Langkah Perawatan Luka yang Baik Agar Tidak Berbekas dan Infeksi


Urutan langkah perawatan luka adalah cuci tangan, bersihkan area luka dengan air mengalir, oleskan salep luka, dan tutup luka dengan perban. Jangan lupa juga untuk rutin mengganti perban hingga luka sembuh.

0,0
18 Nov 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Prosedur perawatan luka dimulai dengan membersihkan area lukaProsedur perawatan luka harus dilakukan dengan benar agar tidak infeksi
Prosedur perawatan luka yang benar penting dilakukan untuk mencegah infeksi dan bekas di kulit. Tidak hanya sekadar menempelkan plester atau perban, Anda juga perlu memperhatikan cara membersihkan luka dengan baik.
Ada banyak jenis luka yang bisa terjadi di kulit, dari luka gores, tusuk, bakar, hingga luka tertutup. Idealnya, tiap jenis luka dirawat dengan cara spesifik sesuai kondisi. Tapi perawatan luka standar umumnya bisa dilakukan sebagai pertolongan awal dan membantu dalam mempercepat penyembuhan.

Prosedur perawatan luka yang benar

Apabila luka yang dialami masih ringan, Anda bisa merawatnya sendiri di rumah. Dengan cara yang benar, risiko infeksi dapat diminimalisir dan luka akan cepat sembuh.Berikut ini adalah langkah perawatan luka yang benar untuk luka terbuka:
Prosedur perawatan luka harus diawali dengan cuci tangan
Prosedur perawatan luka harus diawali dengan cuci tangan

1. Cuci tangan

Cuci tangan dengan air mengalir mungkin terlihat sepele, tapi ini sebenarnya termasuk langkah perawatan luka yang tidak boleh terlewat.Tangan adalah salah satu anggota tubuh yang paling banyak dihinggapi oleh bakteri maupun kotoran lain. Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum menyentuh luka, risiko kemunculan infeksi akan meningkat.

2. Hentikan perdarahan

Untuk menghentikan perdarahan, Anda bisa menekan lembut luka dengan kasa steril selama 20-30 menit. Ikat atau rekatkan kasa menggunakan perban atau plester, dan usahakan untuk tidak terlalu sering membukanya.Pasalnya, terlalu sering membuka kasa dikhawatirkan akan membuat proses pembekuan darah menjadi tidak optimal.

3. Bersihkan luka

Agar luka bisa sembuh dengan baik, Anda perlu melakukan cara membersihkan luka yang benar seperti di bawah ini:
  • Bersihkan debu, kotoran, atau benda pemicu luka. Jika penyebabnya adalah pisau atau benda tajam yang menancap di tubuh, jangan dicabut sebelum petugas medis datang karena bisa memicu perdarahan.
  • Jika ada, singkirkan kotoran dari sekitar luka dengan pinset yang sudah direndam alkohol.
  • Bilas area luka dengan air bersih. Jika ada, gunakan cairan saline steril. Lakukan langkah ini hingga tidak ada lagi kotoran yang menempel.
  • Gunakan sabun lembut untuk membersihkan area kulit di sekitar luka, dan pastikan sabun tidak menyentuh luka.
  • Bersihkan juga kotoran dari pakaian yang menempel di dekat area luka. Anda juga dapat melepaskan pakaian di sekitar luka jika bisa.

4. Oleskan antibiotik atau salep luka

Oleskan salep luka yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi dan petroleum jelly guna mencegah terbentuknya bekas luka. Salep ini juga akan menjaga agar luka tetap lembap.
Prosedur perawatan luka tahap lima yaitu menutup luka dengan kasa dan perban steril agar tidak infeksi
Tutup luka dengan kasa steril dan perban agar tidak infeksi

5. Tutup luka

Tahap perawatan luka selanjutnya adalah menutup luka dengan kasa steril, lalu balutkan perban. Kalau luka tidak teralu besar, Anda bisa menggunakan plester luka.Pentupan luka adalah tahap penting karena akan membantu jaringan yang rusak dan terpisah agar bisa kembali menyatu. Dengan ini, luka bisa menutup dengan baik. Tahap ini juga akan melindungi luka dari kontaminasi kotoran.

6. Ganti perban atau plester secara rutin

Perban atau plester yang lama tidak diganti bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Jadi, Anda harus rutin menggantinya setidaknya sehari sekali.Anda juga perlu langsung mengganti perban apabila perban basah, kotor, atau ada darah yang merembes ke luar.

7. Pantau tanda-tanda infeksi

Selama masa penyembuhan luka, waspadai tanda-tanda infeksi. Segera periksakan diri ke doker bila muncul gejala berupa luka yang semakin nyeri, bengkak, kemerahan, terasa panas bila disentuh, dan mengeluarkan nanah.Apabila luka terjadi karena terkena benda yang kotor dan Anda belum menerima vaksin tetanus dalam lima tahun terakhir, Anda juga disarankan untuk segera ke rumah sakit atau klinik mendapatkan suntik tetanus.Baca Juga: Cara Merawat Luka yang Benar Selama Pandemi Covid-19

Jenis-jenis luka

Gambar luka lecet yang merupakan jenis luka abrasi
Salah satu jenis luka yaitu luka lecet atau abrasi
Tidak semua jenis luka sama. Sebagai contoh, Anda pasti bisa melihat perbedaan luka akibat tergores aspal saat jatuh dengan luka tertusuk pisau ketika memasak di dapur.Karena itu, Ada baiknya Anda juga mengetahui beberapa jenis luka yang bisa terjadi di kulit berikut ini:

1. Luka baret atau abrasi

Luka baret atau abrasi adalah luka dangkal yang terjadi di lapisan kulit paling luar. Abrasi biasanya muncul karena gesekan dengan benda yang memiliki permukaan kasar.Luka baret termasuk luka ringan yang tidak menyebabkan banyak perdarahan. Rasa nyeri yang muncul pun umumnya akan hilang sendiri setelah beberapa saat.

2. Luka robek atau laserasi

Luka robek memiliki bentuk yang lebih tidak teratur dengan tepi luka yang tampak tidak jelas. Darah yang keluar dan rasa nyeri yang muncul biasa lebih parah daripada luka baret. Kondisi ini biasanya terjadi akibat benturan atau kecelakaan.

3. Luka iris atau insisi

Luka iris timbul saat permukaan kulit terkena benda tajam, baik disengaja seperti saat operasi maupun tidak sengaja seperti terkena pisau, gunting, pecahan kaca, dan benda tajam lain.Beda dengan luka robek, batas pada insisi terlihat rapi dan bentuknya mengikuti benda tajam yang menyebabkan luka.

4. Luka tusuk

Luka tusuk biasanya disebabkan oleh benda tajam dengan ujung kecil, seperti jarum, kuku, bahkan gigi. Tingkat keparahannya bisa beragam dan tergantung dari benda yang memicu tusukan.

5. Luka koyak atau avulsi

Luka koyak atau avulsi ditandai dengan lepasnya kulit serta jaringan di bawahnya akibat trauma fisik, seperti kecelakaan lalu lintas, ledakan, atau tembakan. Luka ini biasanya menimbulkan perdarahan yang parah.

6. Luka tertutup

Berbeda dari kelima jenis luka di atas yang termasuk sebagai luka terbuka, pada luka tertutup, permukaan kulit tidak terbuka.Pada luka ini, organ dan pembuluh darah yang berada di bawah kulit bisa rusak. Namun luka tertutup biasa tidak memicu perdarahan yang ke luar dari kulit.Ciri khas luka tertutup adalah memar, bengkak, dan nyeri. Kondisi ini umumnya terjadi akibat benturan yang keras. Misalnya, akibat kecelakaan, cedera olahraga, atau terkena benda tumpul.

Kapan luka harus diperiksakan ke dokter?

Tidak semua luka perlu penanganan medis dari dokter. Luka ringan seperti luka baret atau luka tusuk akibat jarum, biasanya bisa sembuh dengan lancar bila Anda melakukan perawatan rumahan yang tepat.Namun ada beberapa kondisi yang membuat luka perlu segera diperiksakan ke dokter. Contohnya karena luka berisiko lebih tinggi mengalami infeksi atau bisa berbahaya jika dibiarkan.Untuk lebih jelasnya, mari simak ciri-ciri luka yang harus segera diperiksakan ke dokter di bawah ini:
  • Darah terus keluar dari luka dan tidak kunjung berhenti meski sudah 5-10 menit
  • Luka terjadi di dekat mata
  • Luka lebih dalam dari 1,5 cm
  • Luka membuat kulit terkoyak parah
  • Luka disebabkan oleh benda kotor atau karatan seperti paku
  • Luka sulit dibersihkan
  • Luka terasa sangat nyeri
  • Muncul tanda infeksi, seperti bengkak, panas, atau keluar nanah
  • Luka terjadi akibat gigitan manusia ataupun binatang
Apabila Anda masih punya pertanyaan seputar langkah perawatan luka yang paling efektif sesuai kondisi tubuh dan jenis luka, Anda bisa menggunakan fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh secara gratis di Appstore maupun Google Play.
penyembuhan lukaluka traumatisbekas luka
Wound Care Centers. https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/open-wound-basics
Diakses pada 9 Juli 2021
Wound Care Centers. https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/closed-wound-basics
Diakses pada 9 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711
Diakses pada 9 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/ss/slideshow-caring-for-wounds
Diakses pada 9 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/open-wound
Diakses pada 9 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait