Proses Pembentukan Sel Telur, Apa yang Terjadi Jika Tidak Dibuahi?

Proses pembentukan sel telur atau oogenesis terjadi di dalam kelenjar reproduksi
Tentunya pada setiap orang, proses pembentukan sel telur bisa berlangsung berbeda dari yang lain

Begitu menakjubkannya tubuh perempuan, sel telur mereka bahkan sudah ada jauh sebelum masuk ke usia produktif. Menariknya, proses pembentukan sel telur atau oogenesis terjadi dalam beberapa tahap. Ketika proses pembentukan ini tuntas, maka sel telur siap dibuahi ketika masuk masa ovulasi.

Bagi pria, proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis.Tidak jauh berbeda dengan proses itu, pada perempuan prosesnya disebut oogenesis. Dalam tahap ini, sel telur yang belum matang terus berubah hingga menjadi sel telur matang.

Proses pembentukan sel telur

Proses pembentukan sel telur atau oogenesis terjadi di dalam kelenjar reproduksi. Dalam kelenjar ini, dihasilkan gamet (sel germinal) untuk proses pembentukan sel telur selanjutnya.

Beberapa tahap proses pembentukan sel telur adalah:

  • Fase penggandaan

Ketika masa perkembangan janin, beberapa sel yang ada di dalam sel telur perempuan berukuran lebih besar ketimbang yang lain. Sel-sel ini kemudian membelah diri (mitosis) menghasilkan jutaan oogonia atau sel induk telur (oogonium).

  • Fase pertumbuhan

Fase selanjutnya adalah growth phase atau fase pertumbuhan, yaitu fase yang paling lama. Pada tahap ini, sel induk telur berkembang menjadi sel telur yang lebih besar atau disebut dengan oosit primer. Oosit dengan ukuran lebih kecil akan menjadi badan polar pertama.

Oosit primer memiliki jumlah kromosom yang sama dengan sel induk telur yaitu 23 pasang kromosom dan badan polar pertama. Kemudian, oosit sekunder akan kembali mengalami mitosis membentuk badan polar kedua dan ootid.

Pada masa pubertas, bisa ditemukan sekitar 60.000 hingga 80.000 folikel primer di tiap sel telur.

  • Fase pematangan

Fase ketiga sekaligus terakhir adalah maturation phase atau fase pematangan, yaitu ketika meiosis I sudah terpenuhi. Saat berada dalam tahap ini, dua sel haploid terbentuk dalam folikel, namun ukurannya berbeda.

Satu sel anak akan membentuk badan kutub, sementara sel anak lainnya masuk dalam tahap meiosis II. Kemudian, badan kutub akan membentuk dua badan kutub ketika oosit sekunder berada di tahap metafase meiosis kedua.

Dengan demikian, bisa dipahami bahwa proses pembentukan sel telur dimulai lewat meiosis (pembelahan yang menghasilkan 4 gamet) dan mitosis (pembelahan yang menghasilkan 2 sel anak identik).

Apabila setelah proses degenerasi ootid tidak ada proses pembuahan, maka siklus pembentukan sel telur akan diulang kembali sejak awal. Tandanya, lapisan rahim akan dilepaskan dan perempuan akan mengalami menstruasi.

Hormon yang berpengaruh pada proses pembentukan sel telur

Ada beberapa hormon yang berpengaruh pada proses pembentukan sel telur. Tentunya pada setiap orang, proses pembentukan sel telur bisa berlangsung berbeda dari yang lain.

Beberapa hormon yang turut berpengaruh adalah:

1. Luteinizing Hormone (hormon LH)

Hormon LH berfungsi mengatur sikus menstruasi dan juga ovulasi pada tubuh perempuan. Tak hanya itu, hormon LH juga merangsang pelepasan sel telur.

2. Follicle Stimulating Hormone (hormon FSH)

Selain hormon LH, hormon FSH juga dikenal sebagai hormon penting untuk reproduksi. Ketika sel telur siap dibuahi, hormon FSH berfungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi.

3. Hormon estrogen

Hormon penting untuk membantu perkembangan reproduksi

4. Hormon progesteron

Hormon yang dapat menebalkan dinding rahim sehingga sel telur dapat berkembang

Tahapan setelah oogenesis

Fase yang terjadi setelah proses pembentukan sel telur adalah ovulasi. Normalnya, ovulasi terjadi sekitar 12 hari setelah hari pertama haid. Namun, rentang harinya bisa berbeda antara tiap perempuan.

Siklus menstruasi rata-rata berkisr 28 hari. Fase-fase ini meliputi:

  • Fase folikuler

Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi. Selama fase ini hormon seperti FSH dan LH akan dilepaskan dan merangsang pertumbuhan sekitar 15-20 sel telur di dalam cangkangnya.

  • Ovulasi

Fase ketika perempuan berada dalam masa paling subur, berlangsung selama 28 hingga 48 jam. Sel telur yang telah matang bergerak ke arah tuba falopi dan pada fase inilah bisa terjadi pembuahan saat sperma bertemu sel telur.

  • Fasel luteal

Fase ketiga adalah kondisi ketika sel telur matang tidak dibuahi sehingga produksi hormon akan berhenti. Kemudian, sel telur akan larut perlahan dalam waktu 24 jam. Begitu pula halnya dengan lapisan rahim, juga akan luruh sehingga terjadi menstruasi.

Pada masa menopause, sistem reproduksi perempuan secara bertahap berhenti menghasilkan hormon yang diperlukan untuk siklus reproduksi. Pada tahap ini, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur sebelum akhirnya berhenti.

Oogenesis. https://www.sciencedirect.com/topics/biochemistry-genetics-and-molecular-biology/oogenesis
Diakses 30 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15823221
Diakses 30 Januari 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9118-female-reproductive-system
Diakses 30 Januari 2020

Artikel Terkait