Rabun Dekat pada Anak, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya?

(0)
18 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Rabun dekat pada anak perlu pengecekan oleh dokter mataRabun dekat pada anak bisa diatasi dengan kacamata dari dokter
Hipermetropi atau rabun dekat adalah salah satu gangguan mata yang juga bisa terjadi pada anak-anak. Rabun dekat pada anak perlu dipantau dan diatasi karena bisa saja mengganggu aktivitasnya, termasuk proses belajar.Rabun dekat atau biasa disebut mata plus merupakan kondisi yang membuat penderita lebih mudah melihat objek berjarak lebih jauh daripada objek di jarak dekat. Objek dalam jarak dekat bisa tampak kabur, sehingga membuat aktivitas seperti membaca terasa sulit.

Penyebab rabun dekat pada anak

Penyebab mata plus pada anak sebenarnya tidak berbeda dengan pemicunya pada orang dewasa. Rabun dekat terjadi saat cahaya yang masuk ke mata jatuh dan difokuskan di belakang retina, bukan tepat pada retina.Rabun dekat bisa disebabkan oleh beragam hal di bawah ini:
  • Bentuk bola mata yang terlalu pendek
  • Bentuk kornea mata yang kurang melengkung
  • Faktor keturunan, di mana orang tua anak mungkin mengalami kondisi serupa
  • Sejumlah kondisi atau penyakit tertentu, seperti retinopati dan tumor mata

Bagaimana mengenali rabun dekat pada anak?

Anak-anak sering tidak mengerti apa yang mereka alami, termasuk gangguan penglihatan seperti rabun dekat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau dan mengawasi kondisi buah hatinya.Rabun dekat pada anak tidak selalu menimbulkan gejala. Namun bila bergejala, kondisi ini bisa menyebabkan sederet keluhan di bawah ini:
  • Sakit kepala
  • Mata terasa sakit
  • Sulit melihat objek dalam jarak dekat, seperti sulit membaca atau menulis
  • Pandangan kabur, terutama di malam hari
  • Sering menggosok-gosok mata
  • Kerap mengedip-ngedipkan mata dan mengerutkan dahi
  • Salah satu mata tampak juling ke arah dalam
Bila anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya bawa ia ke dokter spesialis mata. Dokter mata akan melakukan tes untuk mendiagnosis apakah Si Kecil mengalami rabun dekat atau tidak.

Cara mengatasi rabun dekat pada anak

Rabun dekat bukanlah kondisi langka pada anak. Sebagian besar penderita anak-anak sudah mengalaminya saat lahir. Namun seiring pertumbuhan, kondisi ini umumnya membaik dan sembuh.Tetapi jika anak tetap mengalami rabun dekat saat mata sudah berhenti berkembang, yaitu di usia sekitar 9 tahun, Anda perlu waspada. Orang tua perlu lebih memperhatikan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas dan mengajak buah hati ke dokter mata.Meski tidak mengalami gejala rabun dekat pun, orang tua disarankan untuk memeriksakan mata Si Kecil dokter mata secara berkala sejak ia berusia tiga tahun.Anak yang mengalami rabun dekat tidak selalu membutuhkan penanganan medis. Penanganan hanya dilakukan oleh dokter mata bila kondisi mata plus cukup berat, atau anak mengalami gejala yang menghambat aktivitasnya.Penanganan rabun dekat umumnya dengan memakai kacamata atau lensa kontak dengan lensa cembung. Meski demikian, terdapat juga langkah pengobatan lain yang bisa menjadi pertimbangan, yaitu operasi.Operasi dapat dilakukan dengan memodifikasi bentuk kornea atau lensa mata, sehingga cahaya bisa jatuh tepat pada retina. Contohnya, operasi LASIK.Bila Anda ingin memilih langkah operasi untuk buah hati, pastikan Anda mendiskusikannya secara rinci dengan dokter spesialis mata.

Tips untuk mencegah rabun dekat pada anak

Tidak ada langkah khusus untuk mencegah rabun dekat pada anak. Pasalnya, sebagian anak bisa saja terlahir dengan kondisi ini.Namun ada sejumlah cara untuk mengurangi risiko terkena rabun dekat dan mencegah perkembangannya agar tidak bertambah parah. Beberapa langkah ini meliputi:
  • Menjalani pemeriksaan mata secara berkala

Anda dianjurkan untuk memeriksakan mata anak ke dokter setidaknya tiga kali, yaitu saat anak berusia di bawah 1 tahun, antara usia 3-5 tahun, dan antara usia 6-17 tahun.
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang

Usahakan untuk memberi banyak sayuran dan buah, serta sajian kaya omega-3 (seperti tuna dan salmon) pada buah hati.
  • Memperhatikan pencahayaan

Menggunakan pencahayaan yang cukup terang saat belajar dan membaca, dapat membantu dalam mencegah munculnya mata plus pada anak.Rabun dekat atau hipermetropi merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh anak-anak. Gangguan mata ini cenderung membaik sendiri seiring pertambahan usia anak menuju remaja.Namun bila kondisi rabun dekat pada anak menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu perkembangan anak, segera periksakan ke dokter spesialis mata. Dokter dapat memberikan saran penanganan yang tepat, misalnya dengan menggunakan kacamata.
rabun dekatgangguan mata
American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/caring-for-your-vision/comprehensive-eye-and-vision-examination/recommended-examination-frequency-for-pediatric-patients-and-adults
Diakses pada 18 Agustus 2020
ICR Ophthalmology Center Barcelona. https://icrcat.com/en/eye-conditions/hyperopia-in-children/
Diakses pada 18 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/diagnosis-treatment/drc-20372499
Diakses pada 18 Agustus 2020
Mott Children’s Hospital. https://www.mottchildren.org/health-library/tc4144
Diakses pada 18 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait