Mengenal Prone Position untuk Bantu Jalan Napas pada Pasien Covid-19


Proning position dapat membantu pasien Covid-19 yang mengalami sesak napas. Cara ini juga disarankan bagi mereka yang saturasi oksigennya rendah tapi harus menjalani isolasi mandiri karena terbatasnya tempat tidur Covid. Namun, agar terhindar dari cedera, Anda harus melakukannya dengan benar.

0,0
proning prone position untuk covid-19Prone position dapat membantu masalah sesak napas (Sumber: Sanjit pariyar/Shutterstock.com)
Acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau disebut juga gagal napas akut adalah kondisi saat seseorang kesulitan bernapas akibat paru-paru dipenuhi cairan. Pasien covid-19 juga diketahui mengalami kondisi ini. Prone position (proning position) adalah salah satu metode yang disebut-sebut dapat melegakan sesak napas yang muncul akibat ARDS. Lantas, bagaimana cara melakukannya? 

Apa itu prone position?

sesak napas prone position
Prone position untuk mengatasi sesak napas berat akibat Covid-19
Prone position adalah posisi berbaring telungkup untuk memenuhi kebutuhan oksigen di paru-paru dan memperbaiki pernapasan. Untuk melakukan posisi ini, pasien akan dibantu oleh tenaga medis agar dapat melakukannya dengan benar. Proning position biasanya dilakukan pada pasien penderita gangguan pernapasan akut atau pasien dengan saturasi oksigen di bawah 95. Penerapannya biasanya memerlukan rekomendasi dokter, karena tidak semua pasien gangguan napas dapat melakukan metode ini. Posisi prone tidak boleh dilakukan pada pasien dengan kondisi:
  • Ketidakstabilan tulang belakang
  • Patah tulang atau fraktur
  • Luka terbuka
  • Luka bakar
  • Pasca operasi trakea
  • Pasca operasi perut
  • Ibu hamil lebih dari 24 minggu
  • Kelainan jantung

Apa saja manfaat prone position?

proning position meningkatkan kapasitas paru
Proning position membantu menambah kapasitas paru-paru
Prone position bertujuan memperbaiki jalan napas dengan meningkatkan kebutuhan tubuh akan oksigen (oksigenasi). Posisi ini memungkinkan perluasan yang lebih baik pada daerah sekitar paru-paru dan punggung, meningkatkan gerakan tubuh, dan meningkatkan pengeluaran sekresi (dahak) yang baik agar oksigen dapat masuk.Secara rinci, berikut beberapa manfaat proning position pada pasien gangguan pernapasan dilansir dari European Respiratory Journal
  • Meningkatkan aliran oksigen (oksigenasi)
  • Meningkatkan mekanisme pernapasan
  • Menyamakan tekanan tekanan pleura, inflasi alveolar, dan distribusi ventilasi
  • Meningkatkan volume paru dan menambah jumlah alveoli yang dapat terisi udara
  • Memudahkan keluarnya dahak
  • Mengurangi cedera paru akibat ventilator
Salah satu keluhan yang juga umum terjadi pada pasien Covid-19 adalah sesak napas. Mereka juga rentan mengalami ARDS. Pada pasien dengan gangguan pernapasan ringan yang tidak memerlukan ventilator, posisi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan aliran oksigen. Hal ini tentunya mencegah perburukan pernapasan pada pasien Covid-19.

Langkah-langkah melakukan prone position

Pada umumnya, prone position dilakukan oleh tim tenaga kesehatan profesional yang jumlahnya disesuaikan dengan keadaan pasien. Di JFK Medical Center sebagaimana dikutip oleh Hackensack Meridian Health, untuk melakukan proning position, akan dibantu oleh 6 orang yang terdiri atas:
  • Perawat
  • Terapis pernapasan
  • Terapis fisik/terapis okupasi/teknisi perawatan pasien 
  • Dokter anestesi 
Dalam hal ini, perawat akan memimpin tim dan memberikan arahan. Ketua tim akan berkoordinasi dengan anggota dalam setiap gerakan hingga posisi pasien tengkurap. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan. 
  1. Perawat utama dan terapis pernapasan akan memantau kepala dan jalan napas pasien. 
  2. Dua orang terapis fisik berada di sisi kanan dan kiri pasien untuk membantu pergerakan lengan, tungkai, akses intravena, dan kateter lainnya. 
  3. Dokter anestesi berjaga untuk manajemen jalan napas.
  4. Pasien yang berbaring secara perlahan akan dipindahkan menyamping dilanjutkan dengan membalikkan pasien hingga telungkup (tengkurap). 
  5. Setiap pergerakan, kondisi detak jantung, tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen harus tetap stabil. 
  6. Pasien ditempatkan pada posisi tengkurap selama 16-18 jam, kemudian ditempatkan kembali pada posisi telentang selama 6 hingga 8 jam.
  7. Selama proses ini, pemeriksaan laboratorium dan radiologi khusus tetap dilakukan untuk mengetahui perlu tidaknya melanjutkan metode ini. 
Selain membutuhkan keterampilan khusus, proning position juga membutuhkan waktu dan kesabaran dalam pengerjaannya. 

Bagaimana cara melakukan proning position untuk isolasi mandiri di rumah?

prone position dilakukan tengkurap
Prone position dilakukan dengan badan telungkup
Lonjakan angka Covid-19 yang cukup tajam di Indonesia, membuat beberapa orang yang memiliki gejala ringan harus menjalani isolasi mandiri di rumah akibat terbatasnya ketersediaan tempat tidur Covid-19.Meski gejala ringan, risiko angka saturasi oksigen turun di bawah 94% tetap ada dan menyebabkan sesak napas. Menurut pedoman Ministry of Health & Family Welfare Government of India, proning position dapat dilakukan secara mandiri. Hal ini bisa dilakukan pada pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri di rumah. Berikut cara melakukan prone (proning) position secara mandiri.
  1. Siapkan 4-6 bantal.
  2. Dengan posisi tengkurap, letakkan satu bantal di bawah kepala, 1-2 bantal di area perut bawah hingga paha atas, dan 2-3 bantal di bawah tulang kering atau kaki. 
  3. Lakukan posisi tengkurap di atas selama 30 menit.
  4. Dengan jumlah bantal yang sama, ubahlah posisi Anda menjadi berbaring ke samping kanan, maksimal 30 menit.
  5. Kemudian, tegakkan badan Anda dan beristirahatlah dalam posisi duduk. Sanggahlah punggung dengan bantal yang agak tinggi.
  6. Ulangi dengan posisi berbaring ke samping kanan (poin nomor 4) maksimal 30 menit.
  7. Lanjutkan dengan posisi tengkurap (poin 1) maksimal 30 menit.
Anda bisa mengatur posisi bantal agar nyaman saat melakukan teknik ini. Sebagai tambahan, Anda sebaiknya tidak melakukan proning position setelah makan. Jika Anda ragu untuk melakukannya secara mandiri, tidak ada salahnya meminta bantuan atau dipandu oleh tenaga kesehatan profesional. Apabila akses ke rumah sakit tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan jasa konsultasi dokter secara online.   

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan prone position

Lenore Reilly, seorang manajer perawat dari JFK Medical Center menyatakan bahwa tindakan proning mungkin saja menimbulkan efek samping, seperti. 
  • Obstruksi (terhambatnya) jalan napas
  • Lepasnya tabung endotrakeal
  • Cedera kulit akibat tekanan 
  • Bengkak pada wajah dan saluran pernapasan
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
Namun, efek samping ini dapat dicegah dengan melakukannya secara perlahan dan bertahap, serta sesuai dengan arahan tim medis. Bagi Anda yang mungkin kini menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19, tak ada salahnya mencoba proning position ini. Jika belum yakin caranya, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kekurangan oksigensesak napaspneumoniagangguan pernapasancoronavirusisolasi mandiri (isoman)
Hackensack Meridian Health. https://www.hackensackmeridianhealth.org/HealthU/2020/05/06/what-is-proning-and-how-may-it-help-covid-19-patients/
Diakses pada 11 Mei 2021
European Respiratory Journal. https://erj.ersjournals.com/content/20/4/1017
Diakses pada 11 Mei 2021
Ministry of Health and Family Welfare, Government of India. https://www.mohfw.gov.in/pdf/COVID19ProningforSelfcare3.pdf
Diakses pada 11 Mei 2021
Annals of American Thoracic Society. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29068269/
Diakses pada 11 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait