Pneumonia: Si Penyebab Radang Paru-Paru Pemicu Nanah Dalam Paru

Selain timbulnya nanah, radang paru-paru pneumonia dapat menimbulkan kesulitan bernapas
Radang paru-paru yang sudah parah dapat menyebabkan timbulnya nanah pada paru atau disebut empiema

Pneumonia dan radang paru-paru seringkali disamakan satu sama lainnya, tetapi tahukah Anda bahwa keduanya adalah hal yang berbeda? Pneumonia adalah salah satu dari banyaknya penyebab dari radang paru paru atau pneumonitis.

Pneumonia merupakan salah satu pemicu radang paru-paru yang cukup dikenal serta dapat menimbulkan banyak komplikasi bila tidak segera ditangani. Salah satu komplikasinya adalah empiema.

[[artikel-terkait]]

Kaitan radang paru-paru pneumonia dan empiema

Empiema merupakan kondisi saat terdapat cairan berlebih dan nanah dalam ruang di antara paru-paru dan bagian dalam dinding dada atau ruang pleura. Nanah tersebut merupakan cairan yang terdiri dari sel-sel imun, bakteri, dan sel-sel tubuh yang mati.

Nanah dalam ruang pleural tidak dapat dikeluarkan melalui mulut berupa dahak dan perlu dikeluarkan melalui proses pembedahan atau jarum.

Saat pneumonia tidak segera ditangani, maka pleura atau jaringan paru di bagian luar paru-paru dan jaringan paru di bagian dada akan membengkak dan membuat Anda merasa sakit ketika menarik napas.

Ketika pembengkakan pleura tidak diobati, maka ruang pleura akan terisi dengan cairan dan menyebabkan efusi pleura. 

Sebenarnya, ruang pleura sudah mengandung cairan di dalamnya, tetapi infeksi pada cairan dalam ruang tersebut atau empiema menyebabkan cairan tersebut mengental dan membuat bagian dinding paru dan ruang dada lengket dengan satu sama lainnya.

Bagian dinding paru dan ruang dada yang melengket membuat suatu kantong yang akhirnya mengakibatkan kesulitan saat bernapas karena rongga yang dipakai untuk bernapas semakin sempit.

Infeksi cairan di ruang pleura umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Keduanya adalah bakteri pemicu radang paru paru pneumonia. 

Komplikasi radang paru-paru pneumonia lainnya

Selain empiema, radang paru-paru pneumonia yang tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi-komplikasi lainnya, seperti:

  • Kesulitan bernapas

Radang paru paru pneumonia yang parah membuat penderitanya memiliki kesulitan dalam bernapas dan harus dibawa ke rumah sakit untuk diberikan mesin yang membantu pernapasan atau ventilator. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak bisa bernapas dengan normal sendirinya.

  • Abses paru

Abses paru atau penumpukan nanah dalam ruang di paru hanya dapat diobati dengan antibiotik dan terkadang memerlukan pembedahan atau pengeluaran nanah melalui jarum atau pipa yang panjang. 

  • Bakteremia

Bakteremia terjadi ketika bakteri yang menginfeksi paru-paru masuk ke dalam pembuluh darah dan bisa menyebar ke organ lainnya. Bakteremia bukanlah suatu kondisi yang bisa diremehkan karena berpotensi menimbulkan gagal organ dan kematian.

Selain gagal organ, bakteremia juga dapat memicu syok septik yang membuat tekanan darah menurun secara ekstrim dan mengakibatkan kesulitan pada organ jantung untuk memompa darah.

  • Efusi pleura

Efusi pleura merupakan penumpukan cairan berlebih dalam ruang pleura yang bila tidak ditangani bisa terinfeksi dan menjurus ke empiema. Cairan berlebih tersebut hanya bisa dikeluarkan melalui bedah atau menggunakan pipa.

  • Kegagalan pernapasan

Saat seseorang mengalami radang paru paru pneumonia, organ paru bisa terisi dengan cairan dan membuat paru-paru kesulitan untuk mengedarkan oksigen ke dalam darah. Hal ini mampu mengakibatkan kegagalan pernapasan.

  • Gagal jantung

Jangan salah, radang paru paru pneumonia memang menyerang bagian paru-paru, tetapi radang paru paru pneumonia mampu meningkatkan risiko gagal jantung.

Kekurangan oksigen pada organ jantung, menyebarnya bakteri radang paru paru pneumonia ke organ jantung, ataupun stres tubuh karena penyakit radang paru paru pneumonia yang dihadapi mampu menambah potensi gagal jantung.

  • Gagal ginjal

Gagal ginjal adalah salah satu komplikasi yang umum terjadi karena radang paru paru pneumonia. Saat penderita mengalami bakteremia atau syok septik, jantung tidak mampu memompa darah yang cukup ke organ ginjal.

Kurangnya darah ke organ ginjal membuat ginjal tidak dapat bekerja dan mengakibatkan gagal ginjal.

Apa yang harus dilakukan?

Jangan sepelekan radang paru paru pneumonia, segera konsultasikan ke dokter bila Anda atau kerabat mengalami rasa sakit di dada, batuk secara terus-menerus atau batuk bernanah, kesulitan dalam bernapas, dan demam yang tinggi (di atas 39 derajat celsius).

Healthline. https://www.healthline.com/health/empyema
Diakses pada 03 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonitis/symptoms-causes/syc-20352623
Diakses pada 03 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 03 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/complications-pneumonia#3
Diakses pada 03 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed