Agar Terlindungi, Pahami Proses Penularan Cacar Air Berikut Ini

Virus cacar air dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita cacar air
Cacar air berada di fase paling menular saat satu atau dua hari sebelum benjolan merah muncul di kulit.

Seperti yang telah banyak diketahui, cacar air merupakan infeksi yang sangat menular. Sehingga tidak heran, apabila ada satu anak yang terinfeksi cacar, maka anak lain yang sering berinteraksi dengannya, berisiko tertular. Namun pernahkah terpikir, bagaimana sebenarnya proses penularan cacar air tersebut?

Mengenali lebih jauh mengenai proses penularan penyakit yang satu ini dapat membantu Anda untuk lebih berhati-hati terhadap serangan virus varicella zoster, virus penyebab cacar air. Langkah ini dapat Anda lakukan sebagai salah satu dari beberapa cara mencegah penularan cacar air.

Proses Penularan Cacar Air

Cacar air merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus tersebut dapat menyebar dengan mudah dari orang yang menderita cacar air, ke orang lain yang belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya, atau belum pernah menerima vaksin cacar.

Virus ini dapat menyebar melalui beberapa cara, di antaranya:

  • Percikan cairan tubuh seperti air liur dari penderita cacar
  • Kontak langsung dengan penderita cacar air
  • Sentuhan terhadap benda yang baru saja digunakan oleh penderita cacar air

Apabila orang yang sedang menderita cacar air, mengalami bersin atau batuk, air liur yang keluar dapat menularkan virus ini ke orang lain yang berada di dekatnya. Virus varicella zoster juga dapat menyebabkan seseorang menderita herpes zoster, atau yang biasa disebut dengan cacar api.

Orang yang menderita cacar api, dapat menularkan virus tersebut kepada individu tanpa kekebalan terhadap virus varicella zoster. Sehingga dapat disimpulkan, orang yang menderita cacar api juga dapat menyebabkan orang lain mengalami cacar air.

Cacar air berada pada fase paling menular, satu atau dua hari sebelum muncul benjolan-benjolan merah muncul di kulit, hingga benjolan tersebut pecah dan mengering. Bagi orang yang tertular, cacar air umumnya akan muncul dua minggu setelah terpapar virus ini. Bagi kebanyakan orang, mengalami penyakit cacar air sekali bisa memberikan kekebalan seumur hidup.

Cara Mencegah Penularan Cacar Air

Apabila salah satu orang yang sering berkontak dan berinteraksi secara langsung dengan Anda ada yang menderita cacar air, langkah-langkah di bawah ini dapat membantu mengurangi risiko penularannya.

1. Berkonsultasi dengan Dokter

Apabila Anda akan menemani anggota keluarga atau kerabat yang dicurigai menderita cacar air untuk periksa ke dokter, hubungi terlebih dahulu dokter tersebut. Dokter mungkin memberikan instruksi khusus seperti untuk menunggu di ruangan yang berbeda dari pasien lainnya.

2. Batasi Interaksi dengan Orang Lain

Orang yang menderita cacar air, sebaiknya sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain yang belum pernah mengalami penyakit ini. Hindari berada dalam satu ruangan, karena cacar air juga dapat menular melalui udara.

3. Beristirahat di Rumah

Anak yang mengalami cacar air diharuskan untuk beristirahat di rumah dan tidak masuk sekolah. Anak juga tidak disarankan bermain dengan anak lain, hingga fase penularan telah lewat.

4. Hindari Menggaruk Kulit

Para penderita cacar air mesti menahan keinginan untuk menggaruk benjolan-benjolan di kulit. Sebab, benjolan tersebut dapat pecah, dan cairan di dalamnya sangatlah menular.

5. Menjaga Kebersihan Kuku

Penderita cacar air juga disarankan untuk memotong kuku atau menggunakan sarung tangan. Jadi, jika tidak sengaja menggaruk kulit, benjolan tidak pecah.

Selain langkah-langkah di atas, penularan cacar air juga dapat dicegah melalui vaksin. Bahkan, vaksinasi masih dapat dilakukan hingga lima hari setelah Anda berkontak dengan orang yang menderita cacar air. Meski tidak sepenuhnya dapat mencegah cacar air, pemberian vaksin dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit ini.

Setelah mengetahui proses penularan cacar air di atas, Anda diharapkan dapat lebih berhati-hati terhadap infeksi virus yang satu ini. Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan gejala-gejala tertentu, setelah melakukan kontak dengan penderita cacar air.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/transmission.html
Diakses pada 20 April 2019

World Health Organization. https://www.who.int/ith/diseases/varicella/en/
Diakses pada 20 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/symptoms-causes/syc-20353054
Diakses pada 20 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed