Punya Keturunan Diabetes? Cegah Risikonya dengan 5 Langkah Ini

punya keturunan diabetes, cegah dengan pola hidup sehat
cegah diabetes keturunan dengan pola hidup sehat

Bagi Anda yang mempunyai keturunan diabetes atau memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes, sebaiknya perlu berhati-hati. Pasalnya, hal tersebut dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit diabetes.

Ya, diabetes, khususnya diabetes melitus tipe 2, memiliki hubungan yang sangat erat dengan riwayat dan keturunan keluarga, dibandingkan dengan diabetes tipe 1.

Diperingati setiap 14 November, Hari Diabetes Dunia tahun ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran akan dampak diabetes pada keluarga dan melakukan dukungan bagi para anggota keluarga yang menderita diabetes.

Sesuai dengan tema yang diangkat, yakni “Keluarga dan Diabetes”, dirasa tepat untuk meningkatkan peran keluarga dalam pengelolaan, perawatan, pencegahan, dan pendidikan diabetes.

Faktor genetik berperan penting dalam pengembangan penyakit diabetes

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berperan penting dalam terjadinya penyakit diabetes tipe 2 pada seseorang.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko anak terkena diabetes lebih besar saat ibunya menderita diabetes. Sedangkan, jika kedua orangtuanya menderita diabetes maka risikonya sebesar 50%. Kemudian, apabila Anda mempunyai saudara kembar yang mengidap diabetes, risikonya dapat mencapai 75%.

Jika Anda mengidap diabetes tipe 2, risiko anak Anda terkena diabetes akan muncul pada usia Anda terdiagnosis penyakit tersebut.

Apabila Anda didiagnosis sebelum usia 50 tahun, anak Anda memiliki peluang 1:7 mengalami diabetes tipe 2; sedangkan Anda yang didiagnosis setelah berusia 50 tahun, anak Anda memiliki peluang 1:13.

Bisakah keturunan diabetes dicegah?

Jawabannya tidak bisa, peluang memiliki keturunan diabetes dalam riwayat anggota keluarga Anda tentu menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, tak perlu khawatir, beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa menerapkan pola makan sehat dan olahraga secara teratur merupakan beberapa cara untuk mencegah keturunan diabetes tipe 2.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko keturunan diabetes.

1. Mengurangi asupan gula

Beberapa hasil studi menunjukkan korelasi antara seringnya mengonsumsi asupan gula dengan risiko penyakit diabetes tipe 2. Para ahli meyakini bahwa minuman atau makanan dengan kandungan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.

Oleh karena itu, jika Anda sudah memiliki peluang keturunan diabetes, sebaiknya hindari konsumsi makanan atau minuman yang manis guna membantu mengurangi risiko munculnya diabetes tipe 2.

2. Melakukan olahraga secara teratur

Melakukan aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu cara untuk mencegah keturunan diabetes. Hasil studi menyebutkan bahwa melakukan aktivitas fisik dengan berjalan cepat selama 30 menit setiap hari dapat mengurangi risiko berkembangnya diabetes tipe 2 sebesar 30%.

Anda dapat memilih olahraga yang paling Anda sukai. Selain berjalan kaki, Anda dapat melakukan jenis aktivitas fisik lainnya, seperti latihan kekuatan tubuh, olahraga aerobik, hingga aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, Anda tak hanya dapat mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2, melainkan mengurangi jenis penyakit berat lainnya, seperti jantung.

3. Menjaga asupan makanan

Untuk menghindari munculnya penyakit diabetes akibat keturunan, maka pola makan Anda harus diubah agar tetap sehat dan bergizi seimbang.

Ada beberapa perubahan penting dalam pola hidup yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diabetes tipe 2, yaitu:

1. Pilihlah karbohidrat dari biji-bijian utuh dibandingkan yang sudah diproses

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan diet yang lebih banyak mengandung biji-bijian utuh dapat melindungi Anda dari diabetes. Sementara, diet tinggi karbohidrat yang telah diolah dapat meningkatkan risiko diabetes.

Wanita yang mengonsumsi rata-rata 2-3 porsi biji-bijian utuh dalam sehari kemungkinan lebih kecil mengalami risiko penyakit diabetes sebesar 30% dibandingkan wanita yang jarang mengonsumsi biji-bijian utuh.

Serat dan kulit dalam biji-bijian utuh membuat enzim pencernaan untuk memecah glukosa sehingga membuat peningkatan gula darah dan insulin menjadi lebih lambat, dan indeks glikemik lebih rendah. Akibatnya, tekanan pada tubuh dalam memproduksi insulin menjadi berkurang sehingga membantu mencegah risiko munculnya diabetes tipe 2.

Selain itu, biji-bijian utuh juga kaya akan vitamin, mineral, dan fitokimia yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes. Contoh makanan biji-bijian utuh adalah gandum, jagung, dan beras merah, tentunya harus diolah dulu ya, sebelum dikonsumsi.

2. Hindari minum minuman manis

Minuman manis mengandung beban glikemik tinggi sehingga minum minuman manis berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes.

Pada penelitian Nurses’ Health Study II, wanita yang minum satu atau lebih minuman manis dalam sehari mempunyai risiko diabetes tipe 2, 83% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi minuman manis kurang dari satu kali dalam sebulan.

Akan tetapi, ada bukti lain yang menjelaskan bahwa minuman manis dapat menyebabkan peradangan kronis, trigliserida tinggi, menurunkan kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan resistensi insulin, di mana hal-hal tersebut merupakan faktor risiko dari diabetes.

3. Pilih makanan yang mengandung lemak baik atau lemak tidak jenuh ganda

Jenis lemak yang Anda konsumsi dapat meningkatkan risiko diabetes. Lemak baik, seperti lemak tidak jenuh ganda yang ditemukan pada minyak nabati cair, kacang, dan bji-bijian, dapat mencegah Anda dari diabetes. Contohnya adalah ikan salmon, alpukat, dan minyak zaitun.

Sementara, lemak jahat dapat Anda temukan dalam bentuk lemak trans pada margarin, makanan fast food, atau pada makanan yang digoreng, justru dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

4. Kurangi makan daging merah dan daging olahan

Mengonsumsi daging merah dan daging olahan, walaupun dalam jumlah sedikit, dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 51%.

Hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan zat besi yang tinggi dalam daging merah dapat mengurangi efektivitas dari insulin atau juga dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin. Pada daging olahan, kandungan natrium dan nitrit yang tinggi sebagai pengawet mungkin dapat menyebabkan hal tersebut.

5. Menjaga berat badan

Berat badan berlebih atau obesitas adalah salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda terkena diabetes tipe 2. Bahkan, obesitas dapat meningkatkan risiko Anda 20-40 kali lebih besar untuk mengalami diabetes, dibandingkan dengan orang yang sehat.

Oleh sebab itu, apabila Anda mempunyai berat badan berlebih, sebaiknya turunkan berat badan secara bertahap sehingga berat badan menjadi normal. Kehilangan berat badan sebesar  tujuh hingga sepuluh persen dapat mengurangi peluang Anda terkena diabetes tipe 2.

6. Berhenti merokok

Bagi Anda seorang perokok, sebaiknya segera lah berhenti merokok. Selain dapat berbahaya bagi kesehatan, merokok juga dapat menyebabkan diabetes.

Perokok lebih dapat berisiko terkena diabetes sebesar 50% atau lebih dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Lebih lanjut, perokok berat memiliki risiko diabetes lebih tinggi lagi.

Catatan dari SehatQ

Meski Anda memiliki risiko diabetes tipe 2 yang berasal dari faktor genetik, belum ada kata terlambat untuk menerapkan pola hidup sehat. Anda dapat menerapkan pola hidup sehat agar dapat terbebas dari diabetes.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko keturunan diabetes yang mungkin dialami.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/prevent-diabetes
Diakses pada 14 November 2019

Diabetes Self-Management. https://www.diabetesselfmanagement.com/about-diabetes/diabetes-basics/family-awareness/reducing-diabetes-risks-for-the-whole-family/
Diakses pada 14 November 2019

Harvard School of Public Health. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/diabetes-prevention/preventing-diabetes-full-story/
Diakses pada 14 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed