Proses Pembuatan Garam Laut dan Garam Meja yang Menarik Diketahui

(0)
11 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Proses pembuatan garam dapat dibedakan menjadi dua, yakni garam meja dan garam lautGaram meja berbeda dengan garam laut
Garam adalah salah satu komponen paling penting dalam masakan untuk memberi rasa yang gurih dan sedap. Namun, tahukah Anda bahwa proses pembuatan garam yang berbeda akan menghasilkan jenis garam yang berbeda pula?Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada dasarnya proses pembuatan garam terbagi menjadi dua kelompok. Pertama adalah menguapkan air laut dengan tenaga surya sehingga menghasilkan garam laut, kedua dengan menambang dari batuan garam (rock salt) sehingga menghasilkan garam meja.Apa perbedaan kedua jenis garam ini? Apakah garam laut lebih menyehatkan dibanding garam meja, atau sebaliknya?

Proses pembuatan garam laut

Seperti namanya, garam laut merupakan jenis garam yang didapat dengan menguapkan air laut atau air danau yang memiliki kadar garam yang tinggi. Air laut atau danau ini kemudian dialirkan ke sejenis kolam penampungan, kemudian dikeringkan dengan mengandalkan panas matahari sehingga prosesnya bisa memakan waktu berhari-hari.Pada kolam yang kering itulah akan terdapat serpihan garam yang mengandung berbagai mineral, namun pada umumnya merupakan natrium klorida (NaCl). Kadang kala, terdapat mineral lain seperti kalium, zat besi, dan zinc tergantung jenis air yang diuapkan.Garam laut kerap disebut sebagai jenis garam yang lebih sehat dibanding garam meja karena proses pembuatan garam laut yang lebih alamiah. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan juga air yang digunakan untuk membuat garam laut itu sendiri sudah tercemar logam berat seperti timbal.Kandungan bahan berbahaya yang terdapat pada garam laut ini biasanya ditandai dengan warna garam yang keruh. Sayangnya, hal ini kadang kala tidak bisa dijadikan patokan karena produsen yang nakal bisa menambah bahan kimia pemutih dalam proses pembuatan garam laut.Garam laut juga relatif lebih sedikit mengandung yodium dibanding garam meja. Yodium adalah mineral yang penting untuk mencegah penyakit gondok.

Proses pembuatan garam meja

Garam meja sangat familiar digunakan sebagai penambah sedap rasa masakan sehingga kerap disebut juga sebagai garam dapur. Jenis garam ini dipanen dari bebatuan yang ada di dalam tanah atau gua sehingga bentuk aslinya masih kotor dan harus dimurnikan terlebih dahulu.Selain itu, proses pembuatan garam meja juga menggunakan zat antipenggumpalan karena mineral yang masih belum dimurnikan biasanya menyatu sehingga tidak bisa dipanen. Meskipun demikian, penggunaan zat ini tidak mengurangi kualitas garam meja itu sendiri.Kandungan mineral yang terdapat di dalam garam meja sebetulnya sama dengan garam laut, yakni natrium klorida (NaCl). Hanya saja, ada penambahan yodium dalam proses pembuatan garam meja sehingga dapat mencegah tubuh Anda mengalami defisiensi yodium yang berisiko menyebabkan hipotiroidisme hingga kelainan intelektual terutama pada anak.Berdasarkan prinsip proses pembuatan garam ini, maka garam Himalaya yang sempat ngetren tersebut bisa dikategorikan sebagai garam meja. Garam Himalaya adalah garam yang dipanen di pertambangan garam di Pakistan dan terkenal karena warnanya yang merah muda.Warna ini terbentuk karena adanya kandungan karat (besi oksida) serta kandungan sodium (natrium) yang sedikit lebih kecil dari garam meja pada umumnya. Meski demikian dari segi kesehatan, garam Himalaya tidak memiliki dampak yang signifikan dan Anda tetap harus membatasi konsumsinya seperti halnya Anda membatasi konsumsi garam dapur.

Garam mana yang lebih sehat?

Proses pembuatan garam bukanlah faktor utama dalam menentukan sehat atau tidaknya sebuah garam, namun kandungan sodium di dalamnya. Apapun garam yang Anda pilih, konsumsi sodium tidak boleh lebih dari 2.300 mg per hari agar Anda terhindar dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan kelebihan konsumsi garam, salah satunya hipertensi.Sebagai gambaran, 1 sendok teh garam dapur sudah mengandung 2.300 mg sodium. Namun, 1 sendok teh garam laut bisa mengandung lebih rendah sodium karena bentuk kristal garam laut yang lebih besar.Hanya saja jika Anda menambah takaran penggunaan garam laut agar rasa masakan lebih asin atau gurih, maka bahaya dari kedua jenis garam ini terhadap kesehatan Anda tidak ada bedanya.
makanan sehat
KKP. http://pusriskel.litbang.kkp.go.id/index.php/en/publikasi/poster?download=140%3Aposter-proses-pembuatan-garam
Diakses pada 28 Juli 2020
Heart. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sodium/sea-salt-vs-table-salt
Diakses pada 28 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/sea-salt/faq-20058512
Diakses pada 28 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/different-types-of-salt
Diakses pada 28 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait