Ragam Gejala Hidrosefalus yang Bisa Berbeda Tergantung Usia Pasien

(0)
01 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala hidrosefalus pada bayi dapat ditandai dengan ukuran kepala bayi yang besar dan tidak biasaKepala bayi yang berukuran besar dan tidak biasa merupakan ciri-ciri hidrosefalus
Seperti banyak organ tubuh lainnya, otak juga berisiko mengalami berbagai kondisi yang berbahaya. Salah satu penyakit yang berisiko terjadi pada otak adalah hidrosefalus. Hidrosefalus terjadi ketika cairan serebrospinal menumpuk di dalam rongga (ventrikel) otak dan membuat otak menjadi bengkak. Kondisi ini pun memicu gangguan perkembangan, fisik, dan intelektual penderitanya. Hidrosefalus bisa terjadi di usia berapa pun, walau memang lebih sering menimpa bayi dan orang lanjut usia. Walau bisa terjadi pada semua kalangan, gejala hidrosefalus bisa sedikit berbeda bergantung pada usia pasien. Cermati gejala-gejala hidrosefalus.

Gejala hidrosefalus pada bayi

Gejala hidrosefalus pada bayi dapat memicu perubahan pada kepala dan tanda fisik tertentu.

1. Perubahan pada kepala

Salah satu gejala hidrosefalus adalah ukuran kepala bayi yang besar
Ukuran kepala bayi yang besar dan tidak biasa merupakan gejala hidrosefalus
Bayi yang menderita hidrosefalus dapat menunjukkan perubahan pada kepala berikut ini: 
  • Kepala bayi berukuran besar yang tidak biasa
  • Peningkatan ukuran kepala yang terjadi dengan cepat
  • Ubun-ubun yang menonjol atau tegang di bagian atas kepala

2. Gejala dan tanda pada fisik bayi

  • Muntah
  • Mudah  mengantuk
  • Rewel
  • Susah menyusu
  • Kejang
  • Mata tertuju atau memandang ke bawah  (sunsetting of the eyes)
  • Penurunan massa otot dan tubuh lemah
  • Pertumbuhan yang buruk

Gejala hidrosefalus pada anak-anak

Pada anak-anak, gejala hidrosefalus berikut ini bisa terjadi:

1. Gejala dan tanda pada fisik anak

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda
  • Mata tertuju ke bawah
  • Pembesaran kepala yang tidak normal
  • Mudah mengantuk dan tubuh lesu
  • Mual atau muntah
  • Keseimbangan yang tidak stabil
  • Koordinasi tubuh anak yang buruk
  • Susah makan
  • Kejang
  • Inkontinensia urine atau sering mengompol
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kejang

2. Perubahan perilaku anak

  • Rewel dan mudah marah
  • Perubahan kepribadian anak
  • Penurunan performa akademik pada anak yang bersekolah
  • Munculnya masalah dengan keterampilan yang sudah diperoleh sebelumnya, seperti masalah pada berjalan atau berbicara

Gejala hidrosefalus pada orang  dewasa

Gejala hidrosefalus pada orang dewasa adalah sakit kepala
Pada orang dewasa, gejala hidrosefalus ditandai dengan sakit kepala
Pada orang dewasa muda maupun menengah, gejala hidrosefalus berikut bisa ditunjukkan oleh pasiennya:
  • Sakit kepala
  • Letargi, yakni lelah kronis pada tubuh dan lesu luar biasa
  • Hilangnya koordinasi atau keseimbangan
  • Hilangnya kontrol terhadap kandung kemih atau sering ingin buang air kecil
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan daya ingat, konsentrasi, dan keterampilan berpikir lainnya. Kondisi ini dapat memengaruhi performa pekerjaan.

Gejala hidrosefalus pada orang lanjut usia

Hidrosefalus juga dapat terjadi pada orang di atas 60 tahun atau lanjut usia. Beberapa gejala hidrosefalus yang bisa muncul, yaitu:
  • Hilangnya kontrol terhadap kandung kemih atau sering ingin buang air kecil
  • Hilang ingatan
  • Hilangnya kemampuan berpikir atau bernalar secara perlahan-lahan
  • Kesulitan berjalan, seperti berjalan terseok-seok atau seolah-olah kaki tersangkut
  • Penurunan terhadap koordinasi atau keseimbangan tubuh

Penanganan hidrosefalus

Hidrosefalus dapat menjadi kondisi yang fatal jika tidak ditangani. Walau penanganan dokter cenderung tidak mengembalikan kondisi yang sudah rusak, prosedur berikut ini dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut:

1. Shunt

Penanganan hidrosefalus yang umum dilakukan dokter adalah pemasangan drainase yang disebut shunt. Alat ini terdiri atas selang fleksibel dengan katup yang membuat cairan di otak mengalir – dengan laju dan arah yang sesuai. Dokter akan memasukkan satu ujung selang di dalam otak dan ujung kedua ke dalam dada atau rongga perut pasien. Kelebihan cairan dari otak kemudian akan mengalir ke ujung kedua shunt, sehingga cairan tersebut akan lebih mudah diserap oleh bagian tubuh di titik selang kedua tersebut.Penggunaan shunt biasanya bersifat permanen dan seumur hidup. Dokter juga akan memonitor kesehatan pasien secara berkala.

2. Ventrikulostomi

Ventrikulostomi juga bisa dilakukan untuk beberapa pasien hidrosefalus. Prosedur ini dilakukan dokter dengan membuat lubang di bagian bawah atau antara ventrikel otak. Pembuatan lubang ini akan membuat cairan serebrospinal mengalir keluar dari otak. 

Catatan dari SehatQ

Gejala hidrosefalus dapat bervariasi tergantung usia pasien yang mengalami penyakit ini. Penanganan dari dokter, seperti shunt dan ventrikulostomi dapat mencegah kerusakan lebih lanjut – walau cenderung tidak bisa mengembalikan kondisi yang sudah rusak.
penumpukan cairanhidrosefalusabses otakkepala bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrocephalus
Diakses pada 18 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/ventriculoperitoneal-shunt
Diakses pada 18 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydrocephalus
Diakses pada 18 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait