Serba-serbi Proses Penuaan yang Wajib Anda Tahu!


Menua adalah sebuah proses yang pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Perubahan fungsi tubuh dan beberapa sistem penunjang tubuh lainnya menjadi tanda proses penuaan. Terdapat perbedaan proses penuaan antara pria dan wanita. Meski sering kali dianggap menyusahkan kesehatan, Anda tetap bisa menjaga kesehatan di usia senja.

(0)
proses penuaan dan perubahan fisik lansiaProses penuaan diikuti sejumlah perubahan fisik pada lansia
Penuaan merupakan hal yang pasti terjadi pada manusia. Bukan hanya keriput dan uban yang akan muncul, proses penuaan juga akan memengaruhi organ tubuh secara keseluruhan. Simak penjelasan lengkap mengenai proses penuaan di artikel ini!

Apa itu penuaan?

Proses penuaan adalah perubahan biologis, fisiologis (fungsi tubuh), psikologis, perilaku, sosial, dan lingkungan yang alamiah terjadi pada seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa penuaan mengakibatkan penurunan fungsi indra, peningkatan risiko terserang penyakit, dan perubahan aktivitas sehari-hari. 

Apa saja perubahan yang terjadi saat Anda menua?

Proses penuaan yang terjadi seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi seluruh organ tubuh manusia. Tak hanya fisik, berikut adalah beberapa perubahan fisiologis pada lansia seiring proses penuaan.

1. Sistem kardiovaskuler

Masalah jantung dapat muncul seiring usia yang menua
Masalah jantung dapat muncul seiring usia yang menua
Sistem kardiovaskuler melibatkan jantung, pembuluh darah, dan komponen darah yang bekerja sama menjalankan sirkulasi darah pembawa nutrisi dan oksigen ke jaringan tubuh. Sistem ini sangat krusial dalam proses metabolisme tubuh.Seiring pertambahan usia, pembuluh darah dan arteri menjadi lebih kaku. Kondisi ini bisa disebabkan akibat penuaan atau gaya hidup tidak sehat yang dijalankan selama masa muda. Akibatnya, jantung perlu kerja lebih keras untuk memompa darah karena pembuluh darahnya tang tidak lagi elastis. Perubahan ini meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dan masalah kardiovaskuler lainnya, seperti aterosklerosis atau penyakit jantung. 

2. Tulang dan gigi

Pada proses penuaan, ukuran dan kepadatan tulang Anda akan semakin menyusut. Hal ini membuatnya lebih lemah dan rentan terhadap masalah tulang. Itu sebabnya, beberapa lansia lebih rentan mengalami cedera ketika jatuh, seperti patah tulang. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh osteoporosis yang umum terjadi pada orang tua.Tidak hanya itu, penuaan juga dapat membuat gigi rentan terhadap kerusakan dan infeksi. Masalah gigi yang kerap dialami lansia, antara lain gigi tanggal dan kebutuhan menggunakan gigi palsu. 

3. Otot dan sendi 

Lansia kerap mengalami sakit pinggang karena penuaan yang terjadi
Lansia kerap mengalami sakit pinggang karena penuaan yang terjadi
Para orang tua juga kerap mengeluhkan masalah otot dan sendi seiring usia yang semakin menua. Hal ini karena, bersamaan dengan bertambahnya waktu, otot dan persendian juga akan mengalami penurunan daya tahan, kekuatan, hingga kelenturan. Akibatnya, kemampuan koordinasi, keseimbangan, dan stabilitas akan terpengaruh. 

4. Sistem pencernaan 

Penuaan juga dapat menyebabkan perubahan struktur pada usus besar. Tidak jarang bahwa lansia kerap kali mengalami sembelit atau sulit buang air besar.Tidak hanya itu, faktor lain seperti kurang minum, kurang makan makanan berserat, dan kurang banyak gerak juga turut memengaruhi sistem pencernaan pada lansia. Selain itu, penyakit lain seperti diabetes, konsumsi obat-obatan dan suplemen zat gizi, juga meningkatkan risiko terkena sembelit pada lansia. 

5. Saluran dan kandung kemih 

Proses penuaan juga menyebabkan otot-otot dasar panggul dan kandung kemih melemah dan kurang elastis.Akibatnya, banyak lansia jadi sering buang air kecil. Tak jarang, beberapa dari mereka juga kesulitan untuk menahan buang air kecil, atau inkontinensia urine. 

6. Daya ingat dan kemampuan berpikir

Penurunan daya ingat termasuk salah satu ciri penuaan
Penurunan daya ingat termasuk salah satu ciri penuaan
Salah satu sistem tubuh yang paling terdampak saat proses penuaan adalah daya ingat dan kemampuan berpikir.Demensia dan Alzheimer adalah masalah penurunan fungsi kognitif yang paling umum terjadi pada lansia. 

7. Mata dan telinga 

Seiring bertambahnya usia, Anda akan mengalami penurunan penglihatan, menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, hingga perubahan lensa mata yang dapat berujung pada katarak.  Selain mata, gangguan pendengaran pada lansia juga umum terjadi sehingga kesulitan mengikuti percakapan sehari-hari. Menurunnya kemampuan pendengaran karena usia disebut dengan presbikusis.

8. Kulit 

Perubahan fisik pada lansia yang paling kentara kasatmata saat proses penuaan terjadi adalah munculnya kerutan. Kondisi ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Selain itu, penuaan juga membuat jaringan lemak bawah kulit menjadi semakin berkurang dan lebih rapuh.Berkurangnya jaringan lemak bawah kulit juga membuat produksi minyak alami menurun sehingga kulit para orang tua terasa lebih kering

9. Organ reproduksi

Organ reproduksi juga ikut terdampak pada proses penuaan. Pada wanita, saat memasuki masa menopause, hormon estrogen akan semakin menurun bahkan hilang secara alami. Inilah yang mengakibatkan vagina terasa kering sehingga memengaruhi kenyamanan dalam berhubungan seksual. Sementara itu, pada pria, menua juga akan memengaruhi kemampuan ereksi. Impotensi dapat terjadi akibat penurunan hormon testosteron. Kondisi ini membuat lansia pria kesulitan atau mempertahankan ereksi. 

Adakah perbedaan proses penuaan antara wanita dan pria?

Terdapat perbedaan proses penuaan antara pia dan wanita
Terdapat perbedaan proses penuaan antara pia dan wanita
Wanita dan pria tentu sama-sama mengalami penuaan. Namun, sebagaimana dikutip oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), terdapat beberapa perbedaan proses penuaan antara wanita dan pria, yakni: 
  1. Kulit
    Wanita mengalami penuaan kulit lebih dahulu akibat hormon estrogen yang berkurang bahkan hilang selama proses penuaan. Hal ini berbeda dengan pria yang terus memproduksi hormon testosteron meskipun jumlahnya berkurang saat menua.
  2. Massa otot
    Pria lebih dulu mengalami penurunan massa otot dibandingkan wanita akibat berkurangnya hormon testosteron. Penurunan produksi hormon ini mulai terjadi ketika pria memasuki usia 30 tahun. Sementara itu, pada wanita, penurunan massa otot baru akan terjadi saat memasuki usia 50 tahun. 
  3. Rambut
    Pria mengalami kebotakan lebih dahulu akibat perubahan hormonal dan genetik. Biasanya penipisan rambut pada pria mulai terjadi pada usia 40 sampai 50 tahun. 

Adakah cara memperlambat proses penuaan?

Tetap sehat saat menua dengan menjalankan pola hidup sehat
Tetap fit saat menua dengan menjalankan pola hidup sehat
Meskipun penuaan merupakan hal yang pasti, menjaga kesehatan secara keseluruhan dapat memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kualitas hidup di hari tua.Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses penuaan. 

1. Rutin melakukan aktivitas fisik

Lakukan aktivitas fisik secara teratur dan konsisten, seperti berjalan, jogging, berenang, yoga, dan aktivitas lain yang Anda senangi. Rutinitas ini dapat mempertahankan berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga kesehatan tulang, dan meningkatkan produksi hormon bahagia.Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga minimal selama 30 menit sehari, dengan frekuensi tiga kali seminggu. 

2. Makan makanan bergizi seimbang 

Untuk mencegah penuaan dini, konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, dan mineral bisa menjadi solusi. Anda juga dapat meningkatkan konsumsi sayur dan buah, serta makanan berserat lainnya. Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak hewani, seperti seafood dan jeroan.Sebaiknya, Anda juga membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk menghindari penyakit degeneratifKementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula sebanyak maksimal 4 sendok makan, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak (G4G1L5) setiap harinya

3. Konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup

Seiring dengan pertambahan usia, fungsi tulang juga akan mengalami penurunan. Kalsium dan vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang pada lansia.Anda juga bisa mengonsumsi makanan mengandung vitamin D lain, seperti produk susu, brokoli, kangkung, salmon, tuna, telur, dan tahu. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan suplemen kalsium atau vitamin D untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda.Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dengan berjemur di pagi hari. Tak perlu terlalu lama, yakni hanya sekitar 15 menit. Pastikan Anda memakai tabir surya untuk mencegah masalah akibat radiasi sinar UV.

4. Hindari rokok dan produk tembakau lain

Merokok dapat memperbesar risiko pengerasan arteri (aterosklerosis) serta memicu peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Itu sebabnya, agar masalah kardiovaskuler dapat dicegah, sebaiknya hindari merokok, bahkan sejak usia muda. Ini juga berlaku terhadap asap rokok (perokok pasif).

5. Hindari stres

Stres dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan depresi. Hindari stres dengan melakukan hal-hal yang Anda senangi atau melakukan meditasi, olahraga, dan berkumpul dengan teman atau keluarga.

6. Tidur cukup

Tidur atau istirahat cukup sangat penting untuk mengistirahatkan tubuh Anda sejenak dari berbagai rutinitas harian. Selain itu, kualitas tidur yang baik juga dapat meningkatkan penyembuhan dan perbaikan jantung. Anda dianjurkan untuk tidur selama 6-9 jam per hari. Masalah kesehatan dapat muncul beruntun saat proses penuaan dan terakumulasi di hari tua. Namun, jangan khawatir karena hal ini bisa dicegah.Untuk mengetahui cara menjaga kesehatan tubuh hingga tua secara menyeluruh, Anda dapat menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
gangguan lansialansiakesehatan lansiadepresi pada lansiapenuaan
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/aging/art-20046070
Diakses pada 15 Mei 2021
Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/15/berapa-anjuran-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-per-harinya
Diakses pada 15 Mei 2021
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. https://perdoski.id/article/detail/1635-bagaimana-perbedaan-proses-menua-pada-pria-dan-wanita
Diakses pada 15 Mei 2021
National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/about/aging-strategic-directions-research/understanding-dynamics-aging
Diakses pada 15 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait