Racun sianida ada di apel, singkong, hingga asap rokok
Racun sianida ternyata banyak terdapat di produk sehari-hari

Kasus kopi sianida sudah bisa menjadi bukti yang sangat cukup untuk melihat betapa berbahayanya racun sianida. Dalam jumlah tertentu, zat kimia ini bisa dengan instan membunuh siapapun yang mengonsumsinya.

Racun sianida pertama kali dipopulerkan dalam Perang Dunia I. Saat itu, komponen ini digunakan sebagai senjata kimia untuk mengalahkan musuh.

Selain dibuat di pabrik-pabrik untuk keperluan industri seperti pembuatan pestisida dan produksi baja, racun sianida juga secara alami terdapat di produk-produk yang sering kita gunakan. Hanya saja, kadarnya sangat kecil dan tidak mematikan.

Faktanya, racun sianida juga banyak terdapat di sekitar kita

Racun sianida tidak selalu mematikan, meski dalam jumlah tertentu bisa menimbulkan gejala keracunan. Selain itu, ada banyak produk maupun makanan di sekitar kita yang mengandung racun ini, tapi masih aman dikonsumsi dan digunakan karena kadar sianidanya sangat rendah.

Berikut ini, sumber racun sianida yang umum ditemukan di sekitar kita.

1. Asap rokok

Asap rokok adalah salah satu penyebab paparan racun sianida yang paling umum terjadi. Sebab, sianida secara alami memang terdapat pada tembakau. Bahkan, kadar sianida di dalam darah perokok, bisa 2,5 kali lebih banyak dibandingkan dari orang yang tidak merokok.

2. Tanaman

Ada beberapa tanaman yang mengandung sianida alami. Tanaman yang mengandung racun ini, umumnya berasal dari famili rosaceae, seperti:

  • Apel
  • Pir
  • Plum
  • Aprikot
  • Peach

Sianida pada buah-buahan tersebut, terdapat di bijinya. Sehingga, Anda masih aman mengonsumsi daging buah maupun kulitnya.

Selain itu, sianida juga terdapat pada singkong. Sehingga, saat mengolah singkong, penting bagi Anda untuk membersihkannya secara benar.

Jumlah racun sianida yang ada di tanaman-tanaman ini tidak cukup banyak hingga bisa menimbulkan gejala tertentu. Jadi, selama Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

3. Asap dari pembakaran sampah

Saat ini pembakaran sampah memang sudah tidak dianjurkan. Namun, masih banyak masyarakat yang membakar sampah rumah tangganya. Padahal, asap pembakaran sampah berbahaya untuk kesehatan.

Salah satu alasannya adalah karena asap ini berpotensi mengandung sianida dan menyebabkan keracunan. Asap yang mengandung sianida, biasanya muncul apabila benda yang dibakar terbuat dari karet, plastik, dan sutra.

4. Bahan kimia dalam bahan penghilang cat kuku

Beberapa jenis bahan kimia yang bukan sianida, dapat berubah menjadi racun sianida apabila berada di dalam tubuh dan memicu timbulnya gejala keracunan.

Kebanyakan jenis bahan kimia ini sudah ditarik dari peredaran. Namun sebelumnya, bahan ini kerap digunakan dalam cairan pembersih cat kuku dan pabrik plastik.

5. Bahan yang digunakan dalam industri tertentu

Industri fotografi, penelitian zat kimia, pembuatan baja, pemrosesan logam, tambang, serta proses produksi pestisida rentan terpapar racun sianida.

Ini tandanya jika Anda terpapar racun sianida

Orang yang tidak sengaja menghirup, menelan, maupun mengoleskan racun sianida ke tubuhnya dalam jumlah kecil, bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Napas menjadi tersengal-sengal
  • Detak jantung meningkat
  • Lemas
  • Cemas dan gelisah

Sementara itu, paparan racun sianida dalam jumlah yang lebih besar, bisa menimbulkan gejala berupa kondisi:

  • Kejang
  • Tidak sadarkan diri
  • Tekanan darah menurun
  • Gangguan fungsi paru-paru
  • Gagal napas hingga kritis
  • Detak jantung melambat

Perlu diketahui juga, gejala di atas, juga mirip dengan gejala penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Sehingga, mengalami gejala di atas belum tentu menandakan Anda keracunan sianida.

Apa yang harus dilakukan jika terpapar racun siandia?

Apabila Anda merasa sudah terpapar racun sianida, lakukan langkah-langkah di bawah ini sebagai pertolongan pertama.

  • Segera menyingkir dari area paparan. Apabila paparan terjadi di dalam ruangan, segera buka jendela dan pergi ke luar ruangan.
  • Secepatnya, buka pakaian Anda yang dirasa terkena paparan racun sianida. Jika memungkinkan, jangan lepas pakaian dengan cara biasa (melewati wajah dan kepala) dan gunting pakaian untuk melepaskannya dari tubuh.
  • Setelah itu, taruh pakaian tersebut di plastik tertutup dan jangan sentuh hingga bantuan datang. Jika ingin membuangnya, pastikan plastiknya sudah tertutup rapi, untuk mencegah paparan meluas.
  • Segera bilas tubuh Anda dengan banyak air mengalir dan sabun, serta basuh mata menggunakan air dalam jumlah yang banyak.
  • Bagi Anda yang menggunakan lensa kontak, segera lepas lensa kontak tersebut.
  • Cuci kacamata dengan air dan sabun sebelum kembali menggunakannya.
  • Jangan gunakan pemutih pakaian untuk menyingkirkan sianida dari kulit Anda.

Selama melakukan pertolongan pertama di atas, segera hubungi ambulans atau pergi ke IGD untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mencegah keparahan atau komplikasi, akibat paparan racun sianida.

CDC. https://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp
Diakses pada 27 November 2019

Department of Health, New York. https://www.health.ny.gov/environmental/emergency/chemical_terrorism/cyanide_general.htm
Diakses pada 27 November 2019

E-Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/cyanide_poisoning/article_em.htm#what_are_common_sources_and_causes_of_cyanide_poisoning
Diakses pada 27 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed