Ragam Fungsi Lobus Frontal Otak yang Amat Vital bagi Kelangsungan Hidup


Lobus frontal adalah bagian dari otak besar yang mengemban berbagai fungsi dan peran penting bagi manusia. Fungsi lobus frontal berkaitan dengan kemampuan bernalar, bergerak, berbicara, hingga berempati.

(0)
13 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lobus frontal adalah bagian dari otak besar atau serebrum yang menjadi lobus terbesar di otakLobus frontal terletak di bagian depan otak dekat kening dan berukuran sepertiga bagian dari otak besar
Otak besar atau serebrum merupakan bagian yang paling besar pada otak kita. Otak besar terdiri atas dua bagian, yakni otak kiri dan otak kanan. Masing-masing bagian otak besar tersebut tersusun atas empat lobus. Di antara empat lobus tersebut, lobus frontal menjadi lobus yang mungkin paling Anda kenal. Apa fungsi lobus frontal?

Mengenal apa itu lobus frontal dan fakta menariknya

Lobus frontal adalah bagian dari otak besar atau serebrum yang menjadi lobus terbesar di otak. Sesuai namanya, lobus frontal terletak di bagian depan otak (frontal) dan di dekat kening. Diperkirakan bahwa lobus frontal memiliki porsi sepertiga bagian dari otak besar. Boleh dibilang, lobus frontal menjadi bagian otak yang paling penting karena fungsinya yang membuat seseorang menjadi manusia seutuhnya. Fungsi lobus frontal termasuk membuat manusia bisa bernalar dan berbahasa. Lobus frontal juga krusial dalam memberikan manusia kemampuan motorik atau bergerak. Hal menarik lain dari lobus frontal adalah bagian otak ini menjadi area yang terakhir kali untuk berkembang dan matang. Bahkan, pada beberapa orang, lobus frontal tidak berkembang sepenuhnya sampai usia pertengahan 30-an.

Fungsi lobus frontal yang amat vital

Lobus frontal terkait kemampuan dalam mengatur dan mengingat
Kemampuan bernalar serta memori berhubungan dengan fungsi lobus frontal
Lobus frontal merupakan bagian otak yang sangat krusial keberadaannya. Fungsi lobus frontal amat vital untuk aktivitas-aktivitas berikut ini:
  • Aktivitas berbicara dan berbahasa. Area spesifik yang berkaitan dengan fungsi berbicara di lobus frontal yaitu area Broca. 
  • Kemampuan untuk dapat fokus dan berkonsentrasi
  • Kemampuan memori dan daya ingat, yang melibatkan pengolahan informasi yang baru kita terima
  • Kemampuan dalam bernalar dan memberi penilaian
  • Beberapa kemampuan motorik, termasuk koordinasi gerakan yang bisa kita kendalikan (seperti berjalan dan berlari)
  • Kemampuan dalam mengatur dan merencanakan
  • Kemampuan dalam menyelesaikan masalah
  • Pengaturan emosi dan suasana hati, termasuk dalam memahami emosi orang lain dan pengembangan rasa empati
  • Ekspresi kepribadian
  • Motivasi, termasuk rasa senang, rasa bahagia, dan penghargaan untuk diri sendiri
  • Kontrol impuls
  • Pengendalian perilaku sosial
  • Kemampuan dalam membedakan dan mengklasifikasikan objek

Penyebab kerusakan pada lobus frontal

Seperti bagian tubuh lain, lobus frontal pun dapat mengalami kerusakan tertentu. Beberapa penyebab kerusakan pada lobus frontal, yaitu:
  • Cedera kepala
  • Stroke
  • Infeksi yang mempengaruhi lobus frontal
  • Munculnya tumor di lobus frontal
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan penyakit Huntington

Tanda-tanda adanya kerusakan pada lobus frontal

Tanda dan ciri apabila lobus frontal mengalami kerusakan dapat bervariasi – karena bagian otak ini mengemban banyak fungsi penting. Secara umum, kerusakan pada lobus frontal dapat menimbulkan tanda berikut ini:
  • Kelemahan di satu sisi tubuh atau satu sisi wajah
  • Jatuh
  • Ketidakmampuan untuk memecahkan masalah atau mengerjakan aktivitas tertentu
  • Kreativitas yang menurun
  • Kemampuan indra perasa atau penciuman yang menurun
  • Depresi
  • Perubahan perilaku
  • Motivasi diri yang rendah
  • Perhatian mudah teralihkan dan sulit fokus
  • Gairah seksual yang bisa menurun atau meningkat
  • Menunjukkan kebiasaan seksual yang aneh
  • Melakukan perilaku impulsif atau berisiko

Bagaimana dokter menangani kerusakan pada lobus frontal?

Penanganan kerusakan pada lobus frontal akan melibatkan berbagai strategi – tergantung pada penyebabnya di atas. Misalnya, apabila kerusakan lobus frontal dipicu oleh infeksi, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Kemudian, jika dokter mendeteksi tumbuhnya tumor di lobus frontal, pasien akan perlu menjalani operasi, kemoterapi, dan radiasi.Sementara itu, jika lobus frontal mengalami kerusakan akibat penyakit degeneratif, seperti Parkinson dan demensia, pasien akan ditangani berdasarkan gejala yang ditunjukkan. Beberapa contoh lain penanganan lobus frontal yang mungkin akan ditawarkan dokter, yaitu:
  • Terapi fisik untuk membantu pasien mempertahankan atau memulihkan kembali kemampuan bergerak, kekuatan, dan fleksibilitas tubuhnya
  • Terapi okupasi, yakni terapi yang membantu pasien untuk mempelajari strategi baru sehingga bisa lebih mudah melakukan tugas dan aktivitas sehari-hari. Aktivitas tersebut seperti berpakaian, makan, atau mandi.
  • Konseling berdasarkan tuntutan pekerjaan. Jenis konseling ini dapat membantu pasien kembali bekerja dan dan melatih cara untuk menangani tuntutan di tempat kerja.
  • Terapi wicara-bahasa. Terapi wicara dapat membantu pasien meningkatkan komunikasi atau mengajari pasien cara menggunakan alat bantu berbicara.
  • Terapi kognitif, yakni terapi yang dapat membantu pasien melatih keterampilan seperti perencanaan, penilaian, dan daya ingat.
  • Terapi psikologis, yang dapat meningkatkan hubungan, respons emosional, dan keterampilan pasien dalam mengatasi masalah.

Catatan dari SehatQ

Lobus frontal adalah bagian dari otak besar yang mengemban berbagai fungsi dan peran penting bagi manusia. Lobus frontal dapat mengalami kerusakan yang akan memengaruhi kemampuan manusia dalam berbicara, bergerak, hingga bernalar. Jika masih memiliki pertanyaan terkait lobus frontal, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
kesehatan otakpenyakit otakradang otakstrokecedera kepala
Healthline. https://www.healthline.com/health/frontal-lobe
Diakses pada 30 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318139
Diakses pada 30 Oktober 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-brains-frontal-lobe-3146196
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait