Program Anak Kembar Bukan Mustahil, Ini Faktor yang Menentukannya

Program anak kembar ditentukan oleh beberapa faktor dan bisa dilakukan lewat tindakan medis
Kehamilan kembar tidak sepenuhnya mustahil

Kata orang, hamil anak kembar berarti mengandung dua keberuntungan dan kebahagiaan sekaligus. Tidak heran banyak pasangan yang melakukan program anak kembar, baik dengan cara alami maupun bantuan teknologi medis.

Hamil anak kembar terjadi ketika ada dua sel telur yang dibuahi oleh dua sel sperma berbeda sehingga mengakibatkan tumbuhnya dua embrio di dalam rahim. Namun, bisa juga dua embrio itu dihasilkan oleh satu sel telur yang telah dibuahi dan kemudian membelah diri menjadi dua janin kembar yang tumbuh di satu rahim.

Sejauh ini, tidak ada cara maupun program kehamilan yang pasti dapat menghasilkan janin kembar. Hanya saja, memang terdapat faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita hamil anak kembar.

Faktor yang menentukan kehamilan kembar

Tanpa intervensi medis, Anda akan sepenuhnya bergantung pada faktor-faktor alamiah untuk mendapatkan hamil anak kembar. Faktor yang dimaksud adalah:

  • Keturunan

Jika Anda dan pasangan memiliki anggota keluarga yang melahirkan anak kembar, maka peluang Anda untuk mengalami hal yang sama terbuka lebar. Peluang ini makin besar jika faktor keturunan berada pada garis wanita.

Berdasarkan studi, wanita yang memiliki riwayat anak kembar berpeluang 1:60 untuk hamil anak kembar juga. Sedangkan bila riwayat ini ada pada garis laki-laki, maka peluangnya menjasi 1:125.

  • Usia

Tahukah Anda bahwa semakin tua usia Anda saat mengandung, semakin besar kemungkinan Anda untuk hamil anak kembar? Ya, berdasarkan penelitian, wanita yang hamil di atas usia 30 tahun (terutama di akhir usia 30-an) memiliki peluang lebih besar untuk memiliki janin kembar.

Hal ini dikarenakan wanita yang berusia di atas 30 tahun berpeluang melepas lebih dari 1 sel telur ketika ovulasi. Peluang untuk hamil kembar akan meningkat bila wanita berada di usia 35-40 tahun dan sudah pernah hamil sebelumnya. Akan tetapi, kehamilan pada usia ini berisiko sehingga beberapa dokter tidak menyarankannya.

  • Postur

Studi juga menyatakan bahwa wanita yang memiliki postur besar akan lebih berpeluang hamil anak kembar. Postur besar di sini dapat berarti tinggi badan maupun berat badan itu sendiri.

Soal klaim ini, para peneliti tidak bisa memastikan hubungan postur dan kehamilan anak kembar. Namun, mereka menduga wanita dengan postur besar lebih mudah menyerap nutrisi sehingga memiliki sistem reproduksi yang lebih sehat dari wanita berpostur kecil. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Selain beberapa hal di atas, Anda mungkin pernah mendengar bahwa makanan atau minuman tertentu dapat dijadikan salah satu program bayi kembar. Namun hingga kini, cara tersebut belum terbukti secara ilmiah, baik dari segi keamanannya maupun efektivitasnya.

Program anak kembar dengan bantuan medis

Bila Anda sangat ingin memiliki anak kembar, cobalah datang ke dokter kandungan untuk menjalani program bayi kembar. Bersama dokter, Anda dapat membicarakan opsi untuk memiliki program hamil dengan metode clomiphene, gonadotropin, ataupun in vitro fertilisation (IVF).

Clomiphene  dan gonadotropin hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Clomiphene adalah obat minum yang bekerja dengan merangsang kesuburan, sedangkan gonadotropin terdiri dari hormon stimulasi folikel atau hormon lutein yang diberikan secara injeksi juga untuk meningkatkan kesuburan.

Dengan obat ini, otak akan mengirim sinyal ke tubuh untuk memproduksi lebih dari satu sel telur sehingga peluang Anda memiliki anak kembar akan terbuka lebar. Dibanding meminum clomiphene, program anak kembar dengan menyuntikkan gonadotropin memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi, yakni hingga 30 persen.

Program anak kembar lainnya ialah dengan IVF, tapi dokter biasanya tidak menjadikan cara ini sebagai pilihan pertama. Dibanding menggunakan gonadotropin, program bayi kembar lewat IVF juga memiliki tingkat kesuksesan lebih kecil, yakni 5-12 persen (tergantung usia).

Proses IVF untuk menghasilkan anak kembar pun relatif sama dengan program hamil pada umumnya. Sel telur dan sel sperma Anda akan diambil, diinkubasi di laboratorium, kemudian ditanam di rahim wanita.

Bedanya, dokter akan menanam lebih dari satu embrio ke dalam rahim. Hal ini otomatis meningkatkan peluang Anda hamil anak kembar.

Kehamilan dengan janin kembar biasanya terdeteksi lewat pemeriksaan ultrasonografi saat usia kandungan memasuki 11-14 minggu. Saat itu, dokter juga sudah bisa melihat apakah bayi kembar berbagi plasenta yang sama (yang menandakan kembar identik) atau plasenta berbeda (bisa identik, bisa nonidentik).

Melakukan program anak kembar juga membuat Anda lebih rentan mengalami masalah kesehatan saat hamil, misalnya preeklampsia hingga berat lahir bayi rendah. Namun, risiko ini dapat diminimalisir jika Anda rutin memeriksakan kandungan ke dokter selama masa kehamilan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324455.php
Diakses pada 13 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-conceive-twins#breastfeeding
Diakses pada 13 Februari 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-my-chances-of-having-twins-1960180
Diakses pada 13 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/what-causes-twins/
Diakses pada 13 Februari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed