logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Pro Kontra Susu untuk Lansia dan Alternatifnya

open-summary

Susu untuk lansia memiliki banyak manfaat, namun tidak mutlak harus dikonsumsi selama Anda bisa memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari sumber makanan yang lain.


close-summary

4.5

(2)

19 Agt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ada manfaat susu untuk lansia tapi ada pula kontroversinya

Susu untuk lansia masih menuai pro dan kontra

Table of Content

  • Pro dan kontra susu untuk lansia
  • Alternatif pengganti susu untuk lansia

Orang yang sudah berusia lanjut atau lansia memiliki kebutuhan kalsium yang lebih tinggi dibanding orang dengan usia di bawahnya. Oleh karena itu, para senior ini diharapkan mengintensifkan konsumsi makanan maupun minuman yang kaya akan kalsium, misalnya susu untuk lansia.

Advertisement

Susu untuk lansia bukan hanya kaya akan kalsium, namun juga vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh tubuh mereka. Meski demikian, susu bukan hanya bertindak sebagai pemenuh gizi untuk orang yang sudah berusia senja, namun juga memastikan lansia dapat menjalani hidup dengan nyaman di usia tuanya.

Untuk itu, lansia dianjurkan untuk minum susu setidaknya 3 gelas per hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium di usia lanjut. Lebih baik lagi bila Anda memilih susu yang rendah lemak (low fat) maupun tidak mengandung lemak (fat-free) agar kesehatan jantung juga tetap terjaga.

Pro dan kontra susu untuk lansia

Penggunaan susu untuk lansia sendiri hingga saat ini masih menuai pro dan kontra, baik dari segi efektivitasnya maupun keamanannya. Bagi pihak yang prosusu, konsumsi tiga gelas susu per hari (setara 1.200 mg kalsium) dipercaya memiliki manfaat bagi lansia, seperti:

1. Mencegah osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang identik dengan lansia. Kondisi ini ditandai dengan tulang yang sudah keropos sehingga rawan retak bahkan patah. Setiap tahun, osteoporosis mengakibatkan 2 juta kasus fraktur, termasuk lebih dari 250.000 kejadian pinggang yang patah.

2. Menyehatkan otak

Penelitian lain membuktikan bahwa orang yang rajin minum susu memiliki lebih banyak kadar gluthatione (antioksidan) di otaknya. Khasiat ini kerap diartikan bahwa minum susu untuk lansia dapat mencegah pikun, namun hal tersebut masih perlu bukti ilmiah yang lebih lanjut.

3. Menyehatkan jantung

Susu untuk lansia juga banyak yang mengandung kalium yang mengonsumsinya dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Meskipun demikian, pastikan Anda memilih susu yang juga rendah lemak karena susu tinggi lemak justru akan meningkatkan risiko lansia terkena aterosklerosis alias penumpukan lemak di pembuluh jantung.

4. Membuat tidur lebih nyenyak

Konsumsi vitamin D yang cukup dapat merangsang produksi hormon serotonin yang salah satu fungsinya adalah membuat Anda tidur lebih nyenyak. Serotonin juga dapat menurunkan risiko Anda terkena depresi, meski klaim ini masih harus dibuktikan lebih lanjut.

Di sisi lain, ada anggapan pula yang menyatakan minum susu untuk lansia tidak akan mencegah Anda terkena osteoporosis. Bahkan, mereka berpendapat semakin banyak orang minum susu, semakin tinggi kemungkinan untuk terkena serangan jantung atau kanker prostat.

Lalu, mana yang harus Anda ikuti?

Pada banyak orang, susu untuk lansia memang bisa menjadi jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan mereka akan kalsium maupun vitamin D. Namun, susu untuk lansia ini pun tidak wajib dikonsumsi asalkan Anda tetap mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari sumber makanan lainnya.

Baca Juga

  • Benarkan Susu Protein Bisa Tambah Massa Otot? Ini Penjelasannya
  • Beragam Manfaat Susu Cokelat untuk Kesehatan
  • Tips Merawat Orang Tua Sakit Agar Cepat Pulih

Alternatif pengganti susu untuk lansia

Bagi lansia yang memiliki alergi susu sapi atau tidak mampu membeli susu untuk lansia yang harganya memang mahal, terdapat alternatif sumber kalsium dan vitamin D yang dapat Anda coba, yaitu:

  • Sayuran hijau, seperti kale, brokoli, buncis, hingga bayam
  • Makanan laut, seperti ikan berlemak (salmon dan lain-lain)
  • Telur
  • Makanan/minuman terfortifikasi, seperti jus jeruk botolan, sereal, susu nabati (kedelai, almond, dan susu beras).

Suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D juga bisa dikonsumsi, apalagi jika Anda mengalami defisiensi kalsium dan vitamin D. Namun, penggunaan suplemen ini harus dilakukan dengan petunjuk dokter agar Anda terhindar dari efek sampingnya bila dikonsumsi secara berlebihan.

Advertisement

nutrisi lansiasusu

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved