PSMA, Jenis Obat Baru yang Menjanjikan untuk Kanker Prostat Stadium Lanjut

PSMA adalah pengobatan kanker prostat ini menggunakan molekul berteknologi tinggi
Belum lama ini ditemukan pengobatan untuk kanker prostat stadium lanjut

Sebuah terobosan baru dalam terapi kanker prostat stadium lanjut belum lama ini ditemukan. Terapi pengobatan ini dianggap mampu memperpanjang angka harapan hidup penderita kanker prostat stadium lanjut.

Sebelumnya, pria dengan kanker prostat pada stadium lanjut hanya akan mendapatkan perawatan paliatif, yaitu perawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien karena pengobatan medis sudah tidak memiliki reaksi. Oleh karena itu, obat ini diharapkan akan memberikan harapan baru bagi para pria dengan kanker prostat yang sudah tidak memiliki pilihan pengobatan.

Pendekatan baru dalam pengobatan kanker prostat ini menggunakan molekul berteknologi tinggi, yaitu prostat specific membran antigen atau PSMA-617. PSMA digunakan untuk melacak sel tumor yang dapat berada pada berbagai bagian dalam tubuh. Radioterapi yang selama ini digunakan tidak dapat melakukan hal tersebut.

PSMA bekerja dengan menargetkan protein di permukaan sel. PSMA akan disuntikkan ke dalam sirkulasi darah selama 4 jam untuk mencari sel-sel kanker dalam tubuh. Molekul canggih PSMA akan berikatan dengan protein yang berada di permukaan sel kanker.

Setelah berikatan dengan sel kanker, PSMA melanjutkan tugasnya untuk menghancurkan sel kanker tersebut. Hal ini dapat terjadi karena molekul PSMA yang disuntikkan juga membawa isotop nuklir, yaitu Lutetium-177 yang akan menyimpan energi untuk menghancurkan sel tumor.

Hal yang penting pada PSMA ini adalah energi radiasi yang dihasilkan tidak akan merusak jaringan sehat di sekitarnya. Energi radioterapi hanya akan berjalan sejauh 1 mm sehingga secara spesifik hanya menghancurkan sel kanker prostat.

Penggunaan PSMA dalam penelitian

Perkembangan obat PSMA ini tampak sangat menjanjikan untuk mengobati kanker prostat.
Berbagai penelitian menunjukkan hasil positif terhadap pengobatan radioterapi dengan PSMA. Pengobatan ini mulai dilakukan secara pribadi di Inggris untuk pertama kalinya pada beberapa pekan lalu. Sebagai permulaan, dua orang pria telah mendapatkan pengobatan tersebut.

Pria pertama di Inggris yang mendapat terapi dengan PSMA merasakan hasil yang sangat memuaskan. Tujuh tahun lalu, Ia dinyatakan mengalami kanker prostat stadium akhir. Berbeda dengan radioterapi bisa, pengobatan PSMA tidak memiliki efek samping yang dialami oleh pria tersebut.

Sementara itu, penelitian di Australia melibatkan 50 orang pria dengan kanker prostat stadium lanjut dengan rentang harapan hidup 9-13 bulan. Sebanyak 1 dari 5 responden menunjukkan hasil yang sangat baik. Para responden mampu bertahan bahkan hingga 33 bulan.

[[artikel-terkait]]

Penggunaan radioterapi pada kanker prostat

Radioterapi merupakan terapi umum pada kanker prostat. Akan tetapi, penggunaan terapi ini hanya bisa digunakan pada kanker prostat stadium awal dan berisiko rendah, yaitu jika sel kanker masih terdapat di prostat. Setelah sel kanker prostat menyebar keluar dari prostat, kanker prostat tidak dapat ditangani dengan radiasi eksternal.

Terdapat dua tipe radiasi yang dapat dilakukan, yaitu radiasi sinar eksternal dan radiasi internal atau brakiterapi. Radiasi sinar eksternal dilakukan dengan menggunakan mesin dari luar tubuh yang ditargetkan pada kelenjar prostat. Radiasi ini dapat diberikan untuk penderita kanker prostat stadium awal, juga untuk meredakan nyeri tulang apabila sel kanker telah menyebar pada tulang.

Radiasi internal, yaitu dengan radioaktif berukuran kecil seperti butir nasi dan digunakan dengan ditempatkan langsung pada prostat. Radiasi internal dilakukan pada kanker prostat tahap awal yang pertumbuhannya relatif lambat. Terkadang dilakukan gabungan radiasi eksternal dan internal pada penderita kanker dengan risiko penyebaran tinggi ke organ lain.

Jaringan tubuh yang sehat dapat mengalami kerusakan akibat radiasi. Berbagai efek samping dapat dialami akibat radioterapi, seperti gangguan pada pencernaan, saluran kemih, hingga masalah ereksi.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed