Proses Pencernaan pada Manusia, Mulai dari Mulut Hingga Anus

Proses pencernaan pada manusia menjadi saksi pentingnya usus untuk menyerap nutrisi.
Proses pencernaan pada manusia, dimulai dari mulut dan berakhir di anus.

Pernahkah bertanya-tanya, mengapa makanan favorit yang Anda makan lewat mulut, bisa diubah oleh tubuh agar menjadi nutrisi, hingga akhirnya menjadi feses yang keluar dari tubuh? Proses pencernaan pada tubuh manusia, memang menyimpan banyak rahasia, yang sebaiknya Anda ketahui, agar tidak penasaran lagi.

Proses pencernaan pada manusia, mulai dari mulut hingga ke dubur

Harus diakui, memahami proses pencernaan pada manusia, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, makanan yang Anda konsumsi lewat mulut, tidak langsung meluncur ke anus. Masih banyak “destinasi” lain yang harus didatangi, agar makanan bisa diubah oleh tubuh menjadi sumber energi.

Bukan sekadar “menyulap” makanan menjadi feses, proses pencernaan memiliki tugas yang lebih berat dari itu. Seperti apa proses pencernaan pada tubuh manusia?

1. Mulut

Proses pencernaan pada manusia dimulai dari mulut. Ketika membuka mulut untuk memasukkan makanan favorit Anda, dari sinilah perjalanan panjang makanan dimulai. Mulut seakan menjadi “gerbang utama”, dari proses pencernaan pada manusia.

Selanjutnya, makanan dikunyah menjadi bagian-bagian kecil, yang membuatnya mudah dicerna. Sementara itu, air liur yang bercampur dengan makanan-makanan tersebut, akan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa diserap oleh tubuh.

2. Tenggorokan

Proses pencernaan pada manusia selanjutnya ialah tenggorokan. “Destinasi” kedua makanan favorit Anda ialah tenggorokan. Setelah ditelan, makanan akan menuju langsung ke tenggorokan Anda. Dari sinilah, makanan akan “meluncur” ke esofagus atau tabung penelan.

3. Esofagus

Esofagus, atau kerongkongan, adalah tabung berotot yang membentang dari faring (tabung fibromuskular di depan tulang leher), ke lambung. Melalui gerakan meremas (gerakan peristaltik), esofagus akan mengirimkan makanan ke lambung.

Tepat sebelum makanan masuk ke dalam perut, ada “zona tekanan tinggi” (sfingter esofagus bawah), yang bertugas sebagai katup, agar makanan tidak melewati belakang kerongkongan.

4. Lambung

Dari esofagus, makanan akan mampir ke lambung. Perut dapat digambarkan sebagai kantung dengan dinding berotot kuat, yang tidak hanya bertugas sebagai penyimpan makanan, tapi juga “penggiling” makanan yang Anda konsumsi. Saat proses pencernaan pada manusia mencapai lambung, maka akan ada enzim dan asam, yang bertugas memecah makanan.

Ketika meninggalkan lambung, makanan yang semula berbentuk dan mungkin bertekstur keras, akan berubah menjadi cairan atau bentuk lebih halus.

5. Usus halus

Usus kecil atau usus halus adalah destinasi selanjutnya, setelah makanan melewati perut. Usushalus terdiri dari tiga bagian; duodenum, jejunum, dan ileum.

Usus halus akan menyelesaikan pekerjaan perut yang belum usai, yakni memecah makanan dengan enzim yang diproduksi pankreas, empedu, serta hati.

Di sinilah, tubuh akan menyerap nutrisi makanan, ke aliran darah. Tanpa kinerja jejunum dan ileum, tidak mungkin nutrisi bisa diserap oleh tubuh. Keduanya memikul tanggung jawab besar, dalam memindahkan nutrisi makanan, ke dalam aliran darah. Sementara itu duodenum, hanya akan membantu usus dalam memecah makanan.

6. Usus besar

Usus besar menjadi destinasi yang dilewati makanan (yang sudah berbentuk cairan atau lebih halus). Di dalam usus besar, seluruh cairan yang ada di dalam makanan, akan diserap, sehingga sisa-sisa makanan ini memiliki bentuk yang lebih solid. Sisa-sisa makanan (feses) ini akan disimpan di dalam usus sigmoid.

Biasanya, dibutuhkan waktu 36 jam agar kotoran (feses) bisa melewati usus besar. Saat usus besar sudah penuh dengan sisa-sisa makanan ini, maka proses eliminasi menuju ke dubur akan dimulai.

7. Dubur

Rektum atau dubur, adalah ruangan sekitar 20 cm yang menyambungkan usus besar ke anus. Menerima kotoran (feses) dari usus besar, adalah tugas utama dari dubur. Saat gas atau feses masuk ke dalam dubur, maka akan ada sensor yang dikirimkan ke otak. Kemudian, otak akan memutuskan, akan mengeluarkan atau menahan kotoran yang ada di dubur.

Dalam proses buang air besar, sfingter (otot) akan merileks dan rektum berkontraksi, sehingga feses akan keluar lewat anus.

8. Anus

Anus adalah pemberhentian terakhir dari proses pencernaan, sebelum akhirnya makanan yang sudah berubah menjadi kotoran atau feses, keluar dari tubuh. Anus terdiri dari otot dasar panggul dan dua sfingter (otot internal dan eksternal).

Lapisan atas anus, bertugas untuk mendeteksi isi dubur. Lapisan ini akan mengetahui bentuk atau konsistensi dari feses, entah itu cairan, solid, atau hanya gas.

Setelah melihat “panjangnya” perjalanan proses pencernaan pada manusia, mungkin Anda jadi menyadari, mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayuran, bisa membuat menyehatkan sistem pencernaan. Maka dari itu, jangan pernah lupa untuk mengonsumsi makanan sehat, demi sistem pencernaan yang lancar.

Web MD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/your-digestive-system#1
Diakses pada 10 Desember 2019

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/how-digestion-works
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait