Puas Saat Bermain Api, Bisa Jadi Gangguan Pyromania

(0)
30 May 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pyromania adalah gangguan di mana seseorang tak dapat menahan diri untuk menyalakan apiOrang yang memiliki gangguan pyromania menyukai bermain api
Apakah Anda pernah mendapat dorongan yang kuat untuk menyalakan api dan merasa puas setelah api membakar? Jika iya, bisa saja Anda memiliki gangguan pyromania. Bila kebanyakan orang takut dengan api, penderita pyromania justru bertolak belakang. Meski gangguan ini jarang terjadi, namun penting bagi Anda untuk mengenalnya lebih jauh.

Apa itu pyromania?

Pyromania adalah gangguan kontrol impuls di mana seseorang tidak mampu menahan dorongan untuk menyalakan api meski tahu bahwa tindakan tersebut berbahaya. Orang dengan gangguan ini bisa menunjukkan tanda-tanda yang dimulai pada masa pubertas dan berlangsung hingga dewasa. Adapun tanda-tanda yang bisa muncul pada penderita pyromania, yaitu:
  • Bermain api dengan frekuensi yang cukup sering, kurang lebih dalam 6 minggu
  • Tak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyalakan api
  • Memiliki daya tarik yang kuat terhadap api dan perlengkapan pengaturan api
  • Merasa senang dan lega saat menyalakan atau melihat api
  • Senang menonton kebakaran atau menyalakan alarm kebakaran
Orang dengan pyromania mungkin akan membuat persiapan yang matang untuk mengatur kebakaran. Selain itu, ia juga tak akan memikirkan kerugian fisik atau finansial akibat perbuatannya tersebut karena yang terpenting untuknya yaitu memperoleh kesenangan.Sementara, beberapa penelitian mengatakan bahwa orang dengan pyromania akan melepaskan emosinya setelah menyalakan api, namun ia juga mungkin akan merasa bersalah terutama saat mencoba melawan impulsnya. Perlu Anda ketahui jika penyebab pasti dari pyromania belum diketahui. Namun, sama seperti kondisi kesehatan mental lainnya, kondisi ini juga dikaitkan dengan ketidakseimbangan bahan kimia otak, stresor (pengalaman atau situasi penuh tekanan), atau genetik. Meski begitu, gangguan ini lebih umum terjadi pada orang yang memiliki ketidakmampuan dalam belajar atau keterampilan sosial. Di samping itu, faktor lingkungan juga dianggap ikut berperan terhadap gangguan ini.

Bagaimana pyromania didiagnosis?

Pyromania jarang didiagnosis karena memiliki kriteria diagnostik yang ketat dan kurangnya penelitian. Selain itu, penderitanya juga jarang mencari bantuan. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa hanya ada 3-6% orang di rumah sakit jiwa yang memenuhi kriteria diagnosis. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), seseorang dapat didiagnosis menderita pyromania jika menunjukkan kriteria berikut:
  • Senang bermain api dengan sengaja lebih dari satu kali
  • Merasa sangat tegang sebelum menyalakan api dan merasa lega setelah melakukannya
  • Memiliki ketertarikan yang kuat dengan api maupun benda atau situasi yang berhubungan dengan api
  • Merasa senang saat menyalakan atau menyaksikan api
  • Memiliki gejala yang mungkin berbeda dari gangguan mental lain
Di samping itu, penderita pyromania hanya dapat disebut mengalami gangguan jika menyalakan api bukan untuk menerima keuntungan misalnya berupa uang, mengekspresikan kemarahan atau pembalasan, menutupi tindak pidana lain, mendapatkan asuransi atau sedang berada dalam keadaan mabuk atau berhalusinasi.

Cara mengatasi pyromania

Gangguan pyromania bisa menjadi kronis jika tidak diobati. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera mencari bantuan jika Anda merasa memilikinya. Kombinasi terapi dipercaya dapat mengatasi permasalahan ini.Dokter akan melakukan perawatan yang bervariasi sehingga perlu waktu dalam menemukan mana yang terbaik untuk Anda. Adapun perawatan yang mungkin akan diberikan, sebagai berikut:Perawatan sesegera mungkin terhadap orang dengan pyromania baik untuk menghindari risiko cedera, kerusakan properti, kecacatan atau bahkan kematian. Dukungan keluarga juga dibutuhkan untuk membantunya memahami gangguan tersebut dan membuatnya merasa tetap aman.Sementara jika seorang anak yang mengalami pyromania, maka konseling orang tua juga mungkin diperlukan. Sebab anak tetap harus didampingi oleh orangtuanya agar dapat segera sembuh dari gangguan tersebut. Tak perlu ragu untuk meminta bantuan dokter kejiwaan agar gangguan tersebut tidak terus berlanjut dan menguasai diri Anda.
gangguan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pyromania#summary
Diakses pada 12 Maret 2020.
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-pyromaniac-4160050
Diakses pada 12 Maret 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait