Sulli meninggal dunia akibat bunuh diri
Sulli ditemukan meninggal dunia, diduga akibat bunuh diri (sumber foto: instagram.com/jelly_jilli)

Penyanyi dan aktris asal Korea Selatan, Sulli, ditemukan meninggal dunia di kediamannya. Bunuh diri, disebut menjadi penyebab meninggalnya artis bernama asli Choi Jinri ini. Manajernya menyebutkan, Sulli memiliki riwayat depresi sejak beberapa waktu yang lalu.

Bukan kali pertama, depresi memicu seseorang mengambil keputusan untuk bunuh diri. Sayangnya, hingga saat ini, kejadian bunuh diri yang dipicu oleh depresi maupun kondisi mental yang lain, masih terus ada, dan cenderung tidak berkurang.

Sulli, depresi dan bunuh diri

Sudah banyak artis, penyanyi, maupun public figure, yang meninggal akibat bunuh diri. Pekerjaan yang penuh dengan tekanan, serta jutaan mata yang mengawasi gerak-gerik keseharian, membuat para artis rentan terhadap kondisi mental, seperti depresi.

Sulli, sudah terjun ke dunia hiburan sejak belia. Kariernya dimulai sejak ia menjadi artis cilik, dilanjutkan menjadi idola remaja saat bergabung dengan grup besutan SM Entertainment, f(x). Setelah keluar dari f(x), Sulli melanjutkan kariernya sebagai aktris. Saat ini, di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Sulli memutuskan untuk “pergi”.

Sulli termasuk salah satu artis asal Korea Selatan yang seringkali mendapat hujatan di media sosial. Perilakunya, bagi sebagian orang dinilai kontroversial.

Sulli pernah menunjukkan dirinya sedang menangis, di akun media sosialnya. Saat itu, tidak sedikit orang yang mencibir dan menertawainya. Padahal, belum tentu mereka mengetahui peristiwa yang sedang dilaluinya saat itu.

Menurut manajernya, Sulli memiliki riwayat depresi sejak beberapa waktu yang lalu. Memang, tidak semua orang yang depresi pasti akan berujung bunuh diri. Namun, kondisi ini adalah salah satu pemicu yang paling umum dari kejadian bunuh diri.

Bunuh diri adalah penyebab kedua terbanyak penyumbang angka kematian untuk anak muda. Sehingga, hal yang terjadi pada Sulli sebenarnya bukanlah kasus satu di antara sejuta.

Orang-orang yang meninggal karena bunuh diri, tidak ingin mati. Mereka hanya tidak ingin merasakan sakit lagi. Jika ada orang-orang di sekitar Anda yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri, segera tawarkan bantuan.

Tanda-tanda munculnya keinginan bunuh diri

Bunuh diri bisa dicegah, asal tanda-tandanya dikenali sejak awal. Jika Anda atau orang di sekitar Anda merasakan tanda-tanda di bawah ini, segera cari bantuan.

  • Menjauhkan diri dari orang-orang terdekat
  • Merasa tidak ada harapan lagi atau merasa terjebak dengan kehidupan saat ini
  • Sering berbicara tentang kematian atau bunuh diri
  • ‘Mewariskan’ barang peninggalan
  • Lebih sering menyalahgunakan obat-obatan maupun alkohol
  • Lebih sering mengalami mood swings
  • Mudah marah, memiliki emosi lebih tinggi
  • Berani melakukan kegiatan berisiko dan berbahaya, seperti menggunakan narkoba
  • Berperilaku seolah ingin “pamit” ke orang-orang sekitar
  • Merasa cemas berlebihan

Jika ada orang sekitar Anda menunjukkan tanda-tanda di atas, segera cari bantuan. Jangan remehkan omongan ingin bunuh diri. Hal itu merupakan salah satu cara orang tersebut mencari bantuan.

Apa yang harus dilakukan jika merasa ingin bunuh diri?

Keinginan bunuh diri dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang. Sayangnya, saat ini masih belum banyak orang yang mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila keinginan tersebut muncul, baik di diri sendiri maupun di orang sekitar. 

Psikolog dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Retha Arjadi, M.Psi  menyatakan, jika keinginan bunuh diri mulai muncul, hal pertama yang dapat dilakukan adalah melihat ke dalam diri dan mencoba mencari tahu apa yang sedang dirasakan. Setelah itu, jujur pada diri sendiri dan mengakuinya adalah hal yang perlu dilakukan.

"Mengakui bahwa diri sedang bermasalah atau tertekan seringkali membantu karena kita berempati pada diri sendiri dan tidak menuntut diri untuk selalu tidak punya masalah (seolah harus selalu kuat apapun yang terjadi). Kita manusia dan bisa lelah" ungkap Retha.

Selanjutnya, mencari teman bicara atau orang-orang terdekat yang bisa dipercaya dan menerima dengan terbuka adalah tahap yang penting dilakukan sebagai upaya mengeluarkan perasaan-perasaan negatif yang dimiliki untuk meringankan beban. Jika keinginan bunuh diri semakin lama semakin intens, maka konsultasi ke profesional kesehatan mental seperti psikolog dan psikiater, sangat disarankan.  

Di sejumlah daerah di Indonesia, psikolog dan psikiater sudah banyak berpraktik di puskesmas serta rumah sakit. Selain itu, saat ini sudah banyak platform online yang menyediakan layanan konseling dengan psikolog dan psikiater. Salah satunya komunitas Into the Light Indonesia.

Namun perlu diperhatikan, jika dalam kondisi krisis dan keinginan bunuh diri sangat kuat, menghubungi polisi dapat menjadi alternatif pertama. Langkah ini  terutama bertujuan untuk menghalau berbagai bentuk tindakan membahayakan diri yang mungkin dilakukan orang dengan pemikiran bunuh diri.

"Saat masa krisis sudah lewat, profesional kesehatan mental dapat mengambil alih dengan penanganan psikologis yang dibutuhkan" tutup Retha.

Cara mencegah bunuh diri untuk diri sendiri

Bagi Anda yang memiliki keinginan untuk bunuh diri dan memiliki riwayat depresi, ingat bahwa Anda tidak sendiri. Depresi adalah penyakit yang bisa ditangani. Jika satu jenis perawatan belum berhasil, masih ada jenis perawatan lain yang bisa dilakukan.

Sambil menjalani perawatan depresi, berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau mencegah keinginan bunuh diri.

  • Cari bantuan profesional
  • Tanyakan ke dokter, obat jenis apa yang paling tepat untuk kondisi Anda
  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Buat lingkungan Anda menjadi lebih nyaman
  • Pelan-pelan, belajar selesaikan masalah Anda
  • Pikirkan lagi alasan Anda harus hidup
  • Berkontaklah dengan orang lain
  • Bicara dengan orang yang Anda percaya
  • Cari kegiatan yang bisa mengalihkan pikiran Anda

Cara mencegah orang terdekat bunuh diri

Apabila ada orang di sekitar Anda yang terlihat memiliki keinginan ingin bunuh diri, lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegahnya.

1. Tanyakan keadaannya

Saat seseorang terlihat memiliki keinginan untuk bunuh diri, tanyakan langsung padanya, apakah ia terpikir untuk bunuh diri. 

2. Jaga mereka agar tetap aman

Cari tahu, apakah mereka sudah menemukan cara untuk bunuh diri, hindari mereka dari hal-hal yang berhubungan dengan itu. Jika ia dalam bahaya, segera panggil bantuan.

3. Dengarkan keluh kesahnya

Dengarkan alasan yang memicu keinginan bunuh diri dalam dirinya. Dengarkan dengan empati, tanpa menghakimi.

4. Bantu untuk kembali membangun hubungan dengan orang terdekat

Bantu mereka untuk kembali dekat dengan orang-orang terdekatnya, baik itu keluarga, teman dekat, teman kerja, dokter, terapis, atau orang-orang lain yang dirasa dapat membantunya.

5. Sering-sering memeriksa keadaan mereka

Sering-seringlah melihat keadaan orang-orang terdekat, untuk memastikan mereka baik-baik saja. Memberikan perhatian pada mereka, bisa membantu meringankan beban yang dirasakan.

Bekali diri Anda seputar pengetahuan tentang tanda-tanda bunuh diri dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Jangan sampai, stigma yang masih melekat tentang depresi dan bunuh diri, menjadi penghalang kita untuk menolong diri sendiri maupun nyawa orang lain yang membutuhkan.

WebMD. https://www.webmd.com/depression/guide/depression-recognizing-signs-of-suicide#1
Diakses pada 14 Oktober 2019

Find Your Words. https://findyourwords.org/understanding-depression/help-someone-with-depression-and-suicidal-thoughts/
Diakses pada 14 Oktober 2019

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/suicidal-ideation-380609
Diakses pada 14 Oktober 2019

UC Santa Cruz. https://caps.ucsc.edu/resources/depression.html
Diakses pada 14 Oktober 2019

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/tips-for-coping-with-suicidal-thoughts-1067530
Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed