Psikoterapi: Metode untuk Atasi Gangguan Mental dan Emosional

Pasien dianjuran bercerita sebebasnya dengan terapis
Pasien bisa bercerita sebebasnya dengan terapis

Psikoterapi telah lama digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai gangguan mental dan masalah emosional.

Sebagian orang memilih terapi psikologis untuk mengatasi kondisi gangguan mental yang berkepanjangan, misalnya depresi. Sementara sebagian orang lainnya memanfaatkan terapi untuk membantunya dalam melewati masalah jangka pendek yang sulit. Misalnya, perceraian, masalah pekerjaan, atau peristiwa kematian. 

Apa itu psikoterapi?

Psikoterapi adalah metode terapi yang bertujuan membantu pasien dalam mempelajari cara-cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah atau kesulitan dalam hidup.

Dalam sesi terapi, pasien akan diminta untuk membuka diri dan menceritakan tentang keluhan yang dialami. Selanjutnya, psikolog akan membimbing pasien untuk belajar mengenali perasaan, pola pikir, dan perilaku yang menjadi sumber masalah. Dengan ini, pasien nantinya dapat lebih siap untuk menghadapi serta mengatasi situasi yang sulit.

Durasi proses psikoterapi bergantung pada kedalaman masalah pasien. Jika masalah memang bisa diselesaikan dengan segera, pasien hanya perlu menjalani beberapa sesi terapi.

Sementara untuk masalah yang lebih kompleks, pasien bisa saja membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Biasanya, psikoterapi berfokus pada pemecahan masalah dan tujuan akhir tertentu yang ingin dicapai. Psikolog akan membagi masalah pasien menjadi serangkaian langkah yang perlu diterapkan, guna membantu pasien dalam mengatasi kesulitannya secara aktif.

 Kapan psikoterapi dibutuhkan?

Psikoterapi dapat bermanfaat untuk menangani masalah gangguan mental. Contohnya, depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, kecanduan alkohol atau obat-obatan, dan lainnya. Namun bukan berarti orang yang tidak memiliki gangguan mental tidak boleh melakukan psikoterapi.

Psikoterapi bisa menjadi pilihan bagi siapa saja yang tengah menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidup, dan merasa memerlukan bantuan profesional untuk mengatasinya. Misalnya saja, pada orang yang sedang mengalami hal-hal berikut ini:

  • Merasakan kesedihan atau keputusasaan yang berkepanjangan
  • Tidak mampu menghadapi atau menyelesaikan masalah yang terjadi sehari-hari
  • Sulit berkonsentrasi dalam bekerja atau belajar
  • Memiliki masalah yang tak kunjung selesai walaup telah dibantu oleh keluarga dan teman
  • Rasa khawatir yang berlebihan

Seberapa efektifkah psikoterapi?

Psikoterapi akan efektif apabila pasien menyadari kondisinya dan memiliki keinginan besar untuk berubah. Hasil dan tujuan yang ingin dicapai pun akan lebih mudah terwujud, dibanding jika pasien ‘terpaksa’ menjalani psikoterapi.

Menurut sejumlah penelitian, sekitar 75 persen orang yang menjalani psikoterapi bisa merasakan perbaikan dari kondisi sebelumnya. Mereka dapat menjalani hidup sehari-hari dengan lebih baik. Emosi dan perilaku mereka juga berkembang menjadi lebih positif.

 Beberapa pasien yang mengikuti psikoterapi merasakan bahwa metode ini lebih efektif jika digabungkan dengan perawatan lainnya. Contohnya, dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Para pakar menemukan bahwa pada terjadi perubahan dalam otak orang-orang dengan gangguan mental yang mengikuti psikoterapi. Perubahan otak yang dihasilkan dari psikoterapi mirip dengan perubahan yang dihasilkan dari konsumsi obat-obatan.

Apa saja jenis-jenis psikoterapi?

Terdapat banyak jenis psikoterapi dengan pendekatannya masing-masing. Psikolog akan memilih jenis psikoterapi yang paling cocok dengan melihat kondisi medis atau masalah pasien.

Beberapa jenis psikoterapi yang bisa dilakukan meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (cognitive behaviour therapy/CBT) akan membantu Anda untuk mengevaluasi dan mengubah pola pikir serta perilaku, dari negatif menjadi positif.

Terapi ini dapat digunakan dalam mengatasi berbagai gangguan mental. Mulai dari depresi, gangguan kecemasan, trauma, hingga gangguan makan.

  • Terapi interpersonal

Ini adalah jenis terapi yang bersifat jangka pendek. Tujuannya agar pasien dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara lebih sehat.

Masalah-masalah yang dapat dibantu dengan terapi ini meliputi rasa duka berkepanjangan, konflik dengan pasangan, atau kesulitan dalam menghadapi perubahan.

  • Terapi perilaku dialektis

Terapi perilaku dialektis biasanya digunakan untuk menangani orang-orang yang memiliki kecenderungan bunuh diri, gangguan kepribadian ambang, post-traumatic stress disorder (PTSD), dan gangguan makan.

Terapi perilaku dialektis merupakan bagian dari terapi perilaku kognitif, yang akan menuntun pasien dalam mengelola emosi serta mendorongnya menjadi lebih positif. Terapi ini bisa dilakukan bersama satu orang psikolog atau lebih.

  • Terapi psikodinamik

Terapi psikodinamik berangkat dari gagasan bahwa perilaku seseorang di masa kini dipengaruhi oleh pengalaman masa kanak-kanaknya serta pikiran atau perasaan negatif yang barangkali tidak disadari.

Psikolog akan menekankan dua hal pada pasien, yakni bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri dan mengubah pola pikir yang negatif.

  • Terapi suportif

Pada terapi suportif, psikolog akan membantu pasien dalam mengatasi tekanan emosional dan masalah hidup. Psikolog akan menghibur, menasihati, meyakinkan, dan mendengarkan pasien.

Terapi ini sering direkomendasikan bagi orang-orang yang tengah mengalami penyakit kronis. Pasalnya, penyakit ini umumnya akan memengaruhi kesehatan mental pasien.

Psikoterapi membutuhkan kerja sama yang baik antara psikolog dan pasien. Jika Anda memutuskan untuk menjalaninya, berusahalah untuk datang tepat waktu, terbuka, dan menerapkan langkah-langkah yang telah disepakati dengan psikolog.

Dengan begitu, Anda bisa memecahkan masalah secara lebih efektif serta mencapai tujuan yang Anda inginkan dari psikoterapi yang Anda jalani.

American Psychiatric Association. https://www.psychiatry.org/patients-families/psychotherapy
Diakses pada 20 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156433
Diakses pada 20 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/psychotherapy/about/pac-20384616
Diakses pada 20 Maret 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/psychotherapy/
Diakses pada 20 Maret 2020

Artikel Terkait