Cara Adopsi Anak dan Syarat yang Legal Lengkap


Cara adopsi anak telah diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) nomor 54 tahun 2007. Hal ini bisa dilakukan baik oleh WNI maupun WNA melalui persyaratan dan proses hukum yang legal.

0,0
25 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara adopsi anak telah ditetapkan secara legal melalui UUCara adopsi anak yang perlu dilalui cukup panjang
Sebagian pasangan ingin melakukan adopsi anak karena alasan tertentu. Adopsi biasanya dilakukan oleh pasangan yang sudah lama menikah, namun belum kunjung memiliki keturunan.Namun, sebelum mengangkat anak, Anda perlu memahami syarat dan cara adopsi anak yang telah diatur secara hukum di Indonesia.Lantas apa saja syarat dan bagaimana cara adopsi anak yang sah secara hukum?

Syarat adopsi anak lengkap

Di Indonesia, cara adopsi anak harus dilakukan secara legal berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. PP 54/2007 tersebut adalah turunan dari UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Pemerintah telah menunjuk Yayasan Sayap Ibu yang berada di Jakarta dan Yayasan Matahari Terbit yang berada di Surabaya sebagai yayasan resmi untuk adopsi anak.Sebelum mengetahui bagaimana cara adopsi anak, dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebelum mengadopsi anak, terdapat beberapa persyaratan mengadopsi anak yang harus dipenuhi olh caalon orang tua angkat. Berikut syarat adopsi anak secara legal yang lengkap:
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 50 tahun
  • Beragama yang sama dengan agama calon anak angkat
  • Terbukti berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan
  • Telah menikah minimal selama 5 tahun
  • Bukan merupakan pasangan sesama jenis
  • Tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu anak saja
  • Memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang mampu
  • Mendapat persetujuan anak dan izin tertulis dari orangtua atau wali anak
  • Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak dilakukan demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan, dan perlindungannya
  • Terdapat laporan sosial dari pekerja sosial setempat
  • Telah mengasuh calon anak angkat minimal 6 bulan sejak diberi izin pengasuhan
  • Mendapat izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial.
Selain orangtua, calon anak angkat pun harus memenuhi persyaratan yang ada sebelum diadopsi. Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon anak angkat, yaitu:
  • Belum berusia 18 tahun yang terbagi ke dalam tiga prioritas, di mana anak yang belum berusia 6 tahun merupakan prioritas utama, anak berusia 6-12 tahun diadopsi sepanjang ada alasan mendadak, dan anak berusia 12-18 tahun diadopsi sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus.
  • Anak terlantar atau yang ditelantarkan
  • Anak berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga pengasuhan anak
  • Anak memerlukan perlindungan.
Jika asal usul anak tidak diketahui, maka agamanya dapat disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat. Setelah Anda dan calon anak angkat telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut, maka Anda dapat mengikuti tata cara adopsi anak yang telah ditetapkan pemerintah.

Cara adopsi anak

Inilah langkah-langkah cara adopsi anak yang sesuai dengan aturan hukum:
  • Mengajukan surat permohonan ke pengadilan wilayah tempat calon anak. Petugas dinas sosial akan mengunjungi rumah Anda bersama pasangan untuk mengevaluasi kondisi ekonomi, sosial, kejiwaan atau kesiapan mental, dan finansial.
  • Jika dianggap layak, Anda bersama pasangan akan mendapat izin berdasarkan pada Surat Izin Pengasuhan Sementara untuk membawa calon anak angkat tinggal bersama selama 6-12 bulan. Orangtua maupun calon anak juga akan diawasi dan dibimbing oleh Petugas Dinas Sosial selama rentang waktu tersebut.
  • Selanjutnya, Anda bersama pasangan sebagai calon orangtua akan menjalani persidangan dalam tahap cara adopsi anak dengan minimal dua saksi yang mengetahui dan memahami kondisi Anda. Kemudian, akan ditentukan penetapan keputusan apakah permohonan adopsi anak yang Anda ajukan disetujui atau ditolak.
  • Jika permohonan disetujui, maka akan dikeluarkan surat ketetapan yang berkekuatan hukum dari pengadilan untuk kemudian didaftarkan ke catatan sipil. Namun, jika permohonan ditolak, maka anak pun akan dikembalikan ke panti sosial tempat dirinya berasal.
Bagaimana dengan biaya adopsi anak? proses adopsi anak melalui jalur yang resmi tidak memerlukan biaya, namun seluruh prosesnya cukup panjang hingga kurang lebih dua tahun. Akan tetapi, status legal yang dikantongi tentu akan menjamin keamanan anak maupun keluarga.

Proses adopsi anak

Dikutip dari Portal Informasi Indonesia, dalam PP Nomor 54 tahun 2007 yang mengatur tentang cara mengadopsi anak, peraturan pengangkatan anak dibedakan antara WNI-WNI, WNI-WNA, dan orangtua tunggal. Surat pernyataan permohon adopsi anak antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan WNI otangtua tunggal diajukan hingga Dinas Sosial Provinsi sedangkan untuk WNI-WNA, permohonannya hingga ke Kementerian Sosial (Kemensos).Adapaun tahapan lengkap untuk mengadopsi anak adalah sebagai berikut:
  • Orangtua mengajukan surat permohonan kepada lembaga terkait, jika adopsi terjadi antara orangtua WNI-WNI dan WNI single parent, maka surat diajukan ke Dinan Sosial (Dinsos) Provinsi. Bila orangtua adopsi adalah WNI-WNA, maka permohonan diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos)
  • Setelah surat permohonan diterima, Dinsos atau Kemensos akan membentuk Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (Tippa)
  • Tim Tippa akan mengirim Tim Pekerja Sosial (Peksos) ke rumah calon orangtua angkat untuk mengadakan dialog dan memeriksa kesiapan orangtua angkat. Proses ini berlangsung selama 2 kali dalam 6 bulan
  • Tim Peksos menyampaikan hasil penelusuran ke tim Tippa
  • Selanjutnya tim Tippa akan meminta kelengkapan berkas sebagai persyaratan adopsi anak
  • Jika semua syarat terpenuhi, Mensos kemudian memberikan rekomendasi berdasarkan pertimbangan perizinan pengangkatan anak oleh tim Tippa untuk selanjutnya diizinkan mengangkat anak
  • Surat rekomendasi pengangkatan anak terbit dan orangtua akan mendapatkan hak pengasuhan dalam waktu 6 bulan
  • Setelah masa pengasuhan sementara yakni selama 6 bulan berjalan dengan baik, maka pengangkatan selanjutnya akan disahkan oleh pengadilan
Perlu diketahui bahwa seseorang dapat mengangkat anak paling banyak dua kali, dengan jarak waktu paling singkat dua tahun. Jika Anda hendak mengadopsi anak kembar, maka pengangkatan dapat dilakukan sekaligus dengan saudara kembarnya.Pengangkatan anak oleh orangtua tunggal diperbolehkan, namun hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Menteri. Pemberian izin akan didelegasikan pada kepala instansi sosial di provinsi.Agar mendapat informasi yang lebih jelas dan lengkap mengenai proses adopsi anak dan cara memilih anak untuk diadopsi, ada baiknya jika Anda mendatangi pusat layanan informasi dinas sosial terdekat. Diskusikan berbagai hal mengenai syarat maupun cara adopsi anak bersama petugas yang ada.Selain itu, jika Anda ingin bertanya seputar kesehatan anak dan ibu secara langsung, Anda juga bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tips parentingadopsi anak
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cara-adopsi-anak
Diakses pada 25 Oktober 2019
Kemenpppa. https://jdih.kemenpppa.go.id/peraturan/PP_NO_54_2007.pdf
Diakses pada 25 Oktober 2019
Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/layanan/kependudukan/sosial/begini-syarat-dan-prosedur-adopsi-anak Diakses pada 25 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait