Proses Pembentukan Urine, Seperti Apa Tahapannya?

Proses pembentukan urine bisa membantu Anda untuk mengenal bagaimana "limbah" dalam tubuh dibuang.
Glomerulus memainkan peran penting saat proses pembentukan urine terjadi.

Pada setiap aliran darah Anda, terdapat zat-zat "tak diinginkan" yang bisa merugikan tubuh. Untung saja, ada ginjal, organ tubuh vital yang membuangnya dalam bentuk urine. Sebenarnya, bagaimana proses pembentukan urine?

Ada tiga langkah utama dari proses pembentukan urine; filtrasi glomerulus, reabsorpsi dan sekresi. Beberapa proses pembentukan urine ini memastikan hanya "limbah" dan kelebihan air saja yang dikeluarkan tubuh lewat urine.

Proses pembentukan urine

Saat proses pembentukan urine terjadi, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati, sampai akhirnya timbul rasa ingin buang air kecil. Berikut ini tahapan tersebut.

1. Glomerulus mulai melakukan tugasnya

Proses pembentukan urine dimulai dari glomerulus, yang menyaring air dan zat-zat lain dari aliran darah.
Ginjal manusia mengandung satu juta struktur kecil bernama nefron. Setiap nefron memiliki glomerulus, tempat darah disaring.

Glomerulus adalah jaringan kapiler yang dikelilingi struktur seperti cangkir, yang disebut kapsul glomerulus (kapsul Bowman).

Saat darah mengalir melalui glomerulus, tekanan darah mendorong air dan zat-zat terlarut dari kapiler ke dalam kapsul glomerulus, melalui membran filtrasi. Akhirnya, filtrasi glomerulus ini lah yang memulai proses pembentukan urine.

2. Membran filtrasi

Sekarang, giliran membran filtrasi yang mengerjakan pekerjaannya. Membran filtrasi menyimpan sel darah merah dan protein besar dalam aliran darah.

Di dalam glomerulus, tekanan darah terus mendorong cairan dari kapiler ke kapsul glomerulus, melalui membran filtrasi.

Kemudian, membran filtrasi memberikan “izin” kepada air dan zat terlarut untuk terus melaju, dengan tetap menahan sel darah dan protein besar, untuk tetap berada di dalam aliran darah.

Setelah proses ini selesai, filtrat (cairan yang telah melewati membran filtrasi) akan mengalir ke kapsul glomerulus dan meluncur ke nefron.

3. Proses reabsorpsi

Glomerulus kembali menyaring air dan zat terlarut, agar keluar dari aliran darah. Perlu diketahui, filtrat yang berhasil melewati membran filtrasi itu, masih mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Ketika keluar dari glomerulus, filtrat akan mengalir ke saluran nefron yang disebut tubulus ginjal. Saat bergerak, zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, beserta air, akan kembali diserap melalui dinding tabung kapiler yang berdekatan.

Reabsorpsi nutrisi penting bagi tubuh manusia dari filtrat ini ialah langkah penting dalam proses pembentukan urine.

4. Sekresi urine

Filtrat yang sudah diserap dalam glomerulus akan mengalir lewat tubulus ginjal, yang memungkinkan nutrisi dan air diserap kembali ke dalam kapiler.

Pada saat yang bersamaan, ion limbah dan hidrogen akan berpindah ke tubulus ginjal. Proses inilah yang disebut sekresi.

Ion yang dikeluarkan itu akan bergabung dengan filtrat yang tersisa dan menjadi urine. Akhirnya, urine mengalir dari tubulus nefron ke saluran pengumpul, kemudian keluar dari ginjal melalui pelvis ginjal ke ureter dan terakhir, ke kandung kemih.

Nefron ginjal memproses darah dan memproduksi urine melalui proses penyaringan, reabsorpsi dan sekresi.

Bagi Anda yang belum tahu, urine terdiri dari 95% air dan 5% limbah. Dari 5% limbah itu, semuanya bersifat nitrogen. Seperti urea, kreatinin, amonia dan asam urat. Semuanya keluar saat Anda buang air kecil. Ion seperti natrium, kalium dan kalsium juga dibuang.

Berapa banyak urine yang bisa disimpan kandung kemih?

Kandung kemih pria dewasa yang sehat, mampu menyimpan dua cangkir urine. Kapasitas kandung kemih anak-anak di bawah usia 2 tahun, biasanya mencapai 4 ons urine.

Untuk anak-anak di atas usia 2 tahun, kapasitas kandung kemih mereka bisa dihitung dengan membagi dua umur mereka, kemudian ditambah enam. Misalnya, kandung kemih anak berusia 8 tahun, bisa menyimpan sampai 10 ons urine.

Menahan kencing bisa berbahaya

Jika sistem kemih Anda sehat, menahan kencing pada umumnya tidak berbahaya. Namun, orang dewasa yang menahan lebih dari 2 cangkir urine, pasti mengalami rasa tidak nyaman.

Melatih kandung kemih bisa menjadi suatu latihan untuk mengembangkan jadwal buang air yang nyaman. Namun, tidak ada acuan mengenai jangka waktu yang direkomendasikan untuk menahan kencing. Sebab, setiap orang memiliki ketahanan berbeda.

Akan tetapi, dalam keadaan tertentu, menahan air kencing untuk waktu yang lama, bisa berbahaya. Menahan kencing terlalu lama bisa meningkatkan risiko infeksi serta penyakit ginjal. Beberapa masalah di bawah ini juga bisa muncul.

  • Pembesaran prostat
  • Kandung kemih neurogenik atau hilangnya fungsi kandung kemih akibat kerusakan saraf
  • Gangguan ginjal
  • Retensi urine atau kesulitan untuk mengeluarkan dan mengosongkan urine

Sementara itu untuk wanita hamil, risiko mengidap infeksi saluran kemih memang sudah ada. Jadi, menahan kencing lebih sering, malah akan meningkatkan risiko tersebut.

Ada baiknya tidak menahan kencing terlalu lama. Jika sudah menemukan toilet, langsung buang air kecil, untuk menghindari hal-hal tak diinginkan. Sebab, sering menahan buang air kecil, bisa meningkatkan risiko teridap infeksi saluran kemih.

Jika rasa kebelet buang air kecil sudah sampai level yang mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya berkonsultasi ke dokter. Jadi, Anda bisa mengetahui pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

Visible Body. https://www.visiblebody.com/learn/urinary/urine-creation
Diakses pada 29 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/holding-pee
Diakses pada 29 Oktober 2019

 

Artikel Terkait

Banner Telemed