logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Psikologi Pendidikan, Menakar Bagaimana Manusia Belajar

open-summary

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang menggali lebih dalam bagaimana manusia belajar. Di dalamnya, ada topik seperti hasil pembelajaran, proses pengajaran, hingga masalah dalam proses belajar. Tak hanya itu, dilihat pula bagaimana manusia menyerap informasi baru.


close-summary

4.53

(15)

21 Nov 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi

Psikologi pendidikan mencoba memahami bagimana manusia belajar

Table of Content

  • Asal mula psikologi pendidikan
  • Fokus psikologi pendidikan
  • Sosok berpengaruh psikologi pendidikan
  • Perspektif psikologi pendidikan

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang menggali lebih dalam bagaimana manusia belajar. Di dalamnya, ada topik seperti hasil pembelajaran, proses pengajaran, hingga masalah dalam proses belajar. Tak hanya itu, dilihat pula bagaimana manusia menyerap informasi baru.

Advertisement

Psikolog yang fokus pada hal ini tak hanya fokus pada proses belajar anak-anak dan remaja saja. Aspek lain seperti emosional, sosial, dan kognitif yang terjadi seumur hidup juga turut berpengaruh.

Asal mula psikologi pendidikan

anak belajar

Dibandingkan dengan studi psikologi lainnya, bidang yang satu ini terbilang baru. Namun, perkembangannya cukup signifikan. Banyak yang menyebut sosok Johann Herbart sebagai pencetus psikologi edukasional.

Herbart adalah seorang filsuf dan psikolog asal Jerman. Sosoknya meyakini bahwa ketertarikan murid pada sebuah topik akan berpengaruh signifikan terhadap hasil akhir dari proses belajar.

Tak hanya itu, Herbart menekankan bahwa guru perlu mempertimbangkan ketertarikan murid pada hal tertentu ditambah ilmu yang sudah dimilikinya sebelumnya. Dengan demikian, guru bisa tahu apa metode ajar yang paling tepat.

Barulah pada abad 19, konsep-konsep lain yang mendukung psikologi pendidikan turut bermunculan. Alfred Binet dengan konsep tes IQ-nya, John Dewey yang menekankan fokus pada murid bukan mata pelajaran, serta Benjamin Bloom yang memperkenalkan aspek kognitif, afeksi, dan psikomotor sebagai tujuan pembelajaran.

Fokus psikologi pendidikan

mengajar anak membaca
Memahami psikologi dapat membantu Anda dalam mengajar anak

Bidang psikologi pendidikan sangat penting untuk memahami sistem pendidikan yang cukup rumit. Itu sebabnya, psikolog di bidang ini juga bisa bekerja sama dengan guru hingga murid untuk mengoptimalkan cara seseorang belajar.

Tidak menutup kemungkinan dari studi psikologi pendidikan, kelak ditemukan metode belajar baru untuk membantu murid yang butuh bantuan.

Lebih jauh lagi, beberapa topik yang digali lebih dalam oleh psikolog di antaranya:

  • Teknologi pendidikan

Mengulas lebih jauh beragam jenis teknologi untuk membantu murid belajar

  • Desain bahan ajar

Membuat desain bahan ajar baru yang semakin mudah dipahami

  • Pendidikan khusus

Membantu murid yang mungkin membutuhkan pendampingan khusus saat belajar

  • Perkembangan kurikulum

Setiap kurun waktu tertentu, kurikulum terus berkembang sehingga perlu dicari tahu apa kurikulum yang bisa mengoptimalkan proses belajar

  • Pembelajaran organisasi

Meneliti bagaimana manusia belajar dan menyerap informasi baru dalam sebuah organisasi

  • Murid berbakat

Membantu murid yang teridentifikasi memiliki bakat tertentu

Sosok berpengaruh psikologi pendidikan

Sepanjang sejarah, ada sosok-sosok yang berpengaruh pada perkembangan psikologi pendidikan. Mereka adalah:

  • John Locke

Filsuf asal Inggris yang mencetuskan konsep tabula rasa, bahwa manusia terlahir tanpa isi mental bawaan. Kemudian, ilmu diperoleh lewat pengalaman dan pembelajaran saat bertumbuh.

  • William James

Psikolog Amerika Serikat yang fokus mempelajari bagaimana guru dapat membantu murid belaja

  • Alfred binet

Psikolog Prancis yang pertama kali mengembangkan uji kepintaran atau tes IQ. Awalnya, tes ini dilakukan untuk membantu pemerintah Prancis mengidentifikasi anak-anak yang terhambat belajar sehingga bisa dirancang program pendidikan khusus.

  • John Dewey

Psikolog berpengaruh asal Amerika Serikat yang terus meneliti tentang pentingnya belajar lewat praktik langsung

  • Jean Piaget

Psikolog Swiss yang dikenal dengan teori perkembangan kognitif, disebut dengan genetic epistemology. Piaget menekankan pentingnya pendidikan untuk anak-anak.

  • F. Skinner

Sosok yang memperkenalkan konsep pemberian motivasi dan hukuman dalam proses pembelajaran. Hingga kini, ide ini masih digunakan dalam sistem pembelajaran yang ada.

Perspektif psikologi pendidikan

Sama seperti bidang psikologi lainnya, para peneliti memiliki perspektif berbeda yang bisa diambil untuk memecahkan masalah. Apa saja?

1. Perspektif behavioral

Menurut sudut pandang ini, ditekankan bahwa proses pengajaran mengacu pada prinsip memberikan stimulus (conditioning). Contohnya guru yang memberikan hadiah untuk murid yang sudah berperilaku baik. Meski mungkin efektif, metode ini juga dikritik karena tidak melibatkan aspek perilaku, kognisi, dan motivasi intrinsik dalam diri murid.

2. Perspektif perkembangan

Fokus melihat bagaimana anak-anak mendapatkan ilmu dan skill baru seiring dengan bertambahnya usia mereka. Dengan memahami bagaimana cara berpikir anak di tiap usia tertentu, dapat membantu merancang metode ajar yang efektif.

3. Perspektif kognitif

Populer beberapa dekade ke belakang karena turut melibatkan aspek seperti memori, keyakinan, emosi, dan motivasi dalam proses belajar. Artinya, benar-benar dipahami bagaimana seseorang berpikir, belajar, mengingat, serta memproses informasi baru.

4. Perspektif konstruktif

Teori pembelajaran baru yang fokus pada bagaimana anak-anak secara aktif memahami ilmu tentang dunia. Pengaruh sosial dan budaya sangat kental, berpengaruh pada cara anak-anak belajar. Sosok psikolog asal rusia Lev Vygotsky mencetuskan ide tentang zone of proximal development, bahwa anak harus belajar di situasi yang seimbang.

Baca Juga

  • 12 Tips Memiliki Keluarga Bahagia agar Keharmonisan Rumah Tangga Terjaga
  • 12 Kewajiban Anak di Rumah yang Perlu Dipahami Si Kecil
  • Apakah Perilaku di Usia Remaja Ini Normal atau Indikasi Gangguan Kejiwaan?

Psikologi pendidikan akan terus berkembang seiring dengan besarnya ketertarikan untuk tahu bagaimana manusia belajar. Bukan tidak mungkin, di masa mendatang akan ditemukan konsep atau teori baru yang merupakan terobosan dalam sistem belajar mengajar.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar perkembangan anak terutama di usia sekolah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingibu dan anakgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved