Ragam Efek Samping Lamivudin dalam Penanganan Infeksi HIV dan Hepatitis B


Ada sejumlah efek samping lamivudin yang umum dialami pasien, mulai dari batuk, diare, sakit kepala, hingga mual. Efek samping lamivudin juga dapat bersifat serius dan parah.

(0)
05 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lamivudin merupakan obat antivirus yang dapat memperlambat perkembangan infeksi HIV dan hepatitis BLamivudin merupakan obat yang perlu dikonsumsi dalam jangka panjang bahkan seumur hidup
Lamivudin merupakan obat antivirus yang dapat memperlambat perkembangan infeksi HIV dan hepatitis B.  Obat ini masuk dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTIs) – yang dikonsumsi agar replikasi (penambahan jumlah) virus di dalam tubuh pasien bisa terhambat. Layaknya obat-obatan lain, lamivudin pun dapat menimbulkan efek samping yang perlu dipahami. Ketahui apa saja efek samping lamivudin.

Efek samping lamivudin yang umum dialami pasien

Beberapa efek samping lamivudin yang umum dialami pasien yaitu:
  • Batuk
  • Diare
  • Tubuh kelelahan
  • Sakit kepala
  • Malaise (lelah, tidak nyaman, kurang enak badan)
  • Masalah pada hidung seperti pilek
  • Mual
Beberapa pasien bisa saja mengalami efek samping lamivudin selain daftar di atas. Bila diresepkan lamivudin untuk mengendalikan infeksi HIV atau hepatitis B, pastikan Anda menerima penjelasan lengkap dari dokter terkait risiko efek sampingnya.

Efek samping lamivudin yang sifatnya serius

Seperti obat lain, lamivudin juga dapat menimbulkan efek samping yang parah dan serius. Beberapa risiko efek samping lamivudin yang sifatnya serius yaitu:

1. Asidosis laktat atau pembesaran hati yang parah

Sekian dari efek samping lamivudin yang sifatnya serius adalah asidosis laktat maupun perbesaran hati yang parah. Gejala dari efek samping ini termasuk:
  • Sakit perut
  • Diare
  • Pernapasan menjadi dangkal
  • Nyeri otot
  • Tubuh lemah
  • Merasa kedinginan atau pusing

2. Pankreatitis

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas. Pankreatitis sebagai efek samping lamivudin dapat menimbulkan gejala berikut ini:
  • Perut kembung
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri yang terasa saat pasien menyentuh perut

3. Hipersensitivitas maupun reaksi alergi berat

Lamivudin dapat menimbulkan hipersensitivitas maupun reaksi alergi yang berat (anafilaksis). Gejala reaksi ini dapat berupa ruam kulit yang muncul tiba-tiba atau sifatnya parah, kesulitan bernapas, dan biduran.

4. Penyakit hati

Lamivudin juga dapat menimbulkan gangguan pada hati. Gejala yang muncul jika hati bermasalah termasuk:
  • Urine berwarna gelap
  • Penurunan selera makan
  • Tubuh kelelahan
  • Penyakit kuning, seperti kulit terlihat kekuningan
  • Mual
  • Nyeri di area perut 

5. Infeksi dan masalah lain

Risiko lain dari konsumsi lamivudin adalah infeksi, termasuk infeksi jamur dan bisa pula pneumonia maupun tuberkulosis. Risiko ini bisa menandakan bahwa pasien mengalami sindrom yang disebut sindrom kekebalan rekonstitusi inflamasi (IRIS).IRIS merujuk pada reaksi peradangan imun terhadap infeksi yang sudah diderita oleh pasien. Sindrom ini bisa terjadi setelah sistem imun yang kembali menguat setelah konsumsi obat ARV seperti lamivudine. 

Peringatan interaksi obat dari penggunaan lamivudin

Lamivudin merupakan obat keras yang juga memiliki risiko interaksi obat. Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan lamivudin, yaitu:
  • Emtricitabine dan kombinasi obat yang mengandung emtricitabine. Penggunaan bersama emtricitabine dengan lamivudin dapat menaikkan efek samping emtricitabine yang berbahaya. 
  • Trimethoprim/sulfamethoxazole, yang merupakan kombinasi antibiotik untuk penanganan infeksi bakteri
  • Obat yang mengandung sorbitol. Obat yang mengandung sorbitol juga dapat berupa obat bebas. Penggunaan lamivudin dengan obat yang mengandung sorbitol dapat mengurangi efektivitas lamivudin.
Bila rutin mengonsumsi lamivudin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat dan suplemen lain untuk menghindari risiko interaksi zat.

Perhatian dalam penggunaan lamivudin

Lamivudin merupakan obat yang perlu dikonsumsi dalam jangka panjang bahkan seumur hidup. Perhatikan poin-poin berikut ini dalam penggunaan lamivudin:
  • Jangan hentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penghentian penggunaan (atau tidak meminum obat) dapat memperburuk infeksi HIV maupun hepatitis B.
  • Konsumsilah lamivudin di jam yang sama setiap harinya. Tidak disiplin dalam konsumsi obat berisiko memperburuk infeksi.
  • Apabila lupa meminum lamivudin di jam yang sama dan baru ingat beberapa jam setelahnya, Anda harus segera meminum dosis yang terlewat tersebut. Namun, jika Anda baru ingat saat sudah mendekati jadwal dosis berikutnya atau keesokan harinya, Anda bisa menunggu dan mengonsumsi satu dosis saja di jam biasa. 

Catatan dari SehatQ

Ada sejumlah efek samping lamivudin yang berisiko dialami oleh pasien penderita infeksi HIV maupun hepatitis B. Efek samping lamivudin bisa bersifat serius sehingga penggunaannya hanya bisa diresepkan oleh dokter. Jika masih memiliki pertanyaan terkait efek samping lamivudin, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh gratis di Appstore dan Playstore sebagai penyedia informasi terkait obat-obatan yang terpercaya.
hivinfeksi virushepatitis b
AIDS Map. https://www.aidsmap.com/about-hiv/arv-background-information/lamivudine-epivir
Diakses pada 22 Desember 2020
Clinical Info HIV. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/glossary/immune-reconstitution-inflammatory-syndrome-iris
Diakses pada 22 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/lamivudine-oral-tablet
Diakses pada 22 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323872
Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait