Pubertas Dini pada Anak-anak, Dampak Apa Saja yang Akan Menyerang?


Pubertas dini atau masa pubertas yang terjadi lebih cepat memiliki penyebab, faktor dan dampak bagi yang mengalaminya. Salah satu penyebab dari pubertas dini, yaitu karena adanya cedera pada otak yang mengganggu keseimbangan hormon dan tumor.

0,0
31 May 2019|Maria Intan Josi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pubertas dini atau masa pubertas yang terjadi lebih cepat memiliki penyebab, faktor dan dampakMasa pubertas bisa datang lebih awal sebelum waktu yang diperkirakan
Sebagian anak mengalami pubertas dini. Pubertas dini adalah kondisi di mana anak mengalami pubertas terlalu cepat sebelum usia 8 tahun bagi anak perempuan, dan sebelum usia 9 tahun bagi anak laki-laki.Padahal umumnya, masa pubertas dimulai sekitar usia 8-14 tahun. Pengalaman masa pubertas merupakan masa yang baru dan tidak biasa bagi tubuh anak laki-laki dan perempuan.Adapun ciri-ciri pubertas dini, yaitu pertumbuhan payudara pada anak perempuan, alat kelamin membesar dan suara menjadi lebih berat pada anak laki-laki, tumbuhnya rambut kemaluan dan ketiak, meningkatnya tinggi badan, hingga munculnya jerawat sebelum waktunya.Masa pubertas tidak terjadi begitu saja, melainkan berjalan seperti sebuah proses. Waktu dimulainya masa pubertas sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, massa otot, status nutrisi, dan kondisi kesehatan pada umumnya. Nutrisi yang dikonsumsi dan lingkungan juga memberikan pengaruh pada awal masa pubertas. Lantas, apa penyebab pubertas dini?

Penyebab pubertas dini

Pada banyak kasus, para ahli belum dapat menemukan penyebab dari pubertas dini, terutama pada perempuan. Terkadang, pubertas dini berasal dipicu karena adanya masalah kesehatan. Sebagai contoh, pubertas dini pada perempuan bisa terjadi pada usia 6 tahun.Karena proses pubertas dimulai dari kelenjar pituitari di otak, maka penyebabnya disinyalir berkaitan dengan kesehatan otak.Penyebab pubertas dini diduga karena tumor, cedera pada otak yang mengakibatkan pada perubahan hormon, atau peradangan pada otak yang mungkin disebabkan oleh infeksi. Namun, terdapat pula beberapa faktor yang memengaruhi pubertas dini, antara lain:
  • Jenis kelamin

Ternyata, jenis kelamin juga berperan dalam pubertas. Perempuan 10 kali berpotensi mengalami pubertas dini jika dibandingkan dengan lelaki.
  • Genetik

Mutasi genetik dapat berpengaruh pada pelepasan sel hormon. Kebanyakan dari pemilik faktor risiko ini diturunkan dari orangtuanya.
  • Ras

Pada beberapa ras tertentu pubertas dini memiliki potensi untuk lebih sering terjadi. Misalnya, orang Afrika-Amerika cenderung mengalami pubertas dini daripada ras lainnya.
  • Obesitas

Anak yang kelebihan berat badan secara signifikan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pubertas dini. Bahkan pada anak perempuan yang terlalu gemuk, risiko pubertas dini akan semakin meningkat.
  • Terpapar hormon estrogen atau progesteron

Jika anak terpapar obat topikal atau zat lain yang mengandung hormon tersebut, maka dapat meningkatkan risiko anak mengalami pubertas dini.
  • Mendapat terapi radiasi pada sistem saraf pusat

Pengobatan radiasi untuk tumor, leukemia atau kondisi lain bisa meningkatkan risiko anak mengalami pubertas dini.

Dampak pubertas dini

Pubertas dini akan membawa masalah fisik dan emosional pada penderitanya. Berikut ini adalah beberapa dampak yang mungkin dialami jika seorang anak mengalami pubertas dini:
  • Ukuran tubuh pendek: jika fase pubertas telah berhenti, maka proses pertumbuhan juga berhenti. Oleh sebab itu, jika pubertas terjadi lebih cepat, pertumbuhan juga lebih cepat terhenti sehingga mengakibatkan seseorang menjadi lebih pendek.
  • Masalah perilaku
  • Aktivitas seksual dini
  • Stres: bagi anak yang mengalami pubertas dini, kecenderungan stres juga meningkat karena teman-teman seusia mereka belum mengalaminya. Perlu pendampingan dari orangtua agar terbiasa dengan perubahan yang dialami.
  • Risiko lain: risiko ini berhubungan dengan penyakit seperti kanker payudara. Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara sedikit meningkat pada perempuan yang mengalami pubertas dini.

Pengobatan pubertas dini

Anak tidak memerlukan perawatan khusus jika pubertas dini berlangsung lambat atau mendekati usia pubertas yang wajar. Namun, apabila dirasa perlu Anda bisa berkonsultasi pada dokter mengenai pengobatan yang tepat untuk anak. Dokter kemungkinan akan memberi obat untuk menghentikan produksi hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel kelenjar hipofisis untuk memperlambat pubertas.Sedangkan, jika anak memiliki kondisi medis tertentu yang memicu pubertas dini, maka pengobatan dilakukan untuk mengatasi kondisi yang mendasarinya tersebut. Hal ini tentu bisa membantu menghentikan masa pubertas dini yang terjadi pada anak.Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk menghentikan produksi dini estrogen dan testosteron pada anak laki-laki maupun perempuan. Jadi, pastikan anak mendapat perawatan yang tepat.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar pubertas dini pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pubertas dinipubertasmenstruasikanker payudara
Health of Children. http://www.healthofchildren.com/P/Puberty.html#ixzz5mCpA1WVN
Diakses pada April 2019
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/puberty/article.htm#when_does_puberty_occur
Diakses pada April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/causes-symptoms#3
Diakses pada April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811
Diakses pada 23 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/precocious-puberty#treatment
Diakses pada 23 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait