logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Sering Pura-pura Sakit Bisa Jadi Tanda Sindrom Munchausen

open-summary

Sindrom Munchausen adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan sering pura-pura sakit secara sengaja dan sering mengaku mengalami gejala-gejala penyakit tertentu. Pengidap kelainan ini berbohong dan mengaku sakit agar mendapat perhatian dari orang lain.


close-summary

3.71

(7)

18 Mar 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sindrom Munchausen adalah suatu kondisi psikologis yang membuat seseorang sering pura-pura sakit

Sindrom Munchausen adalah suatu kondisi psikologis yang membuat seseorang sering pura-pura sakit

Table of Content

  • Apa itu sindrom Munchausen?
  • Penyebab sindrom Munchausen
  • Gejala sindrom pura-pura sakit alias sindrom Munchausen
  • Apakah sindrom Munchausen bisa disembuhkan?

Biasanya, saat seseorang pura-pura sakit dan izin dari bekerja, kuliah atau sekolah, ada alasan yang mendorong perilaku ini seperti sedang ingin berlibur atau perlu mengerjakan sesuatu. Beberapa orang juga pura-pura sakit untuk mendapatkan keuntungan finansial dari asuransi. Namun jika alasan-alasan di atas bukanlah penyebab seseorang mengaku sakit padahal tidak, bisa jadi orang tersebut mengidap sindrom Munchausen.

Advertisement

Apa itu sindrom Munchausen?

Sindrom Munchausen adalah kelainan psikologis yang pengidapnya punya ciri khas sering pura-pura sakit atau menciptakan gejala-gejala palsu agar terlihat seperti sedang sakit dengan tujuan semata-mata untuk mencari perhatian atau ingin dikasihani.

Penderita Munchausen Syndrome sering kali menunjukkan tanda-tanda seperti, berbohong dengan berpura-pura mengalami gejala tertentu. Bahkan, untuk meyakinkan orang lain bahwa dirinya sedang sakit, penderita sindom ini bisa menyakiti diri sendiri atau sengaja memanipulasi hasil pemeriksaan.

Penyebab sindrom Munchausen

Penyebab sindrom Munchausen belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap gangguan kejiwaan ini, seperti:

  • Trauma masa kecil akibat kekerasan baik fisik, emosional, ataupun seksual
  • Gangguan kepribadian
  • Depresi
  • Riwayat sakit parah saat masih kecil
  • Pernah mendapatkan perhatian yang membekas saat sakit
  • Kehilangan orang terdekat, bisa karena kematian atau ditinggalkan
  • Punya keinginan kuat untuk dekat atau berhubungan dengan tenaga kesehatan

Ini adalah sindrom yang langka dan hingga kini sulit diketahui jumlah penderitanya. Pasalnya, orang yang sering sengaja pura-pura sakit tidak jarang sampai memalsukan identitas untuk bisa mendapatkan perawatan medis berkali-kali atau sengaja berpindah-pindah fasilitas kesehatan.

BACA JUGA: Sering Pura-pura Sakit untuk Menghindari Berbagai Hal Disebut Malingering

Gejala sindrom pura-pura sakit alias sindrom Munchausen

Tidak semua orang yang senang bersandiwara sakit pasti mengidap sindrom Munchausen. Untuk lebih jelasnya, mari simak pura-pura sakit seperti apa yang termasuk gejala sindrom ini.

  • Pura-pura mengalami sakit secara fisik, misalnya mengeluhkan sakit pada perut, nyeri pada dada, maupun sakit di bagian tubuh lainnya. Perilaku ini paling sering ditunjukkan oleh penderita sindrom Munchausen.
  • Pura-pura mengalami gangguan mental. Penderita akan bertingkah seolah-olah mampu mendengar suara-suara gaib atau melihat hal-hal tidak kasatmata.
  • Sengaja membuat dirinya sakit, misalnya minum obat atau senyawa kimia tertentu agar sakit perut maupun menggosok luka dengan tanah agar infeksi.
  • Memiliki riwayat penyakit yang dramatis, tapi tidak konsisten.
  • Mengalami gejala penyakit yang tidak jelas, bahkan bisa bertambah parah seiring dilakukannya tindakan pengobatan terhadap gejala tersebut.
  • Munculnya gejala baru. Tapi ketika dilakukan tes laboratorium, hasilnya negatif.
  • Memperlihatkan gejala penyakit hanya ketika sedang diperiksa maupun sedang bersama orang lain.
  • Mengaku penyakitnya kambuh, padahal kondisinya tampak sudah semakin sehat
  • Memiliki pengetahuan luas tentang istilah medis, misalnya deksripsi penyakit maupun obat.
  • Memiliki beberapa bekas luka operasi.
  • Sangat antusias ketika disarankan menjalani operasi. Mereka bahkan tidak segan meminta untuk dioperasi sekalipun tahu bahwa hal ini tidak diperlukan dan justru dapat membahayakan nyawa mereka.
  • Memiliki riwayat mengunjungi dokter atau rumah sakit yang berbeda-beda, bahkan hingga rumah sakit di luar kota atau di luar negeri.
  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah.
  • Enggan mempertemukan dokter dengan orangtua, pasangan, kerabat, atau dokter yang pernah merawatnya.

Dokter maupun tenaga medis lain bisa saja tertipu oleh sandiwara penderita hingga akhirnya menyetujui permintaan mereka. Pasalnya, pengidap sindrom ini sangat manipulatif.

Umumnya, ketika kebohongannya terbongkar dan ketahuan oleh dokter atau pihak rumah sakit, penderita akan langsung angkat kaki. Setelah itu, mereka akan mencari rumah sakit lain untuk mengulangi tindakan yang sama.

Baca Juga

  • Mengenal Jenis-Jenis Skizofrenia yang Dahulu Menjadi Acuan Para Ahli
  • Mengubah Diri agar Cocok dengan Teman, Ini Ciri Kepribadian Ganda?
  • Tanda dan Penyebab Perempuan Mengidap Cinderella Complex

Apakah sindrom Munchausen bisa disembuhkan?

Sekalipun ingin sembuh, penderita sindrom Munchausen umumnya tidak bisa menahan diri untuk tidak berpura-pura. Mereka juga terkenal manipulatif dan suka berbohong.

Selain itu, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan gangguan mental tersebut. Namun dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan untuk mengurangi kecemasan maupun rasa khawatir berlebihan bila memang itu sumber dan penyebab munculnya kelainan mental ini.

Satu-satunya jalan untuk meredakan gejala sindrom Munchausen ialah dengan mengandalkan terapi dari psikiater maupun psikolog berlisensi. Meski tidak ada standar baku untuk pengobatan sindrom ini, terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) terbukti efektif dalam membantu meringankan gejala pada penderita.

Untuk berdiskusi lebih jauh soal kebiasaan pura-pura sakit akibat sindrom Munchausen, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan psikolog maupun psikiater lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store maupun Google Play.

Advertisement

gangguan mentalgangguan kepribadiansindrom munchausen

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved