Quercetin, Senyawa Flavonoid dengan Ragam Manfaat Kesehatan


Quercetin atau kuersetin adalah senyawa flavonoid yang terkandung dalam makanan tumbuh-tumbuhan. Manfaatnya pun beragam karena memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Quercetin tersedia dalam bentuk suplemen yang bisa dikonsumsi setelah Anda berkonsultasi dengan dokter.

(0)
10 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Quercetin adalah pigmen flavonoid dalam tumbuhan, salah satunya terkandung dalam tomatTomat merupakan salah satu sumber quercetin
Senyawa dalam tumbuhan banyak macamnya. Salah satu yang banyak dijual dalam bentuk suplemen karena manfaatnya adalah quercetin. Jenis flavonoid ini memang memiliki sifat antioksidan dan antiradang, sehingga dikaitkan dengan pencegahan beberapa penyakit.

Apa itu quercetin?

Quercetin atau kuersetin adalah pigmen yang masuk pada grup senyawa tumbuhan flavonoid. Flavonoid seperti quercetin memiliki sifat antioksidan untuk mengendalikan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas sendiri dikaitkan dengan kerusakan sel dan beragam penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.Quercetin adalah jenis flavonoid yang paling banyak jumlahnya dalam makanan. Diperkirakan bahwa senyawa ini dikonsumsi rata-rata 10-100 mg dalam sehari dari makanan yang kita konsumsi.

Manfaat quercetin untuk kesehatan

Sebagai senyawa tumbuhan, ini dia manfaat quercetin untuk kesehatan:

1. Berpotensi untuk kurangi peradangan

Beberapa riset melaporkan bahwa quercetin membantu memgurangi peradangan di tubuh. Sebuah riset tahun 2017 menyebutkan bahwa konsumsi kuersetin membantu mengurangi kekakuan otot, nyeri di pagi hari, dan nyeri setelah beraktivitas pada responden dengan rheumatoid arthritis. Riset ini melibatkan 50 orang wanita yang mengonsumsi 500 miligram kuersetin selama 8 minggu.Peradangan sendiri sebenarnya penting bagi tubuh untuk melawan infeksi dan memulihkan diri. Namun, jika berlebihan, peradangan tiada henti dikaitkan dengan beragam penyakit.

2. Diyakini membantu meredakan gejala alergi

Sifat antiradang pada kuersetin juga diyakini membantu meredakan gejala alergi. Uji tabung dan studi pada hewan menyebutkan, quercetin dapat menghambat enzim yang terlibat dalam peradangan, serta menekan senyawa kimia tubuh yang memancing peradangan, seperti histamin.Karena masih bersifat uji tabung dan studi pada hewan, studi pada manusia diperlukan untuk menguatkan klaim manfaat kuersetin ini.

3. Dilaporkan memiliki sifat antikanker

Efek antioksidan kuersetin juga membuatnya dipercaya memiliki sifat antikanker. Beberapa studi pada hewan dan uji tabung melaporkan potensi ini, bahwa quercetin dapat melemahkan sel kanker berbagai organ, seperti paru-paru, hati, kandung kemih, hingga usus besar.Studi pada manusia diperlukan untuk menguatkan klaim manfaat quercetin ini.

4. Berpotensi untuk menurunkan risiko gangguan otak kronis

Sifat antioksidan pada kuersetin juga dilaporkan berpengaruh baik untuk kesehatan otak, dengan melindunginya dari berbagai penyakit seperti Alzheimer dan demensia. Dalam sebuah studi pada hewan, tikus yang menerima injeksi kuersetin setiap dua hari selama 3 bulan mengalami penurunan penanda Alzheimer.Studi lain pun menemukan bahwa quercetin pada kopi menjadi kandungan kunci di minuman ini, yang membantu menurunkan risiko Alzheimer.

5. Diyakini membantu mengendalikan tekanan darah

Beberapa uji pada tabung menyebutkan, seperti dalam studi yang dimuat dalam The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics, kuersetin memiliki efek menenangkan bagi pembuluh darah.Studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association melaporkan, responden yang mengonsumsi quercetin setiap hari selama lima minggu berhasil mengalami penurunan tekanan darah – dengan rata-rata penurunan sistolik 5,8 mm Hg dan diastolik 2,6 mm Hg.

Sumber quercetin yang melimpah dalam makanan sehat

Quercetin terkandung dalam beragam makanan dari tumbuh-tumbuhan. Utamanya, flavonoid ini banyak terkonsentrasi pada bagian luar dan kulitnya.Beberapa sumber quercetin, termasuk:
  • Paprika kuning dan hijau
  • Bawang bombay, merah, dan putih
  • Asparagus yang dimasak matang
  • Ceri
  • Tomat
  • Apel merah
  • Buah anggur merah
  • Brokoli
  • Kale
  • Daun selada merah
  • Semua jenis berry, seperti cranberry, blueberry, dan raspberry
  • Teh hijau dan teh hitam

Perlukah konsumsi suplemen quercetin?

Anda bisa mencoba suplemen quercetin setelah berkonsultasi dengan dokter. Suplemen ini tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk kapsul dan bubuk. Suplemen quercetin biasanya hadir bersamaan dengan nutrisi lain, seperti vitamin C dan bromelain. Sebab, quercetin yang berdiri sendiri cenderung sulit diserap oleh tubuh.Quercetin yang dikonsumsi dalam bentuk suplemen cenderung aman dikonsumsi. Namun, jika Anda meminumnya melebihi 1000 mg dalam sehari, efek samping tertentu mungkin akan dirasakan – seperti sakit kepala, sakit perut, dan perasaan geli.Diskusikan dengan dokter sebelum Anda mencoba suplemen apa pun, termasuk suplemen quercetin. Hal ini terutama penting bagi ibu hamil dan menyusui karena riset penggunaan suplemen quercetin belum memadai pada kelompok tersebut. Suplemen quercetin juga dapat berinteraksi dengan obat tertentu, seperti antibiotik dan obat tekanan darah tinggi.

Catatan dari SehatQ

Quercetin adalah jenis flavonoid yang banyak terkandung dalam makanan tumbuh-tumbuhan. Manfaatnya yang beragam membuat beberapa orang ingin mencobanya dalam bentuk suplemen. Namun, selalu diskusikan dengan dokter sebelum Anda membeli suplemen quercetin.
makanan sehatnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/quercetin
Diakses pada 29 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27405810/
Diakses pada 29 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12065701/
Diakses pada 29 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27710596/
Diakses pada 29 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait