logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mysophobia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

open-summary

Mysophobia atau yang juga dikenal dengan nama germaphobia, bacteriophobia, bacillophobia, atau verminophobia, adalah kondisi yang membuat seseorang sangat takut akan kuman yang bisa menimbulkan penyakit.


close-summary

14 Nov 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Mysophobia terhadap kuman

Rasa takut akan kuman yang disebabkan mysophobia, bisa saja mengganggu aktivitas Anda.

Table of Content

  • Seperti apa gejala mysophobia?
  • Penyebab mysophobia
  • Bagaimana cara mengatasi mysophobia?

Setiap orang pasti tidak ingin kontak dengan kuman seperti bakteri, virus, apalagi parasit yang bisa menimbulkan penyakit. Akan tetapi, jika rasa takut itu sampai menimbulkan kerugian dalam aspek sosial, bisa jadi itu adalah mysophobia.

Advertisement

Mysophobia, atau yang juga dikenal dengan nama germaphobia, bacteriophobia, bacillophobia, atau verminophobia, adalah kondisi yang membuat seseorang sangat takut akan kuman yang bisa menimbulkan penyakit.

Seperti apa gejala mysophobia?

Mysophobia tidak hanya membuat pengidapnya takut akan situasi yang bisa membuatnya terpapar langsung dengan kuman. Di saat ia memikirkan tentang kuman atau hal kotor sekalipun, rasa takut dan cemas akan langsung menghantuinya.

Beberapa hal di bawah ini adalah gejala emosional dan psikologis dari mysophobia:

  • Merasakan teror hebat dari rasa takutnya terhadap kuman
  • Cemas, khawatir, dan gelisah terkait paparan kuman
  • Munculnya rasa takut berlebihan bahwa kuman akan menyebabkan penyakit bersarang pada tubuh
  • Tidak berdaya untuk mengendalikan rasa takut akan kuman
  • Berusaha mengalihkan perhatian untuk tidak memikirkan kuman sama sekali

Dalam “membentengi” dirinya dari kuman, pengidap mysophobia bisa menunjukkan reaksi tak terkontrol, hingga melakukan hal-hal di luar batas untuk menghindari benda kotor.

Tidak hanya itu, bahkan pengidap mysophobia bisa melakukan hal-hal yang membuatnya jadi tidak produktif saat bekerja, ataupun sulit berbaur dengan lingkungan sekitar. Sebab, rasa takutnya akan kuman, membuatnya jadi menghindari banyak hal, yang ia anggap sangat kotor dan dihinggapi banyak kuman.

Perubahan perilaku di bawah ini juga bisa terjadi pada pengidap mysophobia:

  • Menghindari atau meninggalkan situasi (tempat) yang dihinggapi banyak kuman
  • Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan cara agar tidak terkontaminasi oleh kuman
  • Mencari bantuan untuk menghindari kuman
  • Sulit produktif di tempat-tempat seperti sekolah, kantor, atau bahkan rumah
  • Mencuci tangan secara berlebihan
  • Menghindari sentuhan dengan orang lain
  • Menghindari keramaian dan juga binatang

Akibatnya, gejala fisik seperti berkeringat, sulit bernapas, rasa sakit pada dada, jantung berdebar, sakit kepala, hingga sulit tenang, bisa terjadi akibat takut akan kuman yang meneror pikiran.

Penyebab mysophobia

Mungkin Anda bertanya-tanya, dari mana rasa takut berlebih akan kuman?

Beberapa hal di bawah ini, dapat menjelaskan mengapa mysophobia diidap oleh seseorang:

1. Pengalaman “pahit” di masa kecil

Banyak studi yang menyebutkan bahwa pengidap mysophobia mengalami pengalaman traumatik atau hal yang tidak menyenangkan dengan kuman. Akibatnya, ketika sudah beranjak dewasa, rasa takut akan kuman semakin tumbuh dan membesar.

2. Faktor genetik

Fobia dapat timbul dari hubungan genetik, yang turun dari keluarga. Memiliki anggota keluarga yang punya sebuah fobia atau gangguan kecemasan lainnya, dapat meningkatkan risiko seseorang teridap mysophobia.

3. Faktor lingkungan

Kebiasaan yang sering dilakukan saat kecil, karena faktor lingkungan atau kepercayaan, juga menjadi pemicu dari timbulnya mysophobia.

4. Faktor otak

Perubahan tertentu dalam kimia dan fungsi otak, disebut memiliki peran dalam menumbuhkan fobia tertentu dalam diri seseorang.

Para pengidap obsesif-kompulsif (OCD) juga sangat berisiko mengalami mysophobia. Sebab, mysophobia dan OCD memiliki beberapa kesamaan gejala, dalam hal kebersihan.

Walau begitu, keduanya adalah kondisi yang berbeda. Misalnya, salah satu gejala yang sering ditunjukan oleh mysophobia adalah sering mencuci tangan, untuk melindungi tubuh dari kuman. Pengidap OCD pun juga menunjukkan gejala serupa. Namun, motif dari mencuci tangannya lah yang berbeda.

Jika penderita OCD mencuci tangan untuk mengatasi rasa stres yang dirasakan, pengidap mysophobia mencuci tangannya untuk menghilangkan kuman.

Diagnosis psikolog mengenai kondisi Anda sangatlah penting. Dengan demikian, Anda bisa menjalani perawatan yang tepat, hingga pulih.

Baca Juga

  • Menyimak Keakuratan Tes MBTI yang Populer di Intenet
  • Nephophobia: Phobia Langka yang Membuat Anda Takut Terhadap Awan
  • 7 Penyebab Batuk Tak Kunjung Sembuh dan Terus-menerus, serta Cara Mengatasinya

Bagaimana cara mengatasi mysophobia?

Tentu saja, mysophobia dapat ditangani. Sebab, memang ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah, untuk meredakan gejala dari mysophobia, seperti berikut ini.

  • Meditasi untuk menghilangkan kecemasan
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti melatih pernapasan atau yoga
  • Tetap aktif dan produktif
  • Tidur dengan cukup
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Paksa diri untuk menghadapi situasi yang ditakuti
  • Mengurangi konsumsi kafein

Jika beberapa cara diatas tak kunjung mengatasi mysophobia Anda, Anda bisa menemui psikoterapi atau konseling membantu  Anda dalam menghadapi ketakutan terhadap kuman.

Pada kondisi ini, perawatan yang paling berhasil untuk fobia adalah terapi paparan dan terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi pemaparan atau desensitisasi melibatkan pemaparan bertahap terhadap pemicu mysophobia yang sedang Anda alami.

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan yang timbul akibat paparan kuman. CBT biasanya digunakan dalam kombinasi dengan terapi pajanan yang mencakup serangkaian keterampilan koping yang dapat penderita terapkan dalam situasi serangan panik terhadap kuman.

Rasa takut akan kuman, memang terdengar sangat normal. Namun, jika mysophobia sudah mengganggu aktivitas atau produktivitas Anda sehari-hari, tentunya, fobia ini harus segera diatasi.

Berkonsultasi ke dokter juga merupakan opsi yang tepat, agar pengidap mysophobia bisa tahu cara mengalahkan rasa fobianya, dengan tepat.

Advertisement

penyakitkesehatan mentalfobia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved