Prosedur lasik aman dan efektif bahkan pada usia tua (40-69 tahun)
Sebelum melakukan prosedur lasik untuk rabun tua, Anda harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Dahulu penanganan rabun tua adalah dengan kacamata baca atau lensa kontak bifokal/multifokal. Namun, beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak yang melirik prosedur lasik untuk menangani kasus rabun tua.

Mari simak apa saja kelebihan dan kekurangan prosedur lasik untuk rabun tua dan bagaimana prosedur lasik dilakukan.

Kelebihan prosedur lasik untuk rabun tua

Lasik adalah prosedur untuk mengoreksi gangguan penglihatan seperti rabun dekat, rabun jauh, mata silinder, maupun rabun tua dengan menggunakan laser.

Mungkin Anda bertanya-tanya apa saja kelebihan lasik untuk mengoreksi gangguan penglihatan. Berikut beberapa manfaat lasik:

  • Tingkat keberhasilan prosedur lasik cukup besar. Teknik lasik sudah dikembangkan selama 25 tahun dan terbukti memperbaiki penglihatan.
  • Lasik tidak menyebabkan nyeri pada mata karena menggunakan tetes mata bius.
  • Penglihatan dapat membaik segera setelah prosedur lasik.
  • Prosedur lasik tidak membutuhkan jahitan atau perban pada mata.
  • Setelah prosedur lasik, Anda tidak akan lagi bergantung pada kacamata atau lensa kontak.
  • Prosedur lasik aman dan efektif bahkan pada usia tua (40-69 tahun).

Teknik lasik untuk mengoreksi rabun tua yang banyak dilakukan adalah lasik monovision.

Dengan lasik monovision, dokter mata akan membuat salah satu mata Anda bisa melihat jarak jauh dengan baik dan mata satu lagi untuk melihat jarak dekat dengan baik.

Setelah menjalani prosedur lasik monovision ini, mata Anda mungkin butuh waktu adaptasi selama 1-3 minggu untuk dapat melihat jauh dan dekat dengan baik.

Teknik lasik yang baru dikembangkan untuk mengatasi rabun tua adalah lasik multifokal (PresbyLasik). Pada teknik lasik ini, dokter akan membuat masing-masing mata Anda bisa melihat jauh dan dekat dengan baik.

Kekurangan prosedur lasik untuk rabun tua

Walaupun prosedur lasik terlihat menjanjikan untuk mengatasi rabun tua, terdapat beberapa risiko yang dapat ditimbulkannya.

Meski resikonya kecil, teknik lasik monovision dapat menyebabkan anisometropia. Anisometropia terjadi ketika penglihatan kedua mata berbeda sehingga dapat menyebabkan mata malas (ambliopia).

Selain itu, teknik lasik monovision juga dapat menyebabkan seseorang sulit menyesuaikan dengan penglihatan tipe ini dan dapat menyebabkan gangguan persepsi jarak pada mata.

Teknik lasik multifokal juga memiliki beberapa kekurangan. Pada beberapa kasus, orang yang menjalani lasik multifokal dapat mengalami gangguan membedakan kontras warna, gangguan penglihatan pada malam hari, dan sering melihat halo (seperti melihat pelangi saat mata melihat lampu). 

Bagaimana prosedur lasik untuk mengatasi rabun tua dilakukan?

Sebelum melakukan prosedur lasik untuk mengoreksi rabun tua, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mata Anda. Setelah itu lakukan persiapan berikut ini:

  • Bila Anda biasanya memakai lensa kontak, sebaiknya Anda berhenti menggunakannya selama beberapa minggu sebelum prosedur lasik. Untuk membantu penglihatan, Anda bisa menggunakan kacamata.
  • Cari keluarga atau kerabat yang bisa mendampingi Anda setelah melakukan lasik. Biasanya penglihatan masih buram pasca operasi.
  • Jangan gunakan make-up maupun krim wajah di sekitar mata sebelum dan setelah prosedur lasik.

Berikut adalah beberapa hal yang Anda perlu ketahui apa saja yang dilakukan oleh dokter selama prosedur lasik:

  • Prosedur lasik biasanya dilakukan selama 30 menit atau kurang,
  • Selama prosedur lasik, Anda akan diminta berbaring di kursi.
  • Mata Anda akan ditetesi dengan tetes bius mata.
  • Setelah ditetesi bius mata, dokter akan memasang alat untuk membuka kelopak mata agar prosedur lasik gampang dilakukan.
  • Dokter mata akan menggunakan laser untuk membuka bagian selaput bening atau kornea mata Anda.
  • Menggunakan laser, dokter mata akan membentuk ulang selaput bening mata Anda.
  • Selama prosedur lasik, Anda akan diminta untuk memfokuskan mata Anda pada satu titik cahaya agar memudahkan dokter mata melakukan prosedur lasik.
  • Setelah selesai, dokter mata Anda akan menutup kembali selaput bening yang tadi dibuka. Dokter mata Anda tidak perlu menjahit selaput bening mata Anda karena dapat menutup sendiri.

Setelah prosedur lasik selesai, Anda mungkin akan merasa mata Anda sedikit gatal, panas, berair, dan mungkin penglihatan masih buram. Namun, biasanya ini hanya sementara. Setelahnya penglihatan Anda akan semakin membaik.

Dokter juga akan memberikan obat antinyeri dan obat tetes mata agar mata Anda nyaman setelah prosedur lasik. Anda juga diminta untuk menggunakan pelindung mata saat tidur sampai mata Anda benar-benar pulih.

Anda pun dianjurkan kontrol ke dokter mata untuk menentukan bagaimana pemulihan mata Anda dan memeriksa apakah ada komplikasi yang terjadi.

Di Indonesia sendiri, prosedur lasik jarang dilakukan untuk penderita rabun tua. Anda dapat berkonsultasi ke dokter dan mempertimbangkan kelebihan maupun kekurangan lasik bagi kondisi mata Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery
Diakses 29 April 2019

Allaboutvision. https://www.allaboutvision.com/visionsurgery/faq-reading.htm 
Diakses 29 April 2019

ScienceDaily. https://www.sciencedaily.com/releases/2007/04/070418115244.htm
Diakses 29 April 2019

Mayoclinic.org. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye surgery/about/pac-20384774
Diakses 29 April 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/monovision-lasik-3421959
Diakses 11 Mei 2019.

All about Vision. https://www.allaboutvision.com/visionsurgery/presby-lasik.htm
Diakses 11 Mei 2019

Eye Wiki AAO. https://eyewiki.aao.org/Presbyopia_treatment
Diakses 11 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed