logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ragam Efek Samping Lamivudin dalam Penanganan Infeksi HIV dan Hepatitis B

open-summary

Ada sejumlah efek samping lamivudin yang umum dialami pasien, mulai dari batuk, diare, sakit kepala, hingga mual. Efek samping lamivudin juga dapat bersifat serius dan parah.


close-summary

23 Des 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Lamivudin merupakan obat antivirus yang dapat memperlambat perkembangan infeksi HIV dan hepatitis B

Lamivudin merupakan obat yang perlu dikonsumsi dalam jangka panjang bahkan seumur hidup

Table of Content

  • Efek samping lamivudin yang umum dialami pasien
  • Efek samping lamivudin yang sifatnya serius
  • Peringatan interaksi obat dari penggunaan lamivudin
  • Perhatian dalam penggunaan lamivudin
  • Catatan dari SehatQ

Lamivudin merupakan obat antivirus yang dapat memperlambat perkembangan infeksi HIV dan hepatitis B.  Obat ini masuk dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTIs) – yang dikonsumsi agar replikasi (penambahan jumlah) virus di dalam tubuh pasien bisa terhambat. Layaknya obat-obatan lain, lamivudin pun dapat menimbulkan efek samping yang perlu dipahami. Ketahui apa saja efek samping lamivudin.

Advertisement

Efek samping lamivudin yang umum dialami pasien

Beberapa efek samping lamivudin yang umum dialami pasien yaitu:

  • Batuk
  • Diare
  • Tubuh kelelahan
  • Sakit kepala
  • Malaise (lelah, tidak nyaman, kurang enak badan)
  • Masalah pada hidung seperti pilek
  • Mual

Beberapa pasien bisa saja mengalami efek samping lamivudin selain daftar di atas. Bila diresepkan lamivudin untuk mengendalikan infeksi HIV atau hepatitis B, pastikan Anda menerima penjelasan lengkap dari dokter terkait risiko efek sampingnya.

Efek samping lamivudin yang sifatnya serius

Seperti obat lain, lamivudin juga dapat menimbulkan efek samping yang parah dan serius. Beberapa risiko efek samping lamivudin yang sifatnya serius yaitu:

1. Asidosis laktat atau pembesaran hati yang parah

Sekian dari efek samping lamivudin yang sifatnya serius adalah asidosis laktat maupun perbesaran hati yang parah. Gejala dari efek samping ini termasuk:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Pernapasan menjadi dangkal
  • Nyeri otot
  • Tubuh lemah
  • Merasa kedinginan atau pusing

2. Pankreatitis

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas. Pankreatitis sebagai efek samping lamivudin dapat menimbulkan gejala berikut ini:

  • Perut kembung
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri yang terasa saat pasien menyentuh perut

3. Hipersensitivitas maupun reaksi alergi berat

Lamivudin dapat menimbulkan hipersensitivitas maupun reaksi alergi yang berat (anafilaksis). Gejala reaksi ini dapat berupa ruam kulit yang muncul tiba-tiba atau sifatnya parah, kesulitan bernapas, dan biduran.

4. Penyakit hati

Lamivudin juga dapat menimbulkan gangguan pada hati. Gejala yang muncul jika hati bermasalah termasuk:

  • Urine berwarna gelap
  • Penurunan selera makan
  • Tubuh kelelahan
  • Penyakit kuning, seperti kulit terlihat kekuningan
  • Mual
  • Nyeri di area perut 

5. Infeksi dan masalah lain

Risiko lain dari konsumsi lamivudin adalah infeksi, termasuk infeksi jamur dan bisa pula pneumonia maupun tuberkulosis. Risiko ini bisa menandakan bahwa pasien mengalami sindrom yang disebut sindrom kekebalan rekonstitusi inflamasi (IRIS).

IRIS merujuk pada reaksi peradangan imun terhadap infeksi yang sudah diderita oleh pasien. Sindrom ini bisa terjadi setelah sistem imun yang kembali menguat setelah konsumsi obat ARV seperti lamivudine. 

Peringatan interaksi obat dari penggunaan lamivudin

Lamivudin merupakan obat keras yang juga memiliki risiko interaksi obat. Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan lamivudin, yaitu:

  • Emtricitabine dan kombinasi obat yang mengandung emtricitabine. Penggunaan bersama emtricitabine dengan lamivudin dapat menaikkan efek samping emtricitabine yang berbahaya. 
  • Trimethoprim/sulfamethoxazole, yang merupakan kombinasi antibiotik untuk penanganan infeksi bakteri
  • Obat yang mengandung sorbitol. Obat yang mengandung sorbitol juga dapat berupa obat bebas. Penggunaan lamivudin dengan obat yang mengandung sorbitol dapat mengurangi efektivitas lamivudin.

Bila rutin mengonsumsi lamivudin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat dan suplemen lain untuk menghindari risiko interaksi zat.

Perhatian dalam penggunaan lamivudin

Lamivudin merupakan obat yang perlu dikonsumsi dalam jangka panjang bahkan seumur hidup. Perhatikan poin-poin berikut ini dalam penggunaan lamivudin:

  • Jangan hentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penghentian penggunaan (atau tidak meminum obat) dapat memperburuk infeksi HIV maupun hepatitis B.
  • Konsumsilah lamivudin di jam yang sama setiap harinya. Tidak disiplin dalam konsumsi obat berisiko memperburuk infeksi.
  • Apabila lupa meminum lamivudin di jam yang sama dan baru ingat beberapa jam setelahnya, Anda harus segera meminum dosis yang terlewat tersebut. Namun, jika Anda baru ingat saat sudah mendekati jadwal dosis berikutnya atau keesokan harinya, Anda bisa menunggu dan mengonsumsi satu dosis saja di jam biasa. 

Baca Juga

  • Jenis Penyakit Tidak Menular dan Menular yang Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia
  • Sebaiknya, Jangan Katakan 5 Hal Ini pada Orang yang Terkena HIV
  • Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Catatan dari SehatQ

Ada sejumlah efek samping lamivudin yang berisiko dialami oleh pasien penderita infeksi HIV maupun hepatitis B. Efek samping lamivudin bisa bersifat serius sehingga penggunaannya hanya bisa diresepkan oleh dokter. Jika masih memiliki pertanyaan terkait efek samping lamivudin, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh gratis di Appstore dan Playstore sebagai penyedia informasi terkait obat-obatan yang terpercaya.

Advertisement

hivinfeksi virushepatitis b

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved