logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Puas Saat Bermain Api, Bisa Jadi Gangguan Pyromania

open-summary

Pyromania adalah kecenderungan akan tertarik untuk selalu menyalakan api. Orang yang memiliki gangguan ini pun akan puas saat ada api sudah membakar sesuatu.


close-summary

5

(10)

7 Apr 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Pyromania

Api mungkin berbahaya, tapi tetap ada yang suka memainkannya

Table of Content

  • Apa itu pyromania?
  • Bagaimana pyromania didiagnosis?
  • Gejala pyromania
  • Penyebab pyromania
  • Cara mengatasi pyromania

Apakah Anda pernah mendapat dorongan yang kuat untuk menyalakan api dan merasa puas setelah api membakar? Jika iya, bisa saja Anda memiliki gangguan pyromania. 

Advertisement

Bila kebanyakan orang takut dengan api, penderita pyromania justru bertolak belakang. Meski gangguan ini jarang terjadi, namun penting bagi Anda untuk mengenalnya lebih jauh.

Apa itu pyromania?

Pyromania adalah gangguan kontrol impuls di mana seseorang tidak mampu menahan dorongan untuk menyalakan api meski tahu bahwa tindakan tersebut berbahaya. Orang dengan gangguan ini bisa menunjukkan tanda-tanda yang dimulai pada masa pubertas dan berlangsung hingga dewasa. Adapun tanda-tanda yang bisa muncul pada penderita pyromania, yaitu:

  • Bermain api dengan frekuensi yang cukup sering, kurang lebih dalam 6 minggu
  • Tak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyalakan api
  • Memiliki daya tarik yang kuat terhadap api dan perlengkapan pengaturan api
  • Merasa senang dan lega saat menyalakan atau melihat api
  • Senang menonton kebakaran atau menyalakan alarm kebakaran

Orang dengan pyromania mungkin akan membuat persiapan yang matang untuk mengatur kebakaran. Selain itu, ia juga tak akan memikirkan kerugian fisik atau finansial akibat perbuatannya tersebut karena yang terpenting untuknya yaitu memperoleh kesenangan.

Sementara, beberapa penelitian mengatakan bahwa orang dengan pyromania akan melepaskan emosinya setelah menyalakan api, namun ia juga mungkin akan merasa bersalah terutama saat mencoba melawan impulsnya. 

Perlu Anda ketahui jika penyebab pasti dari pyromania belum diketahui. Namun, sama seperti kondisi kesehatan mental lainnya, kondisi ini juga dikaitkan dengan ketidakseimbangan bahan kimia otak, stresor (pengalaman atau situasi penuh tekanan), atau genetik. 

Meski begitu, gangguan ini lebih umum terjadi pada orang yang memiliki ketidakmampuan dalam belajar atau keterampilan sosial. Di samping itu, faktor lingkungan juga dianggap ikut berperan terhadap gangguan ini.

Bagaimana pyromania didiagnosis?

Pyromania jarang didiagnosis karena memiliki kriteria diagnostik yang ketat dan kurangnya penelitian. Selain itu, penderitanya juga jarang mencari bantuan. 

Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa hanya ada 3-6% orang di rumah sakit jiwa yang memenuhi kriteria diagnosis. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), seseorang dapat didiagnosis menderita pyromania jika menunjukkan kriteria berikut:

  • Senang bermain api dengan sengaja lebih dari satu kali
  • Merasa sangat tegang sebelum menyalakan api dan merasa lega setelah melakukannya
  • Memiliki ketertarikan yang kuat dengan api maupun benda atau situasi yang berhubungan dengan api
  • Merasa senang saat menyalakan atau menyaksikan api
  • Memiliki gejala yang mungkin berbeda dari gangguan mental lain

Di samping itu, penderita pyromania hanya dapat disebut mengalami gangguan jika menyalakan api bukan untuk menerima keuntungan misalnya berupa uang, mengekspresikan kemarahan atau pembalasan, menutupi tindak pidana lain, mendapatkan asuransi atau sedang berada dalam keadaan mabuk atau berhalusinasi.

Baca juga: Salep Luka Bakar dan Obat Luka Bakar Alami Agar Cepat Sembuh

Gejala pyromania

Pyromania memiliki gejala yang sangat berhubungan dengan api. Mereka akan mencari, membuat, dan menyalakan api setidaknya dalam kurun waktu enam minggu sekali. Berikut tanda dan gejala seseorang memiliki pyromania:

1. Memiliki dorongan yang besar untuk menyalakan api

2. Memiliki ketertarikan yang tinggi terdahap api dan peralatan untuk membuat api

3. Selalu sengaja menyalakan api untuk alasan apa pun

4. Menyalakan api berkali-kali

5. Memiliki gejala gangguan mental lain, seperti episode maniak dan gangguan kepribadian antisosial

Penyebab pyromania

Penyebab seseorang bisa sangat suka terhadap api sebenarnya belum bisa diketahui dengan jelas. Para pakar menyakini gangguan ini terjadi karena adanya kondisi kejiwaan yang lain. Sebut saja gangguan mood hingga penyalahgunaan obat terlarang.

Faktor lain yang mungkin terjai adalah genetika dari orang tersebut. Ada jenis hormon dopamin dan serotonin yang membantu orang yang impuls saat melihat api. Namun, bisa juga hal ini didasari oleh faktor lainnya, seperti pelecehan seksual hingga gangguan keterampilan bersosialisasi.

Baca juga: Jenis-jenis Perlakuan yang Termasuk Pelecehan Seksual

Cara mengatasi pyromania

Gangguan pyromania bisa menjadi kronis jika tidak diobati. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera mencari bantuan jika Anda merasa memilikinya. Kombinasi terapi dipercaya dapat mengatasi permasalahan ini.

Dokter akan melakukan perawatan yang bervariasi sehingga perlu waktu dalam menemukan mana yang terbaik untuk Anda. Adapun perawatan yang mungkin akan diberikan, sebagai berikut:

Perawatan sesegera mungkin terhadap orang dengan pyromania baik untuk menghindari risiko cedera, kerusakan properti, kecacatan atau bahkan kematian. Dukungan keluarga juga dibutuhkan untuk membantunya memahami gangguan tersebut dan membuatnya merasa tetap aman.

Sementara jika seorang anak yang mengalami pyromania, maka konseling orang tua juga mungkin diperlukan. Sebab anak tetap harus didampingi oleh orangtuanya agar dapat segera sembuh dari gangguan tersebut. Tak perlu ragu untuk meminta bantuan dokter kejiwaan agar gangguan tersebut tidak terus berlanjut dan menguasai diri Anda.

Advertisement

gangguan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved