Ragam Kelainan Kongenital yang Umum Terjadi pada Bayi

(0)
28 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kelainan kongenital dapat memengaruhi struktur maupun fungsi bagian tubuh tertentuKelainan kongenital sudah didapat sejak lahir
Kelainan kongenital adalah kelainan bawaan yang didapat sejak lahir. Menurut WHO, setiap tahun diperkirakan ada 303.000 bayi baru lahir meninggal dalam waktu 4 minggu setelah dilahirkan karena kelainan kongenital.Kelainan kongenital terjadi akibat gangguan pada tumbuh kembang janin dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan bayi mengalami cacat lahir atau gangguan pada organ maupun bagian tubuh tertentu. Kelainan ini dapat diidentifikasi sebelum kelahiran, saat lahir, atau di kemudian hari setelah bayi lahir.

Kelompok kelainan kongenital

Dilansir dari Kemkes, kelainan kongenital diklasifikasikan menjadi 11 kelompok berdasarkan ICD-10. 11 kelompok tersebut merupakan kelainan bawaan pada:
  • Sistem saraf
  • Organ mata, telinga, wajah, dan leher
  • Sistem peredaran darah
  • Sistem pernapasan
  • Celah bibir dan celah langit-langit
  • Sistem pencernaan
  • Organ reproduksi
  • Saluran kemih
  • Sistem otot dan rangka
  • Kelainan bawaan lainnya
  • Kelainan yang disebabkan oleh kromosom abnormal.
Kelainan bawaan tersebut dapat memengaruhi bentuk organ, fungsi organ, atau keduanya. Kondisi ini juga bervariasi dari memiliki tingkat, mulai dari ringan hingga berat. 

Kelainan kongenital yang umum terjadi

Dari berbagai kelompok, terdapat beberapa kelainan kongenital yang umum terjadi pada bayi, di antaranya:

1. Kelainan fisik

Kelainan atau cacat fisik yang sering ditemui pada tubuh bayi, yaitu:
  • Bibir sumbing
  • Cacat tabung saraf, seperti spina bifida
  • Penyakit jantung bawaan
  • Kaki bengkok atau pengkor
  • Hidrosefalus atau hidrosefali
  • Gastroschisis (lubang pada dinding perut)
  • Hipospadia (lubang uretra tidak berada pada ujung penis)
  • Dislokasi panggul kongenital
  • Kembar siam
  • Atresia anus.

2. Kelainan fungsional

Kelainan fungsional berkaitan dengan gangguan sistem dan fungsi organ tubuh. Berikut jenis cacat fungsional yang kerap dijumpai pada bayi:
  • Gangguan metabolisme, seperti hipotiroid dan fenilketonuria
  • Gangguan fungsi otak dan saraf, seperti Sindrom Down
  • Gangguan indra tubuh, seperti tuli, katarak bawaan, atau kebutaan
  • Kelainan darah, seperti anemia sel sabit, hemofilia, dan thalasemia
  • Kelainan otot, seperti distrofi otot
  • Penuaan dini, seperti progeria

Penyebab kelainan kongenital

Meski sekitar 50 persen kasus kelainan kongenital tidak diketahui secara pasti penyebabnya, terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi, di antaranya:
  • Faktor genetik

Gen merupakan faktor utama yang memainkan peran penting dalam kelainan kongenital. Kelainan ini terjadi karena janin mungkin mewarisi gen yang memiliki kelainan atau adanya mutasi genetikPernikahan sedarah juga meningkatkan terjadinya kelainan bawaan yang langka, serta risiko kematian neonatal dan anak, cacat intelektual, disabilitas mental, hingga kelainan lainnya.
  • Faktor sosial ekonomi dan demografi

Kemiskinan merupakan faktor penentu tak langsung dari kelainan bawaan. Diperkirakan sekitar 94 persen kelainan kongenital terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini berkaitan dengan kurangnya asupan bergizi bagi ibu hamil, paparan terhadap zat atau faktor yang memicu gangguan janin, seperti infeksi dan alkohol, serta akses yang tak memadai untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan kesehatan. 
  • Faktor lingkungan

Paparan pada ibu hamil, seperti pestisida, obat, alkohol, rokok, timbal, merkuri, tembakau, dan radiasi, dapat meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan kongenital. Bekerja maupun tinggal di daerah pertambangan atau pembuangan limbah juga dapat meningkatkan risiko kelainan tersebut.
  • Infeksi

Infeksi sifilis dan rubella pada ibu hamil menjadi salah satu penyebab kelainan bawaan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tak hanya itu, infeksi virus zika juga menyebabkan peningkatan bayi lahir dengan mikrosefali.
  • Status gizi

Kekurangan folat pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf. Sementara, kelebihan vitamin A bisa memengaruhi perkembangan normal embrio atau janin.Banyak kelainan bawaan struktur organ dapat diperbaiki dengan operasi atau bedah pediatrik. Sementara itu, kelainan bawaan fungsi organ bisa ditangani dengan pengobatan sejak dini. Atas dasar inilah, Anda harus selalu berkonsultasi pada dokter mengenai pilihan perawatan untuk bayi dengan kelainan kongenital.
bayi & menyusuibayikelainan kongenital
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/congenital-anomalies
Diakses pada 14 Agustus 2020
Kemkes. https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin%20kelainan%20bawaan.pdf
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait