Pubertas Dini pada Anak-anak, Dampak Apa Saja yang Akan Menyerang?

Pubertas dini atau masa pubertas yang terjadi lebih cepat memiliki penyebab, faktor dan dampak
Masa pubertas bisa datang lebih awal sebelum waktu yang diperkirakan

Pubertas diawali dengan perubahan hormonal yang dipicu oleh bagian pada otak yang disebut dengan hipotalamus. Bagian otak ini berfungsi untuk merangsang kelenjar pertumbuhan yang disebut kelenjar pituitari. Perubahan ini berlangsung selama setahun sebelum semua ciri-ciri fisik terlihat.

Baik pada lelaki maupun perempuan, terdapat hormon estrogen yang saling menyeimbangkan pada masa pubertas. Perempuan memiliki lebih banyak estrogen dibandingkan dengan laki-laki. Sementara laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron. Masa pubertas bisa dimulai pada usia 8 tahun untuk perempuan dan 9 tahun untuk laki-laki.

Pengalaman masa pubertas merupakan masa yang baru dan tidak biasa bagi tubuh anak laki-laki dan perempuan. Masa pubertas ini tidak terjadi begitu saja, melainkan berjalan seperti sebuah proses yang terjadi di usia yang berbeda-beda pada setiap orang, biasanya masa pubertas dimulai sekitar usia 8-14 tahun.

Ini merupakan hal yang normal karena tidak semua orang memulai masa pubertas di waktu yang sama. Waktu dimulainya masa pubertas sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, massa otot, status nutrisi, dan kondisi kesehatan pada umumnya.

Nutrisi yang dikonsumsi dan lingkungan juga memberikan pengaruh pada awal masa pubertas. Sebagai contoh, rata-rata dimulainya menstruasi pertama pada perempuan di tahun 1990 adalah di usia 15 tahun, namun sekarang rata-rata usia perempuan mengalami menstruasi pertama adalah di usia 12 tahun.

Penyebab pubertas dini

Pada banyak kasus, para ahli belum dapat menemukan penyebab dari pubertas dini, terutama pada perempuan. Terkadang, pubertas dini berasal dipicu karena adanya masalah kesehatan. Sebagai contoh, pubertas dini pada perempuan bisa terjadi pada usia 6 tahun. Penyebab pubertas dini diduga karena hal berikut:

  • Tumor
  • Cedera pada otak yang mengakibatkan pada perubahan hormon
  • Peradangan pada otak yang mungkin disebabkan oleh infeksi

[[artikel-terkait]]

Faktor-faktor yang memengaruhi pubertas dini

Berikut adalah beberapa faktor yang berperan dalam pubertas dini pada perempuan dan laki-laki:

  • Jenis kelamin: perempuan 10 kali berpotensi mengalami pubertas dini jika dibandingkan dengan lelaki.
  • Genetik: mutasi genetik dapat berpengaruh pada pelepasan sel hormon. Kebanyakan dari pemilik faktor risiko ini diturunkan dari orangtuanya.
  • Ras: pada beberapa ras tertentu pubertas dini memiliki potensi untuk lebih sering terjadi.
  • Obesitas: jika perempuan terlalu gemuk, risiko pubertas dini akan semakin meningkat.

Dampak pubertas dini

Pubertas dini akan membawa masalah fisik dan emosional pada penderitanya. Berikut ini adalah beberapa dampak yang mungkin dialami jika seorang anak mengalami pubertas dini:

  • Ukuran tubuh pendek: jika fase pubertas telah berhenti, maka proses pertumbuhan juga berhenti. Oleh sebab itu, jika pubertas terjadi lebih cepat, pertumbuhan juga lebih cepat terhenti sehingga mengakibatkan seseorang menjadi lebih pendek.
  • Masalah perilaku
  • Aktivitas seksual dini
  • Stres: bagi anak yang mengalami pubertas dini, kecenderungan stres juga meningkat karena teman-teman seusia mereka belum mengalaminya. Perlu pendampingan dari orangtua agar terbiasa dengan perubahan yang dialami.
  • Risiko lain: risiko ini berhubungan dengan penyakit seperti kanker payudara. Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara sedikit meningkat pada perempuan yang mengalami pubertas dini.

Health of Children. http://www.healthofchildren.com/P/Puberty.html#ixzz5mCpA1WVN
Diakses pada April 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/puberty/article.htm#when_does_puberty_occur
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/causes-symptoms#3
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed