logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ragam Gejala Konjungtivitis yang Mengganggu, Kapan Harus Dokter?

open-summary

Gejala konjungtivitis termasuk mata kemerahan, bengkak di mata, hingga peningkatan produksi air mata. Konjungtivitis juga dapat memicu gejala seperti belekan, gatal, dan perih.


close-summary

20 Jan 2021

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Gejala konjungtivitis adalah mata merah, gatal, hingga peningkatan produksi air mata

Salah satu ciri dan gejala konjungtivitis yang  utama adalah mata merah

Table of Content

  • Ragam gejala konjungtivitis
  • Kapan harus ke dokter jika mengalami gejala konjungtivitis?
  • Penanganan untuk konjungtivitis
  • Catatan dari SehatQ

Konjungtivitis atau mata merah merupakan peradangan pada konjungtiva, lapisan transparan yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata. Peradangan ini bisa terjadi karena berbagai faktor, yang kemudian memicu gejala yang menyiksa dan tak nyaman. Kenali apa saja gejala konjungtivitis dan ketahui kapan harus ke dokter.

Advertisement

Ragam gejala konjungtivitis

Berbagai gejala konjungtivitis yang dirasakan penderitanya yaitu:

1. Mata merah

Salah satu ciri dan gejala konjungtivitis yang  utama adalah mata merah. Bila mengalami masalah peradangan ini, bagian putih mata akan terlihat berwarna merah atau merah muda. 

Karena menimbulkan kemerahan di mata, konjungtivitis seringkali disebut sebagai mata merah atau red eye.

2. Bengkak di mata

Karena mengalami peradangan, mata penderita konjungtivitis akan menunjukkan gejala berupa pembengkakan. Secara spesifik, pembengkakan tersebut terjadi di lapisan tipis yang disebut konjungtiva.

Pembengkakan akibat konjungtivitis juga dapat terlihat di kelopak mata.

3. Peningkatan produksi air mata

Gejala konjungtivitis lainnya yaitu peningkatan produksi air mata. Mata yang mengalami iritasi biasanya akan menghasilkan air mata lebih banyak sebagai usaha untuk mengeluarkan iritan.

4. Keluarnya cairan dari mata dan belekan

Selain peningkatan produksi air mata, pasien yang mengalami konjungtivitis juga menunjukkan gejala berupa keluarnya cairan, termasuk nanah. Jenis konjungtivitis yang menimbulkan gejala ini yaitu konjungtivitis akibat infeksi bakteri.

5. Sensasi mengganjal di mata

Gejala konjungtivitis lain yang bisa dialami pasien adalah sensasi mengganjal atau sensasi ada benda asing di dalam mata. Mengalami sensasi tersebut biasanya juga membuat pasien ingin terus menggosok mata yang terkena konjungtivitis.

6. Gatal dan perih

Mata yang bermasalah, entah itu terkena infeksi, iritasi, atau alergi yang menimbulkan konjungtivitis, dapat memicu gejala berupa sensasi perih di mata. Penderitanya juga akan merasakan gatal pada mata yang terserang konjungtivitis.

7. Sulit membuka mata di pagi hari

Belekan di mata akibat cairan yang mengeras saat mengalami konjungtivitis dapat membuat pasien kesulitan membuka mata di pagi hari.

Kapan harus ke dokter jika mengalami gejala konjungtivitis?

Apabila mengalami gejala konjungtivitis yang terasa gawat, Anda harus segera menghubungi dokter. Gejala yang menunjukkan kondisi gawat darurat termasuk penglihatan menjadi kabur, mata sensitif terhadap cahaya, mata terasa nyeri, serta sensasi ada benda asing di mata.

Jika gejala konjungtivitis yang Anda rasakan cenderung ringan namun tak membaik dalam 12-24 jam setelahnya, Anda disarankan untuk mencari bantuan medis. Gejala yang tak membaik tersebut bisa mengindikasikan bahwa mata mengalami infeksi – termasuk infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik.

Penting: Hentikan penggunaan lensa kontak jika mengalami gejala konjungtivitis. Lensa kontak dapat menjadi pembawa infeksi yang memicu konjungtivitis dan memperparah kondisi mata Anda.

Penanganan untuk konjungtivitis

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari infeksi bakteri, infeksi virus, alergi, hingga iritasi. Dengan demikian, penanganan untuk konjungtivitis akan disandarkan pada penyebabnya tersebut.

Misalnya, konjungtivitis akibat infeksi bakteri akan memerlukan penanganan menggunakan antibiotik, baik itu antibiotik tetes atau oles. Sementara itu, bila disebabkan alergi, dokter akan meresepkan antihistamin. 

Konjungtivitis akibat infeksi virus tidak memerlukan penanganan dan menunggu gejalanya mereda. Dokter biasanya akan meminta pasien untuk menempelkan kompres hangat dan obat tetes mata demi meredakan gejala konjungtivitis. Sedangkan untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi, dokter biasanya akan meresepkan obat anithistamin-baik oral maupun tetes mata-untuk menghentikan peradangan

BACA JUGA: Jenis dan Cara Menggunakan Salep Mata yang Tepat

Catatan dari SehatQ

Gejala konjungtivitis dapat berupa mata merah, pembengkakan di mata, hingga peningkatan produksi air mata. Konjungtivitis juga dapat memicu gejala seperti belekan, gatal, dan perih.

Apabila masih memiliki pertanyaan terkait ciri dan gejala konjungtivitis, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan mata terpercaya.

Advertisement

konjungtivitispenyakit matamata merahmata iritasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved