Pyrophobia, Takut Api yang Intens dan Luar Biasa


Pyrophobia adalah ketakutan luar biasa pada api. Begitu intensnya, phobia ini bisa berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari orang yang mengalaminya. Jenis takut api ini termasuk dalam gangguan kecemasan.

(0)
18 Feb 2021|Azelia Trifiana
Nyala lilin dapat membuat pengidap pyrophobia ketakutanNyala lilin dapat membuat pengidap pyrophobia ketakutan
Ketakutan luar biasa terhadap api disebut pyrophobia. Begitu intensnya, phobia ini bisa berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari orang yang mengalaminya. Jenis takut api ini termasuk dalam gangguan kecemasan.Sama seperti jenis phobia terhadap badut atau rumah berhantu, ketakutan ini bisa membuat kewalahan. Rasa takut yang muncul tidaklah rasional meski apa yang dihadapi sebenarnya tidak bersifat mengancam.

Gejala pyrophobia

Orang yang memiliki ketakutan intens terhadap api bisa merasakan gejala baik fisik maupun psikologis. Beberapa gejalanya seperti:
  • Mendadak merasa takut ketika teringat, berbicara, atau berada di sekitar api
  • Tidak bisa mengendalikan rasa takut meski tak ada alasan
  • Sebisa mungkin menghindari situasi yang ada api di dalamnya
  • Kesulitan beraktivitas harian karena ketakutan terhadap api
Secara fisik, gejala yang muncul adalah:
  • Detak jantung lebih cepat
  • Napas tersengal-sengal
  • Dada sesak
  • Keringat berlebih
  • Gemetar
  • Mulut kering
  • Merasa harus ke toilet sesegera mungkin
  • Mual
  • Sakit kepala
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa merasakan pyrophobia. Mereka akan menunjukkan tanda-tanda seperti menangis, rewel, membatu, tantrum, tidak mau beranjak dari sisi orangtua, dan tidak mau berbicara atau mendekat ke api.

Penyebab pyrophobia

perempuan ketakutan
Penderitanya mengalami ketakutan intens
Segala jenis phobia yang spesifik bisa disebabkan oleh beberapa hal berbeda. Penyebabnya bisa karena:
  • Pengalaman buruk

Orang yang mengalami ketakutan luar biasa terhadap api mungkin pernah mengalami pengalaman buruk di sekitar api. Contohnya seperti mengalami luka bakar, terjebak dalam kebakaran, atau kehilangan sesuatu atau seseorang akibat kebakaran.
  • Genetik

Dalam ulasan dari 25 studi, ditemukan bahwa anak yang memiliki orangtua dengan gangguan kecemasan lebih besar kemungkinan mengalami hal yang sama. Ini adalah hasil ketika dibandingkan dengan anak yang orangtuanya tidak memiliki gangguan psikologis apapun.Ada faktor kebiasaan juga dalam hal ini. Anak yang sejak kecil melihat orang terdekat dalam keluarganya sangat takut terhadap api, lama kelamaan bisa menganggap ketakutan itu sebagai hal yang benar.
  • Fungsi otak

Setiap orang memproses rasa takut secara berbeda. Pada orang dengan gangguan kecemasan, mereka bisa merasa lebih cemas dan khawatir dibandingkan dengan orang lain.

Cara menangani pyrophobia

Apabila tidak terlalu parah dan hanya membuat seseorang menghindari acara atau keperluan dengan api di dalamnya, pyrophobia hanya menimbulkan rasa tidak nyaman.Hanya saja, akan berbeda apabila kondisinya jauh lebih serius. Tak menutup kemungkinan, phobia ini bisa mengganggu sekolah, pekerjaan, hingga kehidupan sehari-hari secara signifikan.Apabila ini yang terjadi, konsultasikan dengan dokter.Pihak profesional akan melakukan wawancara sebagai tahap pertama pemeriksaan. Seluruh aspek seputar ketakutan dan gejalanya akan dicari tahu. Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan riwayat medis.Dari situ, akan dirumuskan langkah penanganan seperti:

Terapi

  • Terapi paparan

Dalam terapi ini, orang dengan phobia akan dihadapkan dengan sumber ketakutannya. Mereka memberikan paparan secara bertahap dan berulang untuk membantu mengelola rasa panik atau cemas.Tahapannya mulai dari berbicara atau berpikir tentang api, kemudian melihat gambar api, mendekati api dari jarak jauh, dan perlahan semakin mendekat.Selain tahapan itu, ada juga terapi paparan yang dilakukan dengan cara flooding, yaitu memberikan paparan yang paling berat terlebih dahulu.
  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif biasanya dilakukan bersamaan dengan terapi paparan. Caranya adalah dengan mendiskusikan rasa takut dan perasaan lain yang muncul dengan seorang terapis. Dari situ, bisa diketahui bagaimana pengaruh pola pikir terhadap gejala kecemasan.Kemudian, terapis dan kliennya akan bekerja sama mengubah pola pikir untuk meringankan gejala yang muncul. Selama proses terapi berlangsung, akan ditekankan bahwa objek yang selama ini ditakuti tidaklah memberi ancaman berarti.Dalam terapi ini juga dipelajari cara mengatur napas dan teknik relaksasi ketika dihadapkan dengan sumber ketakutan.

Konsumsi obat

Apabila diperlukan, dokter juga akan memberikan obat untuk meredakan rasa cemas. Contohnya seperti meresepkan:
  • Benzodiazepines

Obat penenang yang membantu menenangkan. Namun, obat semacam ini hanya diberikan untuk jangka pendek karena bisa menimbulkan ketergantungan.
  • Antidepresan

Beberapa jenis obat antidepresan juga efektif meredakan cemas berlebih. Cara kerjanya adalah dengan mengubah kinerja otak yang berperan dalam membentuk mood.
  • Beta-blocker

Obat semacam ini digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Meski demikian, ini juga bisa meredakan gejala kecemasan seperti detak jantung terlalu cepat dan tubuh gemetar.

Untuk tahu apa langkah paling tepat menangani pyrophobia, harus ditegakkan terlebih dahulu diagnosis sesuai dengan kondisi masing-masing. Apabila phobia sudah dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan tunda mencari pertolongan medis.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar pyrophobia dan gejala yang menyertainya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentaltrauma
Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/pyrophobia#symptoms
Diakses pada 3 Februari 2021
JAACAP. https://jaacap.org/article/S0890-8567(18)31913-0/fulltext
Diakses pada 3 Februari 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-fear-of-fire-2671887
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait