logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Proses Pencernaan pada Manusia yang Perlu Diketahui

open-summary

Proses pencernaan pada manusia sangatlah penting untuk diketahui. Makanan yang Anda konsumsi akan melewati tahapan serta organ lainnya di dalam tubuh. Bagaimana prosesnya?


close-summary

3.49

(53)

10 Des 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Proses pencernaan pada manusia menjadi saksi usus untuk menyerap nutrisi

Proses pencernaan pada manusia, dimulai dari mulut dan berakhir di anus.

Table of Content

  • Tahapan proses pencernaan manusia
  • Perbedaan pencernaan mekanik dan kimiawi
  • Berbagai masalah yang mungkin menyerang proses pencernaan

Sistem pencernaan manusia akan melakukan prosesnya untuk memecah makanan agar dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Tentunya, ini dilakukan oleh berbagai organ dalam anatomi tubuh manusia. Bagaimana proses pencernaan pada manusia? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Advertisement

Tahapan proses pencernaan manusia

Proses pencernaan manusia berfungsi untuk memecah makanan agar bisa terserap oleh tubuh dan juga menjadi sumber energi. Anda perlu mengenali apa saja organ-organ yang bekerjasama agar pencernaan berjalan dengan baik. Berikut adalah tahapan pencernaan manusia.

1. Mulut

Mengutip dari Cleveland Clinic, proses pencernaan pada manusia dimulai dari mulut. Yaitu, ketika Anda membuka mulut, lalu memasukkan makanan.

Mulut seakan menjadi “gerbang utama”, dari proses pencernaan pada manusia. Selanjutnya, makanan dikunyah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga lebih mudah dicerna.

Sementara itu, air liur yang bercampur dengan makanan-makanan tersebut, akan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa diserap oleh tubuh.

2. Tenggorokan

Proses pencernaan pada manusia selanjutnya adalah tenggorokan (trakea). Setelah menelan, makanan akan langsung menuju ke tenggorokan Anda. Dari sinilah, makanan akan “meluncur” ke esofagus atau tabung penelan.

3. Esofagus

Esofagus, atau kerongkongan, adalah tabung berotot yang menghubungkan faring (tenggorokan atas) dengan lambung. Melalui gerakan meremas (gerakan peristaltik), esofagus akan mengirimkan makanan ke lambung.

Tepat sebelum makanan masuk ke dalam perut, ada “zona tekanan tinggi” (sfingter esofagus bawah). Ini bertugas sebagai katup, agar makanan tidak kembali ke kerongkongan yang mencegah refluks asam.

4. Lambung

Dari esofagus, makanan akan menuju ke organ lambung. Ini adalah organ berongga yang berfungsi untuk menampung serta mengolah makanan.

Saat proses pencernaan manusia mencapai lambung, akan ada enzim dan asam untuk memecah makanan. Setelah meninggalkan lambung, makanan yang awalnya keras, akan berubah menjadi lebih halus.

5. Usus halus

Proses pencernaan yang berawal dari mulut, akan sampai ke usus kecil atau usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian; duodenum, jejunum, dan ileum.

Usus halus akan menyelesaikan pekerjaan lambung yang belum usai, yaitu memecah makanan dengan enzim yang diproduksi pankreas, empedu, serta hati.

Di sinilah, tubuh akan menyerap nutrisi makanan ke aliran darah. Tanpa kinerja jejunum dan ileum, tidak mungkin nutrisi bisa terserap oleh tubuh.

Keduanya bertanggung jawab besar dalam memindahkan nutrisi makanan, ke dalam aliran darah. Sementara itu duodenum, akan membantu usus dalam memecah makanan.

6 Kantong empedu

Kantong empedu sebagai organ dalam proses pencernaan manusia berfungsi untuk menyimpan dan memberikan cairan empedu dari hati. Kemudian, cairan tersebut akan menuju duodenum di usus halus untuk membantu menyerap sekaligus mencerna lemak.

6. Usus besar

Fungsi usus besar adalah menyerap seluruh cairan yang ada di dalam makanan, sehingga sisa-sisa makanan ini memiliki bentuk yang lebih solid.

Tak hanya berfungsi untuk memproses zat sisa makanan, usus besar juga menjadi penghubung usus kecil dengan rektum.

Sisa makanan akan disimpan di dalam usus sigmoid. Biasanya, dibutuhkan waktu 36 jam agar kotoran (feses) bisa melewati usus besar. Saat usus besar sudah penuh, maka proses pembuangan menuju ke dubur akan dimulai.

7. Dubur

Rektum atau dubur adalah ruangan sekitar 20 cm yang menyambungkan usus besar ke anus. Fungsi utamanya adalan menerima kotoran (feses) dari usus besar.

Saat gas atau feses masuk ke dalam dubur, akan ada sensor yang dikirimkan ke otak. Kemudian, otak akan memutuskan, mengeluarkan atau menahan kotoran.

Dalam proses buang air besar, sfingter (otot) akan rileks, sedangkan rektum berkontraksi. Setelah itu, feses akan keluar lewat anus.

8. Anus

Anus adalah organ terakhir dari proses pencernaan manusia, sebelum makanan berubah menjadi kotoran, lalu keluar dari tubuh.

Organ ini terdiri dari otot dasar panggul dan dua sfingter (otot internal dan eksternal). Lapisan atas anus, berfungsi untuk mendeteksi isi dubur.

Lapisan ini akan mengetahui bentuk atau konsistensi feses, entah itu cairan, padat, atau hanya gas.

Baca Juga

  • Coba Sendiri 8 Manfaat Pernapasan Perut untuk Kesehatan
  • Falafel, Gorengan Timur Tengah yang Sehat
  • 8 Manfaat Timun untuk Kesehatan, Tidak Hanya Menyegarkan Tubuh

Perbedaan pencernaan mekanik dan kimiawi

Ada dua proses pencernaan pada tubuh manusia, yaitu meliputi pencernaan mekanik dan kimiawi.

Pencernaan mekanik adalah proses menghancurkan makanan menjadi bagian kecil dengan bantuan organ lainnya. Sebagai contoh, saat Anda mengunyah makanan dengan gigi.

Sedangkan proses pencernaan makanan dengan bantuan asam dan enzim disebut sebagai pencernaan kimiawi. Apalagi, ada berbagai jenis enzim dalam sistem pencernaan manusia.

Berbagai masalah yang mungkin menyerang proses pencernaan

Ada beberapa kondisi, penyakit, atau gangguan yang bisa memengaruhi proses pencernaan manusia. Sebagai contoh, diare dan sembelit adalah kondisi umum. Namun, apabila terus menerus terjadi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan sistem pencernaan, di antaranya adalah:

  • Sembelit, feses kering dan keras, sehingga sulit untuk buang air besar.
  • Diare, feses yang encer dan berair. Umumnya terjadi karena masuknya bakteri.
  • Wasir, pembuluh darah bengkak atau membesar. Terbentuk di area anus dan rektum.
  • Heartburn, perasaan terbakar dan tidak nyaman di area dada, leher, hingga tenggorokan. Penyebabnya adalah asam lambung.
  • GERD, refluks asam yang bocor dan bergerak kembali ke kerongkongan.
  • Sindrom iritasi usus besar, kondisi saat otot usus berkontraksi lebih sering atau jarang. Akibatnya, masuk gas dan membuat sakit perut atau kram.

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui perawatan selanjutnya. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan melakukan pola hidup sehat.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai proses pencernaan manusia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

pencernaanusussaluran pencernaanhidup sehatgangguan pencernaan

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved