Pusar Bau Bukan Hanya karena Jarang Dibersihkan, Begini Cara Mengatasinya

(0)
27 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pusar bau dapat dicegah dengan membersihkannya secara teraturLipatan kulit pada pusar menyediakan tempat bagi kuman untuk tumbuh dan menjadi penyebab pusar bau
Pernahkah Anda mencium bau tak sedap dari pusar? Ini merupakan hal yang umum terjadi karena kotoran, bakteri, dan kuman-kuman lain dapat terkumpul di sana. Oleh sebab itu, kebersihan yang buruk menjadi penyebab utama pusar bau.Akan tetapi, terkadang pusar yang bau juga dapat menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti infeksi dan kista. Biasanya, kondisi tersebut disertai oleh gejala lain seperti nyeri, gatal, kemerahan, bengkak, dan lainnya.

Penyebab pusar bau

Lipatan kulit pada pusar menyediakan tempat bagi kuman untuk tumbuh. Apabila jumlah kuman rendah, maka tak akan menyebabkan bau. Namun jika sudah terlalu banyak, bisa menimbulkan bau yang tak sedap. Adapun penyebab pusar bau yang penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

1. Tidak menjaga kebersihan pusar

Lekukan pusar membuat keringat, kulit mati, dan kotoran terperangkap. Hal ini menyebabkan bakteri dan kuman lain berkembang hingga menimbulkan bau busuk apabila kebersihannya tidak terjaga. Semakin dalam pusar, maka semakin banyak pula kotoran dan kuman yang dapat menumpuk di dalamnya. Meski rajin mandi, namun pusar yang jarang atau bahkan tidak dibersihkan sama sekali menjadi penyebab paling umum pusar bau. Padahal semua area tubuh harus dibersihkan secara teratur agar tetap bersih dan sehat.

2. Infeksi jamur

Candida adalah jamur yang tumbuh di tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Pusar pun dapat menjadi tempat yang sempurna bagi candida untuk tumbuh. Ketika berkembang biak, candida bisa menyebabkan infeksi jamurInfeksi yang memengaruhi lipatan pada kulit, seperti ketiak, selangkangan, atau pusar disebut dengan candidal intertrigo. Selain menimbulkan bau, kulit pusar akan tampak merah, bersisik, dan melepuh. Penderita diabetes dan obesitas cenderung lebih berisiko mengalami infeksi ini.

3. Infeksi akibat tindakan tertentu

Tindakan tertentu pada area pusar, seperti operasi hernia umbilikalis atau tindik pusar dapat menyebabkan pusar berisiko lebih tinggi terkena infeksi. Pembuatan lubang di kulit pusar tersebut memungkinkan bakteri untuk masuk. Kondisi ini dapat ditandai dengan pusar yang mengeluarkan nanah berbau, nyeri, kemerahan, pembengkakan, dan demam.

4. Kista epidermoid dan pilar

Kista epidermoid dan pilar dapat terjadi pada pusar. Kista epidermoid adalah benjolan yang dimulai pada lapisan atas kulit, sementara kista pilar dimulai di dekat folikel rambut. Kedua kista ini mengandung sel-sel dalam membran yang menghasilkan dan mengeluarkan protein keratin yang tebal. Jika salah satu kista ini membesar dan pecah, maka akan mengalir cairan yang tebal, kuning, dan berbau busuk hingga menyebabkan pusar bau. Bahkan kista juga dapat terinfeksi dan mengalami peradangan.

5. Kista sebasea

Kista sebasea lebih jarang terjadi daripada kista epidermoid dan pilar. Kista ini berasal dari kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum (minyak alami) untuk melumasi kulit dan melindunginya. Kista sebasea dapat terinfeksi sehingga menyebabkan gatal, kemerahan, nyeri, dan terasa perih. Apabila terjadi peradangan, maka akan mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat.

Cara mengatasi pusar bau

Dalam mengatasi pusar bau tentu bergantung pada penyebabnya. Namun, menjaga kebersihan pusar menjadi hal utama yang harus dilakukan. Membersihkan pusar dapat mencegah dan menghilangkan penumpukan kulit mati, keringat, kuman, dan minyak yang diproduksi tubuh secara alami. Gunakanlah air hangat dan sabun lembut untuk membersihkan pusar. Lalu, usaplah dengan waslap secara perlahan tepat di dalam pusar. Bilas kembali dengan air hangat yang bersih dan keringkan dengan handuk guna memastikan bahwa tak ada air yang menggenang di pusar. Anda dapat melakukannya secara teratur sambil mandi, terutama setelah banyak mengeluarkan keringat ketika cuaca panas atau berolahraga. Apabila pusar bau disebabkan oleh infeksi, dokter mungkin akan merekomendasikan obat antijamur atau antibiotik topikal untuk mengatasinya. Ini tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan infeksi. Sementara, jika terjadi akibat tindik, maka lepaskanlah tindikan tersebut dan bersihkan dengan sabun antimikroba serta air hangat.Namun, apabila disebabkan oleh kista yang mengganggu, dokter akan menyuntikkan obat-obatan, mengeringkannya, atau membuang seluruh kista. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter terutama jika bau pada pusar disertai dengan gejala lain yang membuat Anda tidak nyaman.
infeksi jamurkista epidermoidhernia umbilikalis
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-does-my-belly-button-smell#treatment
Diakses pada 14 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706#how-to-clean
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait