Mengenal Berbagai Penyakit Penyebab Vertigo yang Perlu Diwaspadai


Penyebab vertigo posisi paroksismal jinak pada seseorang tidak dapat ditentukan secara pasti. Vertigo dibagi menjadi dua jenis, yakni vertigo periferal dan vertigo sentral.

(0)
08 Oct 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mengalami stres merupakan salah satu penyebab vertigoMengalami vertigo membuat Anda merasa bahwa ruangan sekeliling menjadi berputar, padahal kenyatannya tidak demikian
Kondisi vertigo menjadi salah satu gejala medis, yang mungkin pernah Anda alami. Vertigo adalah sensasi yang membuat Anda merasa ruangan di sekitar menjadi berputar, padahal kenyataannya tidak demikian. Ada pula penderitanya yang merasa seakan-akan sedang bergerak, walau realitanya tidak sama sekali.Ada beragam penyakit, yang menjadi penyebab vertigo. Apabila Anda merasakan gejala vertigo, seperti yang dideskripsikan di atas, segera cari bantuan medis.

Apa saja penyebab vertigo?

Menurut ahli, beragam penyakit dan kondisi medis dapat menjadi penyebab vertigo. Penyakit tersebut, digolongkan menjadi dua jenis, yakni penyakit penyebab vertigo periferal, dan penyakit penyebab vertigo sentral.Vertigo perifer terjadi karena adanya masalah dan penyakit pada telinga bagian dalam, atau pada saraf sistem vestibular (keseimbangan). Saraf vestibular merupakan saraf, yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.Jenis vertigo kedua yakni vertigo sentral. Vertigo ini terjadi, saat adanya gangguan di dalam otak, terutama di bagian otak kecil (cerebellum). Cerebellum berperan dalam koordinasi pergerakan, maupun keseimbangan.

Penyebab vertigo periferal

Sekitar 93% kasus vertigo, disebabkan oleh penyakit yang termasuk vertigo periferal. Beberapa jenis penyakit, yang dapat menimbulkan vertigo ini, yaitu:

1. Vertigo posisional paroksismal benigna

Vertigo posisional paroksismal benigna atau benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), merupakan penyebab vertigo yang sering terjadi. Kondisi ini biasanya dipicu oleh perubahan spesifik di posisi kepala. Selain mengalami vertigo, penderita BPPV juga bisa merasa pusing, mual, dan muntah.

2. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere merupakan penyakit, yang menyerang telinga bagian dalam. Para ahli memperkirakan, selain menyebabkan vertigo, penyakit Meniere juga menimbulkan kehilangan pendengaran. Sebagian besar kasus ini terjadi pada satu bagian telinga.

3. Vestibulopati periferal akut

Vestibulopati periferal akut adalah peradangan pada telinga bagian dalam. Peradangan ini dapat menjadi penyebab vertigo dengan tiba-tiba. Gejala tersebut dapat berlangsung beberapa detik, namun juga bisa terjadi hingga beberapa hari.

4. Fistula perilimfe

Fistula perilimfe terjadi ketika ada robekan pada membran tipis di telinga, yang disebut jendela bundar atau oval. Robekan ini dapat mengalirkan cairan dari telinga bagian dalam ke bagian tengah, yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran.Selain mengalami vertigo, penderita fistula perilimfe juga kerap mengalami rasa penuh pada telinga, kehilangan pendengaran, bahkan dapat hilang ingatan.

5. Otosklerosis

Otosklerosis adalah kondisi langka yang membuat penderitanya kehilangan pendengaran. Kondisi dapat terjadi, karena pertumbuhan tulang yang tidak normal di telinga bagian tengah. Penyebab pasti otosklerosis tidak diketahui. Namun, faktor keturunan dipercaya menjadi faktor risiko utama.Selain menjadi penyebab langka kondisi vertigo, serta kehilangan pendengaran, penderita otosklerosis juga dapat mengalami telinga berdengung atau tinnitus.

Penyebab vertigo sentral

Selain vertigo perifer, ada pula beberapa jenis penyakit, yang menjadi penyebab vertigo vertigo sentral. Penyakit tersebut, di antaranya:

1. Stroke

Stroke merupakan salah satu penyakit, yang menjadi momok banyak orang. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah di otak pecah, atau mengalami penyumbatan. Kedua kondisi tersebut, menyebabkan suplai darah dan oksigen ke otak menjadi terhambat.Selain menimbulkan kondisi vertigo dan kehilangan koordinasi, penyakit stroke juga dapat menyebabkan kesulitan berbicara, kelumpuhan, hingga gangguan penglihatan.

2. Migrain

Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala primer. Kondisi ini menimbulkan denyutan, yang biasanya menyerang satu sisi kepala. Selain menimbulkan vertigo, Anda juga dapat mengalami mual, muntah, hingga sensitif terhadap cahaya.

3. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis merupakan penyakit kronis, yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti otak, saraf tulang belakang, dan saraf optik. Hal ini dapat menimbulkan gejala berupa vertigo, serta beberapa gejala lain. Gejala lain tersebut, termasuk lemah otot, mati rasa, hingga tremor.Selain stroke, migrain, dan multiple sclerosis, satu lagi penyebab vertigo sentral lainnya adalah tumor di bagian otak kecil.

Faktor risiko vertigo

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami vertigo. Di antaranya:
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki riwayat di dalam keluarga
  • Mengalami stres berat
  • Mengalami kecelakaan
  • Mengonsumsi alkohol
  • Merokok

Penanganan vertigo

Karena penyebab vertigo dapat beragam, maka penanganan vertigo juga dapat bervariasi. Walau begitu, obat-obatan agen penghambat vestibular (vestibular blocking agents atau VBA) menjadi penanganan populer untuk vertigo.Yang termasuk obat-obatan VBA, meliputi:
  • Antihistamin, seperti promethazine dan betahistine
  • Benzodiazepine, termasuk diazepam dan lorazepam
  • Antiemetik, seperti proklorperazine, metoclopramide
Segera cari bantuan dokter, apabila Anda merasa mengalami vertigo. Terlebih, jika vertigo yang dirasakan, tidak dipengaruhi oleh perubahan posisi tubuh, lemak otot, atau kehilangan pendengaran.
masalah sarafvertigopenyakit telinga
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/vertigo/article_em.htm
Diakses pada 7 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/perilymph-fistula
Diakses pada 7 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke
Diakses pada 7 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/vertigo
Diakses pada 7 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menieres-disease
Diakses pada 7 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke
Diakses pada 7 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait