Punya Keinginan Adopsi Anak? Ikuti Syarat dan Cara Berikut

Adopsi anak merupakan salah satu pilihan bagi mereka yang ingin jadi orangtua
Proses adopsi anak yang perlu dilalui cukup panjang

Sebagian pasangan ingin melakukan adopsi anak karena alasan tertentu. Adopsi biasanya dilakukan oleh pasangan yang sudah lama menikah, namun belum kunjung memiliki keturunan.

Proses adopsi anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat berbagai syarat dan tata cara yang harus dipatuhi oleh calon orangtua sehingga pengadopsian anak yang dilakukan telah sah secara hukum.

Syarat adopsi anak

Di Indonesia, adopsi anak harus dilakukan secara legal berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.

Pemerintah telah menunjuk Yayasan Sayap Ibu yang berada di Jakarta dan Yayasan Matahari Terbit yang berada di Surabaya sebagai yayasan resmi untuk adopsi anak.

Sebelum mengadopsi anak, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat tersebut, di antaranya:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 50 tahun
  • Beragama yang sama dengan agama calon anak angkat
  • Terbukti berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan
  • Telah menikah minimal selama 5 tahun
  • Bukan merupakan pasangan sesama jenis
  • Tidak atau belum memiliki keturunan atau hanya memiliki satu anak saja
  • Memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang mampu
  • Mendapat persetujuan anak dan izin tertulis dari orangtua atau wali anak
  • Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak dilakukan demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan, dan perlindungannya
  • Terdapat laporan sosial dari pekerja sosial setempat
  • Telah mengasuh calon anak angkat minimal 6 bulan sejak diberi izin pengasuhan
  • Mendapat izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial.

Selain orangtua, calon anak angkat pun harus memenuhi persyaratan yang ada sebelum diadopsi. Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon anak angkat, yaitu:

  • Belum berusia 18 tahun yang terbagi ke dalam tiga prioritas, di mana anak yang belum berusia 6 tahun merupakan prioritas utama, anak berusia 6-12 tahun diadopsi sepanjang ada alasan mendadak, dan anak berusia 12-18 tahun diadopsi sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus.
  • Anak terlantar atau yang ditelantarkan
  • Anak berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga pengasuhan anak
  • Anak memerlukan perlindungan.

Jika asal usul anak tidak diketahui, maka agamanya dapat disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat. Setelah Anda dan calon anak angkat telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut, maka Anda dapat mengikuti tata cara yang telah ditetapkan pemerintah dalam pengadopsian anak.

Cara adopsi anak

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengadopsi anak, yaitu mengajukan permohonan ke pengadilan wilayah tempat calon anak. Petugas dinas sosial akan mengunjungi rumah Anda bersama pasangan untuk mengevaluasi kondisi ekonomi, sosial, kejiwaan, dan finansial.

Jika dianggap layak, Anda bersama pasangan akan mendapat izin berdasarkan pada Surat Izin Pengasuhan Sementara untuk membawa calon anak angkat tinggal bersama selama 6-12 bulan. Orangtua maupun calon anak juga akan diawasi dan dibimbing oleh Petugas Dinas Sosial selama rentang waktu tersebut.

Selanjutnya, Anda bersama pasangan sebagai calon orangtua akan menjalani persidangan adopsi anak dengan minimal dua saksi yang mengetahui dan memahami kondisi Anda. Kemudian, akan ditentukan penetapan keputusan apakah permohonan adopsi anak yang Anda ajukan disetujui atau ditolak.

Jika permohonan disetujui, maka akan dikeluarkan surat ketetapan yang berkekuatan hukum dari pengadilan untuk kemudian didaftarkan ke catatan sipil. Namun, jika permohonan ditolak, maka anak pun akan dikembalikan ke panti sosial tempat dirinya berasal.

Proses adopsi anak melalui jalur yang resmi tidak memerlukan biaya, namun seluruh prosesnya cukup panjang hingga kurang lebih dua tahun. Akan tetapi, status legal yang dikantongi tentu akan menjamin keamanan anak maupun keluarga.

Perlu diketahui bahwa seseorang dapat mengangkat anak paling banyak dua kali, dengan jarak waktu paling singkat dua tahun. Jika Anda hendak mengadopsi anak kembar, maka pengangkatan dapat dilakukan sekaligus dengan saudara kembarnya.

Pengangkatan anak oleh orangtua tunggal diperbolehkan, namun hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Menteri. Pemberian izin akan didelegasikan pada kepala instansi sosial di provinsi.

Agar mendapat informasi yang lebih jelas dan lengkap mengenai adopsi anak, ada baiknya jika Anda mendatangi pusat layanan informasi dinas sosial terdekat. Diskusikan berbagai hal mengenai syarat maupun rangkaian proses adopsi anak bersama petugas yang ada.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cara-adopsi-anak
Diakses pada 25 Oktober 2019

Kemenpppa. https://jdih.kemenpppa.go.id/peraturan/PP_NO_54_2007.pdf
Diakses pada 25 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed