logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Manfaat dan Risiko Ibu Hamil Puasa Ramadan bagi Kesehatan

open-summary

Ibu hamil yang menjalankan puasa Ramadan punya risiko bagi kesehatan janin. Namun, tetap diperbolehkan dengan menjaga asupan nutrisi saat sahur dan buka.


close-summary

4.56

(9)

1 Apr 2022

| Ade Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bolehkah ibu hamil berpuasa

Kondisi ibu hamil jadi penentu boleh tidaknya berpuasa

Table of Content

  • Manfaat puasa bagi ibu hamil
  • Risiko puasa saat hamil
  • Syarat berpuasa untuk ibu hamil
  • Catatan dari SehatQ

Ibu hamil sebenarnya bisa mendapatkan manfaat dari menjalankan puasa Ramadan. Selain pola makan menjadi lebih teratur, puasa juga membuat ibu dan janin bisa lebih sehat. Namun, tetap ada risiko yang dihadapi oleh ibu hamil yang puasa. 

Advertisement

Selama berpuasa, Anda perlu menahan lapar dan dahaga sekitar 12 jam. Belum lagi ibu hamil juga umumnya mengalami morning sickness hingga muntah. Lalu, sebenarnya apa ibu hamil boleh puasa? Simak penjelasannya di bawah ini.

Manfaat puasa bagi ibu hamil

Puasa sebenarnya diperbolehkan untuk ibu hamil karena punya banyak manfaat. Simak manfaat puasa yang bisa ibu hamil dapatkan.

1. Menjaga berat badan tetap ideal

Salah satu manfaat puasa yang bisa didapatkan oleh semua orang adalah berat badan yang ideal. Puasa membuat Anda makan lebih teratur. Selain itu, puasa juga memaksa Anda tidak makan terlalu berlebihan.

Menu takjil dan air putih saat berbuka saja sudah sangat mengenyangkan. Hal serupa pun bisa Anda dapatkan saat sahur. Bangun lebih pagi juga membuat Anda tidak bisa konsumsi makanan berlebih. Untuk mencapai berat badan ideal saat hamil, tentunya harus dalam pengawasan dokter kandungan

2. Mempercepat metabolisme tubuh

Puasa merupakan cara sehat untuk mempercepat proses metabolisme tubuh. Makanan yang dikonsumsi akan lebih cepat dicerna oleh tubuh. Pembuangannya pun menjadi lebih lancar.

Di samping itu, percepatan metabolisme juga akan membuat Anda lebih bertenaga saat hamil. Anda tetap bisa menjalani aktivitas harian meskipun sedang menjalani proses kehamilan.

3. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat puasa lain yang bisa didapatkan adalah kesehatan jantung. Puasa mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Di samping itu, kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh akan lebih baik.

Bukan hanya itu, puasa pun bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya. Sebut saja tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pasalnya, hipertensi jadi salah satu penyakit yang dialami oleh ibu hamil di seluruh dunia.

4. Menurunkan risiko diabetes

Menjaga pola makan dan asupan nutrisi juga mampu menurunkan risiko diabetes. Kerja insulin alami tubuh juga akan lebih baik untuk mengontrol gula darah dalam tubuh.

Namun, Anda tetap perlu menjaga asupan makanan saat sahur dan berbuka. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis saat waktu makan.

Risiko puasa saat hamil

Biarpun banyak manfaatnya, ibu hamil yang menjalankan puasa juga memiliki risiko kesehatan. Berikut efek puasa bagi ibu hamil yang bisa terjadi:

1. Tubuh lemas berlebihan

Puasa memang membuat tubuh lebih lemas. Namun, rasa lemas ini bisa jadi lebih besar saat ibu hamil menjalankan puasa. Terlebih saat ibu hamil mengalami mual dan muntah. Di samping itu, bobot tubuh yang bertambah akan membuat ibu hamil jadi cepat lelah.

2. Dehidrasi

Ibu hamil butuh cairan lebih banyak. Setidaknya, ibu hamil butuh 2—3 gelas lebih banyak ketimbang saat sedang tidak hamil. Kurang cairan ini pun bisa makin meningkatkan risiko sembelit.

3. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah

Risiko ini bisa dibilang paling bahaya. Karena asupan gizi kurang, bisa jadi bayi lahir dengan kondisi berat badan rendah. Kondisi mengkhawatirkan ini pun bisa terbawa hingga anak besar nanti. Selain anak sering sakit-sakitan, kondisi ini juga meningkatkan risiko kematian.

Syarat berpuasa untuk ibu hamil

Ibu hamil boleh berpuasa saat kondisi tubuhnya memungkinkan untuk melakukan itu. Anda pun perlu berkonsultasi secara rutin dengan dokter sebelum benar-benar melakukannya. Namun, tetap ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, ibu hamil boleh berpuasa pada saat trimester pertama. Momen awal kehamilan ini tidak membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak. Namun, trimester pertama inilah sering terjadi mual dan muntah. Sangat disarankan untuk segera berbuka puasa saat mengalami hal tersebut.

Pada trimester kedua, ibu hamil tetap boleh melakukan puasa dengan syarat tertentu. Pasalnya, ibu hamil sudah membutuhkan kalori yang lebih besar pada masa ini. Untuk mereka yang tetap ingin menjalankan puasa, disarankan untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka.

Baca juga: Menu Makanan Berbuka Puasa agar Tidak Bosan

Kondisi yang membuat ibu hamil tidak boleh puasa

Dalam ajaran Islam, puasa sangat diwajibkan untuk seluruh umat muslim. Namun, tetap ada catatan bagi mereka yang sebenarnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Saat dikatakan bisa membahayakan diri, puasa menjadi haram hukumnya untuk dijalani. 

Berikut beberapa kondisi yang membolehkan ibu hamil tidak menjalani puasa.

  • Ibu dengan hiperemesis gravidarum, yaitu mual dan muntah tak terkendali, terjadi sebanyak lebih dari 3 kali sehari.
  • Mengalami pendarahan saat hamil, biasanya terjadi karena plasenta previa atau komplikasi kehamilan lainnya.
  • Berisiko mengalami kelahiran prematur yang bisa ditandai dengan kontraksi terus-menerus sebelum waktu bersalin.
  • Hamil kembar sebab ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak.
  • Mengalami komplikasi kehamilan, seperti hipertensi, diabetes gestasional, asma, dan preeklampsia.

Baca juga: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

Catatan dari SehatQ

Boleh tidaknya ibu hamil puasa ditentukan oleh kondisi tubuhnya sendiri. Ibu hamil boleh melakukan puasa saat kondisi tubuhnya memungkinkan. Di samping itu, Anda pun tetap harus memenuhi asupan nutrisi makanan yang dibutuhkan oleh janin.

Advertisement

menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilantips puasanutrisi ibu hamilhamiltrimester pertama kehamilanibu hamil

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved