Salah satu contoh terapi mata minus adalah LASEK
LASEK merupakan salah satu terapi mata minus lewat jalan operasi

Untuk mengatasi mata minus karena rabun jauh dan mendapatkan penglihatan yang prima, ada beberapa jenis terapi mata minus yang bisa Anda pilih. Masing-masing pilihan terapi tersebut juga tidak lepas dari berbagai risiko, mulai dari yang ringan hingan sedang atau berat.

Mata minus atau miopi merupakan kondisi di mana Anda kesulitan untuk melihat objek yang jauh dengan jelas, tapi dapat melihat dengan baik untuk jarak dekat. Gejala mata minus umumnya meliputi menyipitkan mata saat melihat benda yang jauh, sakit kepala, dan mata menjadi tegang.

Kondisi ini disebabkan oleh struktur kornea yang terlalu panjang atau melengkung sehingga cahaya yang masuk ke mata Anda menjadi tidak fokus dan menyebabkan penglihatan kabur.  

Pilihan terapi untuk mengatasi mata minus

Umumnya, kondisi ini diatasi dengan menggunakan lensa kontak atau kacamata. Meski begitu, beberapa terapi mata minus, mulai dari LASIK hingga CRT, juga cukup populer untuk mengatasi kondisi ini.

1. Laser in situ keratectomy (LASIK)

LASIK merupakan pilihan operasi yang paling umum untuk rabun jauh atau mata minus. Dalam melakukan prosedur ini, dokter bedah mata akan menggunakan laser atau alat lain untuk membuat lipatan tipis pada lapisan atas kornea Anda.

Setelah itu, dokter akan memahat kornea dengan laser lain dan mengembalikan tutupnya ke tempat semula.

Risiko efek samping yang mungkin terjadi pada terapi mata minus yang satu ini, yakni penglihatan menjadi silau pada sementara waktu dan mata menjadi kering. Kondisi ini biasanya hilang setelah beberapa minggu atau bulan.

Komplikasi yang mengakibatkan hilangnya penglihatan sangat jarang terjadi. Bahkan, efek samping ringan seperti yang disebutkan di atas, umumnya sangat jarang menjadi masalah jangka panjang.

Meski begitu, individu dengan kondisi-kondisi tertentu tidak disarankan untuk melakukan LASIK. Misalnya, penderita gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis, mata kering terus menerus, peradangan pada kornea, perubahan penglihatan karena hormon atau obat-obatan, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

2. Photorefractive keratectomy (PRK)

Prosedur ini menggunakan laser untuk memahat lapisan tengah kornea. Tujuannya untuk meratakan lengkungan kornea dan memungkinkan sinar cahaya jatuh lebih dekat dengan retina mata Anda.  

Terapi mata minus yang satu ini termasuk sangat akurat dalam memperbaiki banyak kasus rabun jauh. Meski begitu, ada sedikit efek samping dari PRK, yaitu Anda akan merasa sedikit tidak nyaman selama 24-72 jam pertama setelah operasi. Anda juga dapat lebih sensitif terhadap cahaya untuk sementara waktu.

Selain itu, selama 6 bulan pertama, Anda mungkin juga akan membutuhkan kacamata untuk membantu penglihatan Anda menjadi lebih baik.

3. Laser epithelial keratomileusis (LASEK)

Prosedur LASEK sedikit menggabungkan prosedur LASIK dan PRK. Hanya saja, terapi mata minus ini menggunakan alkohol untuk melonggarkan permukaan kornea sehingga lipatan jaringan dapat diangkat keluar. Sementara itu, laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea.

Dalam prosedur LASEK, berbagai teknik digunakan untuk mempertahankan lapisan sel permukaan kornea yang sangat tipis, yang digunakan untuk memulihkan kornea setelah operasi dilakukan.

Hal inilah yang membuat prosedur LASEK memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan terapi mata minus lainnya, seperti efek samping mata kering cenderung lebih jarang dibandingkan LASIK, serta komplikasi terkait membuat dan memasang kembali tutup di kornea bisa lebih dihindari.

4. Corneal refractive therapy (CRT)

Selain beberapa terapi mata minus dalam bentuk operasi, ada pula prosedur ortokeratologi nonbedah yang disebut dengan corneal reactive therapy (CRT). Caranya, Anda perlu mengenakan lensa kontak khusus (RGP atau GP) di malam hari, yang tujuannya untuk membentuk kembali kornea Anda saat tidur.

Ketika Anda melepaskan lensa tersebut di pagi hari, kornea untuk sementara akan mempertahankan bentuk baru sehingga Anda dapat melihat dengan jelas pada siang hari tanpa kacamata.

Cara ini telah terbukti efektif untuk memperbaiki kondisi rabun jauh ringan hingga sedang dalam sementara waktu. Terapi ini juga dapat menjadi alternatif selain operasi bagi pasien yang terlalu muda atau tidak direkomendasikan melakukan LASIK.

Itulah beberapa jenis terapi mata minus yang bisa Anda pilih untuk mengatasi rabun jauh. Setiap prosedur pasti memiliki efek samping tersendiri. Oleh karena itu, cobalah untuk mengonsultasikan pilihan Anda kepada dokter. Jangan malu juga untuk bertanya serinci mungkin untuk memastikan keamanan prosedurnya.

All about vision
https://www.allaboutvision.com/conditions/myopia.htm
https://www.allaboutvision.com/visionsurgery/lasek.htm
Diakses 18 Mei

Webmd
https://www.webmd.com/eye-health/nearsightedness-myopia#1
https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-photorefractive-keratectomy-pr-eye-surgery#1-2
https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-lasek-laser-eye-surgery#1
Diakses 18 Mei

NHS
https://www.nhs.uk/conditions/short-sightedness/treatment/
Diakses 18 Mei

Mayoclinic
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/about/pac-20384774
Diakses 18 Mei

Artikel Terkait