Produksi air liur berlebih sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita morning sickness
Gosok gigi dan berkumurlah beberapa kali sehari untuk mengurangi produksi saliva yang tinggi.

Saliva, yang umum dikenal sebagai air liur atau air ludah, adalah cairan bening yang dihasilkan oleh kelenjar ludah makhluk hidup, termasuk manusia. Pada kondisi tertentu, saliva diproduksi secara berlebihan, salah satunya pada kehamilan yang disebut ptyalism gravidarum. 

Secara umum, saliva berfungsi membantu untuk mencerna makanan, mencegah infeksi, dan membersihkan mulut serta gigi. Kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami morning sickness, berupa rasa mual dan muntah di trimester awal kehamilan.

[[artikel-terkait]]

Ptyalism gravidarum sebabkan ibu hamil sering meludah

Akibat peningkatan produksi saliva, ibu hamil pun jadi lebih sering meludah dibandingkan ketika belum mengandung. Saliva yang diproduksi berlebih oleh tubuh ibu hamil bukanlah tanpa alasan.

Para ahli menduga bahwa ini adalah mekanisme tubuh untuk melindungi mulut, gigi, dan tenggorokan dari efek korosif asam lambung yang meningkat pada saat kehamilan.

Namun jangan khawatir, saliva berlebih ini bukanlah kondisi serius yang memerlukan terapi dan mengganggu kehamilan. Hingga saat ini pun, tidak didapatkan terapi untuk mengatasi saliva berlebih.

Penyebab air liur berlebih selama kehamilan

Penyebab produksi saliva berlebih pada kehamilan belum diketahui secara pasti. Namun, berikut ini beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap produksi saliva berlebih, pada saat kehamilan.

1. Perubahan hormon

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab para ibu hamil mengalami produksi saliva berlebih. Namun, hal yang pasti membedakan ibu hamil dengan yang lain adalah munculnya perubahan hormon pada saat kehamilan.

2. Mual

Ketika merasakan mual, ibu hamil menjadi lebih jarang menelan. Akibatnya, terjadi penumpukan saliva di rongga mulut. Oleh karena itu, produksi saliva berlebih juga sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita morning sickness.

3. Heartburn atau sensasi perih dan panas di dada

Asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan pada saat terjadi refluks, atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Di dalam kerongkongan, terdapat saraf yang mengatur keasaman untuk memicu produksi saliva, yang mengandung bikarbonat  bersifat basa.

Saliva membantu menetralkan asam lambung yang bersifat asam, di dinding kerongkongan.

4. Bahan iritan

Bahan iritan seperti rokok, karies gigi, infeksi di rongga mulut, paparan merkuri, paparan pestisida, dan obat-obatan tertentu, dapat memicu terjadinya produksi saliva berlebih.

Cara mengurangi tingginya produksi air ludah

Meskipun tidak berbahaya, saliva berlebih dapat mengganggu kenyamanan ibu hamil. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi saliva berlebih selama kehamilan.

  • Gosok gigi dan gunakan obat kumur beberapa kali sehari.
  • Makan sedikit, namun sering. Hindari makanan bertepung dan keras.
  • Minum air yang cukup. Selalu sediakan botol air minum dan minum sedikit demi sedikit.
  • Telan air ludah yang berlebih, bila Anda mampu. Bila tidak, isap permen bertekstur keras atau kunyah permen karet rendah gula, untuk membantu menelan saliva berlebih.
  • Bila tidak dapat menelan saliva berlebih, selalu siapkan tisu atau lap kering bersih membuang saliva berlebih.
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter, jika mengalami produksi saliva berlebih. Dokter akan membantu mengidentifikasi penyebabnya, seperti mual, muntah, dan heartburn.

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_excessive-saliva-during-pregnancy_9454.bc
Diakses pada 10 Mei 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/saliva.aspx
Diakses pada 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed