mengetahui bahwa perawat mendengar dan menyimak pembicaraan. Teknik komunikasi terapeutik ini memungkinkan pasien untuk memberikan koreksi jika perawat membuat kesimpulan yang salah.

13. Merefleksikan

Refleksi mendorong pasien untuk mengenali dan menerima perasaannya sendiri. Misalnya saat pasien bertanya, “Apakah saya harus membicarakannya dengan dokter?” Perawat dapat merespons dengan, “Menurut Anda, apakah Anda harus membicarakannya dengan dokter?”

14. Memberikan harapan dan humor

Memberikan harapan kepada pasien bahwa mereka dapat melalui situasi yang tengah dijalani dan meringankan suasana dengan humor dapat membantu perawat membangun hubungan yang baik dengan pasien. Kedua hal ini dapat membuat pikiran pasien lebih positif.

15. Mendorong pasien untuk melakukan perbandingan

Perawat dapat mendorong pasien untuk melakukan perbandingan dari beberapa pengalaman sebelumnya. Hal ini dapat membantu pasien menemukan solusi untuk masalah mereka.

16. Mengungkapkan keraguan

Mengekspresikan ketidakpastian tentang kenyataan dalam persepsi pasien. Dengan mengungkapkan keraguan, perawat dapat memaksa pasien untuk memeriksa asumsi mereka.

17. Fokus

Perhatikan isi percakapan dengan pasien dengan fokus. Bisa saja pasien memberikan suatu pernyataan penting yang perlu didiskusikan lebih lanjut.Selain itu, komunikasi terapeutik juga melibatkan komunikasi nonverbal, yaitu perilaku yang ditunjukkan seseorang saat menyampaikan komunikasi verbal. Contoh dari komunikasi nonverbal, yakni ekspresi wajah, bahasa tubuh, isyarat vokal, dan kontak mata.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
rumah sakit
National Commision On Correctional Health Care. https://www.ncchc.org/cnp-therapeutic-communication
Diakses 9 November 2020
Rivier Edu. https://www.rivier.edu/academics/blog-posts/17-therapeutic-communication-techniques/
Diakses 9 November 2020
Nurses Labs. https://nurseslabs.com/therapeutic-communication-techniques-nclex-practice-reviewer/
Diakses 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait