Ragam Pemicu Sakit Perut Bagian Tengah yang Tak Tertahankan

(0)
04 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sakit perut bagian tengah bisa terjadi akibat penyakit pada saluran pencernaanSecara umum, sakit perut yang sifatnya ringan mungkin akan hilang dengan sendirinya
Sakit perut merupakan kondisi yang sangat sering kita alami. Biasanya, Anda mungkin akan mengira-ngira bahwa sakit perut bisa terjadi akibat makanan tertentu. Namun, apabila rasa sakit perut cenderung terjadi di area yang spesifik, seperti sakit perut bagian tengah, Anda tentu bertanya-tanya apa gerangan penyebabnya. Terlebih jika sakit perut bagian tengah Anda terjadi selama beberapa hari dan tidak kunjung hilang, penyakit tertentu mungkin menjadi penyebabnya. Apa saja penyebab sakit perut bagian tengah?

Penyebab sakit perut bagian tengah

Berikut ini beberapa penyakit penyebab sakit perut bagian tengah:

1. Radang usus buntu

Sesuai namanya, radang usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada apendiks atau usus buntu. Usus buntu merupakan organ kecil berbentuk jari dan berukuran kecil yang menonjol di usus besar pada sisi kanan bawah rongga perut. Peradangan tersebut diyakini dapat terjadi karena tersumbatnya bagian usus buntu – sehingga bakteri menumpuk di dalamnya. Penumpukan bakteri memicu pembengkakan, timbulnya nanah, dan memberikan rasa sakit pada perut penderitanya. Sakit perut memang menjadi salah satu gejala utama radang usus buntu. Pada fase awal, gejala tersebut dapat berupa sakit perut bagian tengah. Gejala lain yang juga sering dirasakan penderita radang usus buntu yakni hilangnya nafsu makan yang memburuk, mual, muntah, serta beberapa gangguan pencernaan lain.

2. Pankreatitis

Sakit perut bagian tengah atas bisa disebabkan oleh pankreatitis
Peradangan pada pankreas memicu sakit perut bagian tengah
Sakit perut bagian tengah juga bisa disebabkan oleh pankreatitis atau peradangan pada pankreas. Pankreas merupakan kelenjar yang berukuran panjang terletak di belakang lambung pada bagian atas rongga perut. Peradangan di pankreas dapat terjadi ketika enzim pencernaan terlanjur aktif saat masih di pankreas. Aktivasi enzim tersebut mengiritasi sel-sel pankreas dan menimbulkan peradangan.Peradangan di pankreas dapat menimbulkan rasa sakit perut bagian tengah maupun di sisi kiri atas perut. Rasa sakit yang dirasakan penderitanya memburuk setelah makan atau minum – terutama dari makanan yang tinggi lemak. Rasa sakit di perut tersebut juga memburuk walau setelah  berhari-hari dan bisa menyebar ke punggung atau bahu bagian kiri. 

3. Peradangan lambung dan tukak lambung

Peradangan lambung (gastritis) dan tukak lambung merupakan dua penyakit pada lambung yang cukup sering dialami masyarakat. Gastritis merupakan peradangan lambung secara umum. Sementara itu, tukak merujuk pada kikisan atau luka yang terjadi pada lapisan dinding lambung.Gastritis maupun tukak lambung dapat menimbulkan gejala yang mirip, termasuk sakit perut. Sakit perut akibat gastritis bisa terjadi bagian tengah atas perut. Sementara itu, tukak lambung cenderung menimbulkan sakit di bagian tengah perut.Selain sakit perut bagian tengah, gastritis dan tukak lambung dapat menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah, hilangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan.Walaupun gejalanya mirip, sakit pada tukak lambung dilaporkan lebih intens dan cenderung terasa di titik tertentu. Tukak lambung juga meningkatkan risiko perdarahan, kanker, dan lambung bocor. 

4. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan salah satu jenis penyakit peradangan usus (IBD) yang sifatnya kronis. Peradangan tersebut dapat menimpa bagian akhir usus halus atau terbatas pada bagian usus besar aja. Jenis penyakit Crohn yang paling sering terjadi, yakni ileocolitis, terjadi pada usus halus penderitanya. Jenis penyakit Crohn ini dapat menimbulkan sakit perut bagian tengah atau bagian kanan bawah. Ileitis, tipe penyakit Crohn yang juga terjadi pada usus halus, turut pula menimbulkan sakit perut bagian tengah dan kanan bawah. 

5. Hernia ventral

Kemungkinan penyebab lain sakit perut bagian tengah adalah hernia, terutama hernia ventral. Hernia sendiri terjadi ketika jaringan usus atau perut mencuat ke luar melalui lapisan otot yang lemah. Hernia ventral terjadi di garis tengah dinding perut bagian tengah dan menimbulkan rasa sakit pada beberapa pasien. Sakit perut akibat hernia biasanya meningkat ketika penderitanya mengangkat benda berat, mengalami kesulitan saat buang air besar atau kecil, serta ketika duduk atau berdiri untuk waktu yang lama.Walau begitu, beberapa pasien hernia bisa saja tidak merasakan gejala apa-apa di awal-awal pembentukan hernia.

Kapan harus ke dokter jika mengalami sakit perut?

Sakit perut bagian tengah yang dipicu oleh sembelit berkepanjangan
Bila sakit perut diikuti oleh sembelit berkepanjangan, Anda sebaiknya menemui dokter
Secara umum, sakit perut yang sifatnya ringan mungkin akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, masalah di perut Anda – termasuk sakit perut bagian tengah, akan memerlukan penanganan dokter. Anda sangat disarankan untuk menemui dokter apabila merasakan gejala berikut ini:
  • Sakit perut yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Sembelit berkepanjangan
  • Muntah
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Demam
  • Hilangnya selera makan
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa

Catatan dari SehatQ

Sakit perut bagian tengah bisa terjadi akibat penyakit pada saluran pencernaan, mulai dari radang usus buntu, peradangan di lambung, atau peradangan di usus halus. Apabila  masih memiliki pertanyaan terkait kesehatan sistem pencernaan, Anda bisa menanyakan ke dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa di-download di Appstore dan Playstore untuk membantu Anda mendapatkan informasi kesehatan terpercaya.
herniasakit peruttukak lambungpenyakit crohnradang pankreasgastritisusus buntu
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16531-ventral-hernia
Diakses pada 21 September 2020
General Pratice Notebook. https://gpnotebook.com/simplepage.cfm?ID=-1321926620
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/appendicitis
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/stomach-ulcer
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatitis/symptoms-causes/syc-20360227
Diakses pada 21 September 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/appendicitis/article.htm
Diakses pada 21 September 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000287.htm
Diakses pada 21 September 2020
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease
Diakses pada 21 September 2020
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis/symptoms-causes
Diakses pada 21 September 2020
Torrance Memorial Physician  Network. https://www.tmphysiciannetwork.org/specialties/primary-care/ulcers-gastritis
Diakses pada 21 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/crohns-disease/5-types-crohns-disease
Diakses pada 21 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait