Memahami Proses Mumifikasi, dari yang Murah Sampai Paling Mahal

(0)
11 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Proses mumifikasi adalah cara untuk mengawetkan jenazah melalui pembalsaman.Mumifikasi adalah tradisi Mesir Kuno dalam mengawetkan jenazah.
Dalam tradisi Mesir Kuno, proses mumifikasi adalah bagian dari memuliakan orang yang telah meninggal dunia. Mereka percaya mengawetkan mayat orang yang sudah tidak bernyawa dapat membuat orang tersebut memiliki kehidupan yang layak di alam baka.Mumifikasi adalah metode pembalseman untuk mengawetkan jasad melalui proses tertentu yang bertujuan mengeringkan segala bentuk cairan yang ada di dalam tubuh manusia. Dengan mumifikasi, tubuh tersebut tidak akan mudah rusak, bahkan hingga ribuan tahun kemudian.Mumifikasi bisa terjadi secara alami, yakni ketika jenazah orang yang sudah meninggal dunia ‘tersimpan’ di dalam salju atau suhu yang sangat dingin, maupun di gurun pasir dengan udara yang sangat panas dan kering.

Mumifikasi adalah proses pengawetan jasad dengan tahapan ini

Otak akan dikeluarkan dalam proses mumifikasi.
Pada mumifikasi yang dilakukan bangsa Mesir Kuno, prosesnya tidak berlangsung secara alami, melainkan dilakukan dengan langkah-langkah tertentu.Inti dari mumifikasi adalah mengeluarkan seluruh organ maupun otak jenazah agar tubuh menjadi kering dan tidak cepat rusak saat dimakamkan. Satu-satunya organ yang masih boleh menempel di tubuh adalah jantung, karena dianggap sebagai identitas seseorang di alam baka.Proses mumifikasi yang standar biasa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
  • Memandikan

    Proses ini dilakukan untuk membersihkan jasad dari kotoran. Memandikan jasad setidaknya dilakukan 2 kali, yakni sebelum mengeluarkan organ dan otak, serta sebelum membebatnya dengan kain linen.
  • Mengeluarkan organ dalam

    Tahap ini dilakukan melalui sayatan panjang di bagian kiri perut untuk mengeluarkan lambung, usus, hati, dan paru-paru. Setelah selesai, sayatan ini akan ditutup kembali dengan cara dijahit.
  • Mengeluarkan otak

    Prosesnya dilakukan dengan memasukkan alat khusus lewat lubang hidung, untuk mengeluarkan otak sedikit demi sedikit.
  • Mengubur dalam garam

    Inti proses mumifikasi adalah mengubur jasad dalam larutan garam yang terdiri atas sodium bikarbonat, sodium karbonat, sodium sulfat, dan sodium klorida. Pada mumifikasi golongan bangsawan, garam ini diambil dari alam, tepatnya di wilayah Mesir yang disebut Wadi Natrun. Namun pada mumifikasi rakyat jelata, garam yang digunakan adalah garam biasa. Mengubur dengan garam biasanya dilakukan selama 70 hari hingga jasad hanya tersisa tulang dan kulit.
  • Membebat dengan kain strip

    Kain yang digunakan adalah linen yang telah dipotong berbentuk strip. Kain ini dibebat di seluruh badan dengan terlebih dahulu mengguyurkan resin agar kain menempel di tubuh mumi.

Perbedaan strata proses mumifikasi

Proses mumifikasi akan menyisakan kulit dan tulang.
Dalam pelaksanannya, mumifikasi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda tergantung harganya. Semakin mahal, maka proses mumifikasi akan semakin kompleks dan hati-hati. Jadi, jasad yang diawetkan juga terlihat lebih memanusiakan mereka yang telah meninggal dunia.

1. Proses mumifikasi kaum bangsawan

Proses ini dimulai dengan membaringkan jasad di meja tinggi, kemudian proses mumifikasi dilakukan dari kepala. Selanjutnya, langkah-langkah proses mumifikasi adalah sebagai berikut ini:
  • Otak dikeluarkan melalui lubang hidung, sedangkan yang tidak bisa dijangkau dengan kait akan dicuci dengan obat.
  • Panggul dibuka dengan pisau batu api dan seluruh isi perut diangkat. Rongga tersebut dibersihkan secara menyeluruh dengan tuak nira infus rempah yang sudah dihaluskan.
  • Perut jenazah diisi dengan air murni, cassia (semacam kayu manis), dan berbagai zat aromatik lainnya, lalu dijahit lagi.
  • Jenazah ditempatkan di natron (larutan garam) dan dibiarkan selama 70 hari.
  • Jenazah dimandikan, kemudian dibungkus dari kepala sampai kaki dengan kain linen yang dipotong-potong dan diolesi dengan cairan karet (sebagai pengganti lem) di bagian bawah.
  • Dalam kondisi ini, jenazah dikembalikan kepada keluarga. Di sana, jenazah akan dimasukkan dalam kotak kayu berbentuk sosok manusia, kemudian disimpan dalam area pemakaman khusus.

2. Proses mumifikasi kelas menengah

Dalam proses ini, pembalsem tidak melakukan sayatan perut, melainkan menyuntikkan minyak pohon cedar melalui anus untuk mencegah cairan keluar. Tubuh kemudian diletakkan dalam natron selama 70 hari hingga minyak kering dan keluar dari tubuh beserta organ dalam keadaan cair.Dalam proses ini, tidak ada yang tersisa dari tubuh selain kulit dan tulang. Setelah ini, jasad dikembalikan ke keluarga tanpa proses lebih lanjut.

3. Proses mumifikasi kelas bawah

Metode pembalseman ini adalah yang termurah, hanya dilakukan dengan membersihkan usus dan menjaga tubuh selama 70 hari di natron. Organ dalam diambil untuk membantu mengawetkan jenazah, tapi ditempatkan di stoples kanopik untuk disegel di dalam makam. Masyarakat setempat percaya, organ tersebut masih dibutuhkan di alam baka.

Proses mumifikasi juga dilakukan pada hewan

Tak hanya pada manusia, mumufikasi adalah proses yang juga bisa dilakukan pada binatang. Menurut kepercayaan bangsa Mesir, hewan adalah perantara antara manusia dan alam baka, serta dapat menemani jasad orang yang sudah meninggal menuju ke keabadian.Hewan yang biasanya dipilih untuk menjalani mumifikasi adalah kerbau. Namun, tidak jarang juga hewan seperti kucing, baboon, buaya, dan burung dipilih untuk menjadi perantara di alam baka.
penyakit otaksindrom kematian mendadak pada bayifungsi organlahir meninggal
My Learning. https://www.mylearning.org/stories/a-step-by-step-guide-to-egyptian-mummification/220?
Diakses pada 30 Agustus 2020
Smithsonian. https://www.si.edu/spotlight/ancient-egypt/mummies
Diakses pada 30 Agustus 2020
Live Science. https://www.livescience.com/mummification.html
Diakses pada 30 Agustus 2020
Ancient History. https://www.ancient.eu/article/44/mummification-in-ancient-egypt/
Diakses pada 30 Agustus 2020
University of Manchester. http://www.ical.manchester.ac.uk/research/mummification/
Diakses pada 30 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait