Manfaat Program Keluarga Berencana dan Pilihan untuk Mengikutinya

(0)
21 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keluarga Berencana identik dengan 'dua anak cukup',Program Keluarga Berencana membantu Anda membangun keluarga yang harmonis.
Program Keluarga Berencana (KB) identik dengan slogan ‘dua anak cukup’. Nah, tahukah Anda mengapa keluarga di Indonesia hanya dianjurkan memiliki dua anak? Apa pula langkah yang dapat Anda tempuh untuk menyukseskan program yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini?Keluarga Berencana adalah program untuk mengatur kehamilan dan kelahiran anak, termasuk jarak dan usia ideal melahirkan. Pengaturan kehamilan ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi yang aman sesuai rekomendasi dokter atau bidan yang kompeten.Tujuan dilakukannya program KB adalah mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat. Selain itu, program ini juga ditargetkan mampu menurunkan angka kematian ibu akibat kehamilan yang tidak direncanakan maupun berisiko pada komplikasi kehamilan.

Keluarga Berencana berikan manfaat ini

Program KB diharapkan mampu mendukung pendidikan anak. 
Anggapan ‘banyak anak, banyak rejeki’ masih sering dijadikan alasan bagi sebagian keluarga untuk memiliki anak lebih dari dua. Padahal, membangun keluarga kecil sesuai kampanye program Keluarga Berencana juga memiliki manfaat bagi orangtua dan anak, seperti berikut ini.
  • Setiap anak memiliki peluang lebih besar untuk mendapat kasih sayang orangtua yang lebih banyak.
  • Setiap anak berpeluang lebih besar untuk mendapat pendidikan yang lebih layak sehingga akan meningkatkan kepercayaan diri mereka juga di kemudian hari.
  • Penelitian menunjukkan keluarga dengan anak sedikit (satu atau dua) bisa menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi dibanding keluarga dengan banyak anak.
  • Biaya pemeliharaan keluarga lebih rendah.
  • Lebih mudah bagi orangtua untuk mengatur keseimbangan antara kehidupan di lingkungan pekerjaan dan di rumah.
  • Tingkat stres secara keseluruhan lebih rendah karena keluarga kecil juga lebih tidak rentan mengalami konflik.
Perancanaan program keluarga berencana bisa dimulai bahkan sebelum Anda menikah atau setidaknya belum memiliki anak. Anda dapat berkonsultasi dengan konselor pernikahan, bidan, maupun dokter kandungan untuk memilih alat KB yang aman yang bisa digunakan untuk mengatur jarak kehamilan.

Jenis alat KB yang direkomendasikan pemerintah

Alat KB sebetulnya merupakan metode yang digunakan dalam program keluarga berencana sebagai pencegah kehamilan yang tidak direncanakan.Alat KB ini terdiri atas 2 jenis, yakni hormonal (pil, injeksi, dan implan) dan non-hormonal (metode amenore laktasi, kondom, alat kontrasepsi dalam rahim, dan kontrasepsi mantap).

1. Alat KB non-hormonal

Berikut ini penjelasan mengenai pilihan KB non-hormonal.
  • Metode Amenore Laktasi (MAL alias KB alami)

    MAL sering disebut juga sebagai KB alami karena hanya mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi untuk menghambat terjadinya masa subur alias ovulasi pada wanita. Kementerian Kesehatan RI mengklaim metode ini 98% efektif mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan dengan syarat tertentu.
    Syarat yang dimaksud adalah ibu harus menyusui secara eksklusif setiap 4-6 jam sekali tanpa memberi susu formula pada bayi sama sekali. Selain itu, metode ini hanya efektif jika ibu belum menstruasi atau paling lama 6 bulan setelah melahirkan.
  • Kondom

    Kondom adalah alat kontrasepsi selubung karet yang bukan hanya dapat dijadikan pilihan pada program Keluarga Berencana, tapi juga mampu mencegah penularan penyakit menular seksual.
    Kelebihan kondom ialah mudah didapat dan tidak mengganggu produksi ASI, tapi bisa menurunkan sensasi sentuhan ketika berhubungan seksual dan tidak efektif bila pemasangannya tidak tepat.
  • Alat kontrasepsi dalam rahim

    Seperti namanya, alat KB ini dipasang dalam rahim, lebih tepatnya untuk menjepit kedua saluran yang menghasilkan indung telur. Alat ini juga bersifat toksik terhadap sperma sehingga peluang terjadinya pembuahan sangat kecil, bahkan di bawah 1%.
    Keuntungannya, kontrasepsi ini berfungsi dalam jangka panjang dan tidak memengaruhi ASI. Namun, alat tersebut mungkin mengakibatkan terjadinya perubahan siklus menstruasi menjadi lebih panjang dan perut terasa nyeri.
  • Kontrasepsi mantap (tubektomi atau vasektomi)

    Tubektomi adalah operasi pemotongan, pengikatan, atau pemasangan cincin pada tuba falopi untuk mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Sementara vasektomi adalah prosedur untuk menyumbat saluran sperma, sehingga alurnya terhambat dan tidak bisa bertemu sel telur.
    Kedua prosedur ini merupakan cara permanen untuk menjalankan program keluarga berencana. Artinya, Anda kemungkinan besar tidak bisa lagi memiliki keturunan setelahnya, kecuali menjalani operasi rekanalisasi.

2. Alat KB hormonal

Ada pil sebagai pilihan alat KB hormonal.
Metode keluarga berencana ini mewajibkan ibu untuk mengonsumsi hormon progestin, yaitu bahan tiruan dari hormon progesteron. Tujuannya adalah mencegah ovulasi dengan tidak mengganggu produksi ASI, tapi memiliki efek samping seperti terjadi kenaikan berat badan.Alat KB hormonal bisa berupa pil yang harus diminum setiap hari di waktu yang sama, suntikan setiap 2-3 bulan, maupun implan yang ditanam di bawah kulit. Untuk menentukan jenis alat kontrasepsi yang aman dan efektif bagi Anda, konsultasikan dengan bidan maupun dokter kandungan.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang alat KB dan efektivitasnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingkeluarga berencanagaya parenting
Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-kb.pdf
Diakses pada 6 Oktober 2020.
Kementerian Kesehatan RI. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Buku%20Pedoman%20KB%20Pasca%20Persalinan.pdf
Diakses pada 6 Oktober 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/types-of-families/Pages/Small-Families.aspx
Diakses pada 6 Oktober 2020
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/breastfeeding/what-are-disadvantages-using-breastfeeding-birth-control
Diakses pada 6 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait