logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Ensiklopedia

Memahami Proses Pencernaan pada Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya

open-summary

Proses pencernaan pada manusia dimulai sesaat setelah makanan masuk ke mulut. Makanan kemudian diproses beberapa organ hingga akhirnya dikeluarkan lewat anus. Supaya bisa berjalan lancar, Anda perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan.


close-summary

2023-03-29 09:48:03

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Proses pencernaan pada manusia

Proses pencernaan pada manusia melibatkan banyak organ.

Table of Content

  • Proses pencernaan pada manusia
  • Perbedaan pencernaan mekanik dan kimiawi
  • Cara menjaga kesehatan sistem pencernaan
  • Berbagai masalah dalam proses pencernaan

Pencernaan makanan adalah proses kompleks yang dilakukan untuk mengubah makanan menjadi nutrisi sehingga dapat dijadikan energi, mendukung pertumbuhan, dan memperbaiki sel-sel tubuh. Untuk memahami proses pencernaan pada manusia, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Advertisement

Proses pencernaan pada manusia

proses pencernaan pada manusia
Proses pencernaan pada manusia dimulai dari mulut.

Sebelum membahas bagaimana proses pencernaan makanan pada manusia, Anda perlu mengetahui bahwa proses ini melibatkan banyak organ, mulai dari mulut hingga anus.

Secara spesifik, urutan organ saluran pencernaan makanan pada manusia yang benar adalah mulut, tenggorokan, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, kantong empedu, usus besar, dubur, dan anus.

Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan sistem pencernaan manusia dalam memproses makanan.

1. Mulut

Mengutip dari Cleveland Clinic, proses pencernaan dimulai dari mulut, yaitu ketika Anda membuka mulut dan memasukkan makanan.

Mulut adalah organ pencernaan yang menjadi ‘gerbang’ masuknya makanan. Selanjutnya, makanan dikunyah menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah dicerna.

Air liur kemudian bercampur dengan makanan-makanan yang masuk dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa diserap tubuh.

2. Tenggorokan

Organ berikutnya yang dilibatkan dalam proses pencernaan pada manusia adalah tenggorokan (trakea). Setelah ditelan, makanan kemudian berpindah menuju ke tenggorokan.

Dari sinilah, makanan masuk ke kerongkongan atau tabung penelan.

2. Kerongkongan

Kerongkongan adalah tabung berotot yang menghubungkan faring (tenggorokan atas) dengan lambung.

Terdapat beberapa proses pencernaan pada kerongkongan yang penting untuk diketahui.

Pertama, gerak peristaltik (meremas) terjadi di esofagus untuk mengirimkan makanan ke lambung.

Selanjutnya, tepat sebelum makanan masuk ke dalam perut, ada ‘zona tekanan tinggi’ (sfingter esofagus bawah) yang bertugas sebagai katup agar makanan tidak kembali ke kerongkongan sehingga mencegah refluks asam.

4. Lambung

Dari esofagus, makanan kemudian menuju ke organ lambung. Ini adalah organ berongga yang berfungsi menampung dan mengolah makanan.

Saat proses pencernaan manusia mencapai lambung, di sana ada enzim dan asam untuk memecah makanan.

Ada pula getah lambung yang mengandung asam klorida (HCl), lipase, dan pepsin.

Fungsi getah lambung pada proses pencernaan makanan adalah menonaktifkan mikoorganisme yang tertelan sehingga menghambat agen infeksi supaya tidak mencapai usus.

Setelah meninggalkan lambung, tekstur makanan yang awalnya keras akan berubah menjadi lebih halus.

5. Usus halus

Setelah melalui lambung, makanan akan masuk ke dalam usus kecil atau usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.

Usus halus akan menyelesaikan pekerjaan lambung yang belum usai, yaitu memecah makanan dengan enzim yang diproduksi pankreas, empedu, dan hati.

Di sinilah tubuh akan menyerap nutrisi makanan ke aliran darah. Tanpa kinerja jejunum dan ileum, tidak mungkin nutrisi bisa diserap tubuh.

Sementara itu, duodenum akan membantu usus dalam memecah makanan.

6. Kantong empedu

Kantong empedu sebagai organ dalam proses pencernaan manusia berfungsi untuk menyimpan dan memberikan cairan empedu dari hati.

Kemudian, cairan tersebut akan menuju duodenum di usus halus untuk membantu menyerap sekaligus mencerna lemak.

7. Usus besar

Proses pencernaan yang terjadi dalam usus besar adalah penyerapan seluruh cairan yang ada di dalam makanan sehingga sisa makanan ini memiliki bentuk yang lebih padat.

Tak hanya berfungsi untuk memproses zat sisa makanan, usus besar juga menjadi penghubung usus kecil dengan rektum.

Sisa makanan akan disimpan di dalam usus sigmoid. Biasanya, dibutuhkan waktu 36 jam agar kotoran (feses) bisa melewati usus besar.

Setelah memahami proses pencernaan makanan dari mulut sampai usus besar, pembuangan kotoran (feses) menuju ke dubur pun dimulai.

8. Dubur

Rektum atau dubur adalah ruangan berukuran 20 centimeter (cm) yang menyambungkan usus besar ke anus. Fungsi utamanya adalah menerima feses dari usus besar.

Saat gas atau feses masuk ke dalam dubur, akan ada sensor yang dikirimkan ke otak. Kemudian, otak akan memutuskan untuk mengeluarkan atau menahan kotoran.

Dalam proses buang air besar, sfingter menjadi rileks dan rektum berkontraksi. Setelah itu, feses dikeluarkan lewat anus.

9. Anus

proses pencernaan pada manusia berakhir saat buang air besar
Anus adalah tujuan terakhir dari sistem pencernaan manusia.

Anus adalah organ terakhir dari proses pencernaan manusia sebelum makanan berubah menjadi kotoran dan keluar dari tubuh.

Organ ini terdiri dari otot dasar panggul dan dua sfingter (otot internal dan eksternal).

Lapisan atas anus berfungsi untuk mendeteksi isi dubur. Lapisan ini dapat mengetahui bentuk atau konsistensi feses, baik itu cairan, padat, atau hanya gas.

Baca Juga

  • Sakit pada Perut Bagian Atas, Bisa Jadi itu Gejala Pankreatitis
  • Pearl Bubble Tea Berbahaya Karena Tidak Bisa Dicerna Tubuh, Benarkah?
  • 7 Obat GERD di Apotek yang Efektif Redakan Heartburn

Perbedaan pencernaan mekanik dan kimiawi

Ada dua proses pencernaan pada tubuh manusia, yaitu pencernaan mekanik dan kimiawi.

Pencernaan secara mekanik terjadi pada mulut, melalui gerakan mengunyah. Pencernaan mekanik adalah proses menghancurkan makanan menjadi bagian kecil dengan bantuan organ lainnya. Sebagai contoh, saat Anda mengunyah makanan dengan gigi.

Tidak hanya di mulut, pencernaan mekanik juga terjadi di dalam lambung untuk menghaluskan makanan melalui gerakan otot lambung.

Sementara itu, pencernaan makanan secara kimiawi pada manusia terjadi di dalam mulut dengan air liur. Proses ini berlanjut ke lambung dan diselesaikan di usus halus.

Pencernaan kimiawi melibatkan sekresi enzim di seluruh saluran pencernaan. Enzim ini memutus ikatan kimia yang menyatukan partikel makanan.

Ini memungkinkan makanan dipecah menjadi bagian kecil yang dapat dicerna dengan mudah.

Tanpa pencernaan kimiawi, tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi.

Cara menjaga kesehatan sistem pencernaan

Agar proses pencernaan pada manusia dapat berjalan sebagaimana mestinya, Anda perlu menjaga kesehatannya.

Berikut adalah tips menjaga kesehatan sistem pencernaan yang bisa Anda praktikkan sehari-hari.

  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi, baik serat larut ataupun tidak larut.
  • Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak.
  • Pilihlah daging yang tidak mengandung lemak.
  • Jangan lupa mengonsumsi probiotik dan prebiotik.
  • Jika Anda punya masalah pencernaan, coba jalani diet FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols).
  • Makan tepat waktu.
  • Menjaga hidrasi tubuh dengan rutin minum air putih.
  • Hindari merokok.
  • Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Kelola stres.

Berbagai masalah dalam proses pencernaan

Ada beberapa kondisi, penyakit, atau gangguan yang bisa mempengaruhi proses pencernaan manusia.

Sebagai contoh, diare dan sembelit adalah kondisi umum. Namun, apabila terus menerus terjadi, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan sistem pencernaan.

  • Sembelit adalah kondisi feses kering dan keras sehingga membuat Anda sulit buang air besar.
  • Diare menyebabkan kondisi feses yang encer dan berair. Masalah ini biasanya terjadi karena bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  • Wasir menyebabkan pembuluh darah bengkak atau membesar. Terbentuk di area anus dan rektum.
  • Heartburn adalah perasaan terbakar dan tidak nyaman di area dada, leher, hingga tenggorokan. Penyebabnya adalah asam lambung.
  • GERD adalah refluks asam yang bocor dan bergerak kembali ke kerongkongan.
  • Sindrom iritasi usus besar adalah kondisi saat otot usus berkontraksi lebih sering atau jarang. Akibatnya, gas masuk dan membuat sakit perut atau kram.

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan lupa untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan melakukan pola hidup sehat secara konsisten.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai proses pencernaan pada manusia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

pencernaangangguan pencernaansaluran pencernaan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved