Pupil Lebih Kecil Hingga Wajah Tak Berkeringat, Mungkinkah Gejala Sindrom Horner?

(0)
26 Sep 2020|Azelia Trifiana
Sindrom Horner adalah kumpulan beberapa gejala akibat masalah jalur saraf dari otak ke wajah. Gejala sindrom Horner umumnya paling terlihat di bagian kelopak mata. Sindrom langka ini bisa dialami orang dengan usia berapapun.Dikenal juga dengan nama oculosympathetic palsy, seseorang yang mengalami gejala sindrom ini harus segera berkonsultasi dengan dokter. Bahkan jika gejala yang muncul cukup ringan, perlu diagnosis agar tahu kondisi medis yang perlu diatasi.

Gejala sindrom Horner

Sebagian besar gejala sindrom Horner hanya berdampak pada satu sisi wajah. Beberapa contoh gejala sindrom Horner yang mungkin terjadi adalah:
  • Anisokoria, dimana pupil salah satu mata lebih kecil (miosis) dibandingkan dengan mata lainnya
  • Pupil sangat lambat membesar atau tidak sama sekali saat berada di ruangan gelap
  • Kesulitan melihat dalam gelap
  • Kelopak mata bagian atas cenderung menurun (ptosis)
  • Kelopak mata bagian bawah sedikit naik (reversed ptosis)
  • Satu sisi wajah cenderung tidak berkeringat (anhidrosis)
  • Mata tampak cekung
  • Pada anak-anak, iris mata yang terkena sindrom Horner cenderung lebih terang
  • Salah satu sisi wajah tidak bisa memerah saat terkena panas atau reaksi emosional
Jika diklasifikasikan lebih lanjut, sindrom Horner juga memiliki beberapa gejala serius, seperti:
  • Sakit kepala parah
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri leher yang mendadak dan parah
  • Otot lemah
  • Tidak bisa mengendalikan gerakan otot
Apabila gejala di atas muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis pasti.

Penyebab terjadinya sindrom Horner

Penyebab umum terjadinya sindrom Horner adalah kerusakan jalur saraf antara otak dan wajah. Padahal, sistem saraf ini mengendalikan banyak hal mulai dari ukuran pupil, detak jantung, tekanan darah, keringat, dan lainnya. Sistem saraf yang terpengaruh adalah yang bertugas untuk merespons perubahan di lingkungan sekitar.Pada orang yang mengalami sindrom Horner, ada 3 susunan saraf/neuron yang mungkin bermasalah. Sebutan untuk susunan saraf ini adalah first-order neurons, second-order neurons, dan third-order neurons.Setiap bagian neuron ini memiliki penyebab kerusakan yang berbeda-beda, yaitu:
  • First-order neuron

Jalur first-order neuron ada pada dasar otak hingga bagian atas sumsum tulang belakang. Kerusakan bagian neuron ini bisa terjadi karena trauma di leher, stroke, tumor, multiple sclerosis, atau kista di rongga tulang belakang.
  • Second-order neuron

Sementara second-order neuron membentang dari kolom tulang belakang, melewati dada bagian atas, hingga sisi leher. Masalah neuron di bagian ini dapat terjadi karena riwayat bedah toraks/rongga dada, kerusakan pembuluh darah utama jantung, tumor, kanker paru-paru, atau cedera traumatis.
  • Third-order neuron

Bagian ketiga neuron ini membentang dari leher hingga ke kulit wajah, serta otot yang mengendalikan kelopak mata serta iris. Masalah pada third-order neuron bisa terjadi karena cedera pada arteri karotid leher, sakit kepala parah, atau tumor di tengkorak.Sementara pada anak-anak, penyebab yang paling umum memicu sindrom Horner adalah:
  • Neuroblastoma, tumor di sistem saraf dan hormon
  • Cedera saat persalinan di area pundak atau leher
  • Cacat aorta jantung bawaan lahir
Selain beberapa penyebab sindrom Horner di atas, ada juga kondisi yang tidak diketahui penyebabnya atau idiopathic.

Diagnosis dan penanganan sindrom Horner

Proses diagnosis sindrom Horner akan dilakukan berdasarkan beberapa tingkatan. Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat gejala yang muncul. Apabila diduga yang terjadi adalah sindrom Horner, dokter akan merujuk ke dokter spesialis mata.Kemudian, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan refleks pupil dan memberikan tetes mata khusus untuk membandingkan reaksi kedua pupil mata. Apabila dari hasil pemeriksaan diketahui ada kerusakan saraf, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa MRI, CT scan, rontgen, pemeriksaan darah, dan juga pemeriksaan urin.Sebenarnya, tidak ada penanganan spesifik untuk masalah sindrom Horner. Justru pemicu munculnya sindrom ini yang akan ditangani. Jika gejala yang muncul tidak terlalu parah, bisa jadi tidak perlu penanganan apapun.
penyakit paru-parupenyakitkanker
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/horner-syndrome/symptoms-causes/syc-20373547
Diakses pada 12 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/horners-syndrome#symptoms
Diakses pada 12 September 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1220091-overview
Diakses pada 12 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait