Proses Kemoterapi Membutuhkan Persiapan Ini dari Anda Sebagai Pasien

Proses kemoterapi ternyata membutuhkan persiapan personal, yang bukan berasal dari sisi medis.
Sebelum menjalani proses kemoterapi, ada baiknya Anda melakukan persiapan personal.

Proses kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan menggunakan bahan kimia poten untuk membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh. Salah satunya adalah sel kanker. Sebab, sel kanker bisa menggandakan diri lebih cepat dibandingkan sel-sel lain di dalam tubuh.

Pada dasarnya, proses kemoterapi diperlukan untuk mengurangi jumlah sel kanker dalam tubuh, menekan potensi penyebaran kanker, menyusutkan ukuran tumor, dan meredakan gejala-gejala kanker yang dirasakan.

Proses kemoterapi membutuhkan persiapan ini dari sisi personal

Anda disarankan untuk mengurangi beban kerja,
menjelang proses kemoterapi.

Proses kemoterapi merupakan perawatan serius untuk kondisi serius pula. Oleh karena itu, ada persiapan khusus di luar persiapan medis yang harus Anda lakukan, seperti berikut ini:

1. Mengatur pekerjaan:

Kebanyakan orang bisa tetap kembali bekerja selama menjalani proses kemoterapi. Namun, Anda mungkin ingin mengurangi beban kerja, sembari memantau efek samping kemoterapi yang dijalani.

2. Mempersiapkan keperluan rumah:

Ada baiknya Anda mencuci pakaian, membeli persediaan kebutuhan pokok, dan melakukan hal-hal yang sekiranya tidak bisa Anda lakukan setelah menjalani proses kemoterapi pertama.

3. Mencari bantuan:

Tak ada salahnya untuk meminta bantuan dari teman maupun keluarga, untuk mengurus rumah, menjaga anak-anak, atau bahkan hewan peliharaan Anda. Bantuan semacam ini bisa sangat meringankan Anda.

4. Bergabung dengan support group:

Berbagi cerita dengan orang-orang selain teman dan keluarga, misalnya dengan para pasien kanker atau penyintas kanker, bisa membantu Anda tetap optimistis. Oleh karena itu, bergabung dengan support group pasien atau penyintas kanker, bisa menjadi pilihan.

5. Mengantisipasi efek samping:

Tanyakan pada dokter mengenai efek samping yang bisa Anda alami setelah menjalani proses kemoterapi. Apabila berisiko mengalami infertilitas (ketidaksuburan) sebagai efek dari proses kemoterapi padahal Anda merencanakan kehamilan, ada opsi lain yang bisa dipertimbangkan: menyimpan dan membekukan sperma, sel telur, maupun embrio. Tentu saja prosedur ini harus dilakukan oleh tim medis.  Anda pun mungkin ingin membeli penutup kepala maupun rambut palsu, apabila berisiko mengalami kerontokan rambut.

Proses kemoterapi bisa menimbulkan efek samping ini

Gangguan pendengaran bisa terjadi sebagai efek samping
dari proses kemoterapi.

Selain infertilitas dan kerontokan rambut, proses kemoterapi juga bisa menimbulkan sederet efek samping berikut ini:

  • Mual, muntah, dan diare
  • Kerusakan kuku
  • Penurunan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sariawan
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan kognitif dan kesehatan mental
  • Infeksi
  • Anemia
  • Nyeri
  • Sembelit
  • Rentan mengalami lebam dan perdarahan

Selain itu, efek samping lainnya juga bisa muncul belakangan, seperti kerusakan jaringan paru, gangguan jantung, gangguan fungsi ginjal, kerusakan saraf, dan munculnya sel kanker baru.

Punya banyak efek samping, proses kemoterapi tetap diperlukan untuk kanker

Meski memiliki begitu banyak efek samping, proses kemoterapi tetap diperlukan untuk membunuh sel-sel kanker sebagai:

  • Pengobatan utama atau tunggal pada penyakit kanker
  • Pengobatan adjuvant, atau pengobatan setelah pengobatan utama diberikan pada kanker
  • Pengobatan neoadjuvant, atau pengobatan sebelum pengobatan utama diberikan pada kanker
  • Perawatan untuk mengurangi gejala klinis yang ditimbulkan oleh kanker (kemoterapi paliatif)
  • Pengobatan terhadap penyakit sumsum tulang dan penyakit autoimun

Setelah selesai menjalani proses kemoterapi pertama, Anda harus datang untuk jadwal kemoterapi selanjutnya dan berkonsultasi dengan dokter onkologi terkait mengenai kelanjutan pengobatan tersebut. Jadwal kemoterapi yang akan Anda jalani, bergantung dari obat kemoterapi yang diberikan. Pastikan Anda mematuhi jadwal yang diberikan oleh dokter.

Proses kemoterapi dilakukan dengan obat ini

Kemoterapi bekerja dengan cara menghambat pembelahan sel kanker, menyerang sumber nutrisi sel-sel kanker, dan memicu terjadinya kematian sel-sel kanker secara otomatis. Dalam proses kemoterapi, tim medis akan memasukkan obat melalui:

  • Selang infus atau akses pembuluh darah di lengan atau dada
  • Pil atau kapsul
  • Suntikan
  • Kulit dengan krim atau gel
  • Prosedur kemoterapi intraperitonial, intrapleural, intravesikal, atau intratekal pada organ tertentu atau organ target
  • Suntikan langsung ke kanker

Dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum proses kemoterapi

Sebelum melakukan prosedur kemoterapi, dokter akan menentukan dan berdisuksi dengan Anda mengenai obat kemoterapi mana yang akan diberikan. Dokter akan memeriksa dan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini untuk menentukan obat kemoterapi yang tepat:

  • Jenis kanker
  • Stadium kanker
  • Kondisi kesehatan
  • Riwayat pemberian kemoterapi atau terapi kanker lain sebelumnya

Sebagai persiapan proses kemoterapi, dokter akan memasang kateter maupun alat lain untuk mengakses pembuluh darah vena. Biasanya, peralatan tersebut dipasang pada pembuluh darah vena di dada.

Selanjutnya, dokter akan meminta Anda:

  1. Menjalani tes atau prosedur lain untuk memastikan tubuh siap menghadapi proses kemoterapi, seperti tes jumlah sel-sel darah, evaluasi organ ginjal, hati, dan jantung.
  2. Beristirahat dengan cukup

Catatan dari SehatQ

Dokter onkologi atau dokter ahli kanker akan mengevaluasi setiap prosedur kemoterapi yang Anda jalani. Dokter onkologi akan memeriksa efek samping yang Anda rasakan, menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mengevaluasi respons kanker setelah terapi, dan mengatur dosis kemoterapi selanjutnya.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033
Diakses pada 17 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158401
Diakses pada 17 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/chemotherapy#preparation
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait