logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengapa Pria Muda Berpotensi Alami Tekanan Darah Tinggi?

open-summary

Pria muda ternyata juga berpotensi mengalami tekanan darah tinggi. Untuk mengatasinya, penderita hipertensi diharuskan untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat.


close-summary

12 Apr 2019

| Aby Rachman

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tekanan darah tinggi lebih berpotensi menyerang pria muda

Pria muda ternyata juga berpotensi mengalami tekanan darah tinggi.

Table of Content

  • Pria Muda vs. Pria Tua dengan Tekanan Darah Tinggi
  • Pertimbangkan Komplikasi Tekanan Darah Tinggi Lainnya
  • Faktor Risiko Tekanan Darah Tinggi pada Pria Muda
  • Belajar Mengontrol Kemarahan

Tekanan darah tinggi, atau sering juga disebut dengan hipertensi, dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan usia tua. Namun jangan salah sangka, penyakit ini juga bisa menyerang anak remaja atau dewasa muda. Obesitas merupakan salah satu penyebab yang memicu remaja maupun orang dewasa menderita penyakit hipertensi. Berikut ulasan terkait tekanan darah tinggi yang semakin banyak terjadi pada pria muda.

Advertisement

Baca Juga

  • Bahaya Garam Berlebih bagi Tubuh, Waspadai Memicu Berbagai Penyakit
  • Peb atau Preeklampsia Berat Adalah Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil
  • Hipertensi pada Wanita: Penyakit yang Patut Diwaspadai

Pria Muda vs. Pria Tua dengan Tekanan Darah Tinggi

Pria muda dengan masalah hipertensi biasanya mempunyai tekanan diastolik lebih tinggi. Hal ini karena jantung memompa terlalu cepat. Sedangkan, pria dengan umur lebih tua mengalami hipertensi karena peningkatan tekanan sistolik dan saluran arteri yang mengencang.

Sepuluh tahun lalu, kita jarang melihat kasus hipertensi terjadi pada remaja maupun pria berumur dua puluhan. Namun dewasa ini, pria muda dengan masalah hipertensi meningkat secara drastis seiring dengan naiknya angka obesitas.

Untuk menangani masalah ini, baik pria muda maupun pria tua penderita hipertensi diharuskan untuk mengubah gaya hidup. Mulai dari menurunkan berat badan, melakukan diet DASH (diet bagi penderita tekanan darah tinggi), mengurangi sodium, hingga aktivitas fisik seperti aerobik.

Selain itu, bagi yang memiliki kebiasaan meminum alkohol, sebaiknya segera dihentikan. Bagi penderita hipertensi, menjaga tekanan darah agar tetap stabil merupakan hal yang wajib dilakukan.

Pertimbangkan Komplikasi Tekanan Darah Tinggi Lainnya

Mempertimbangkan berbagai komplikasi lain yang mungkin saja terjadi juga menjadi keharusan. Pasalnya, pria dengan tekanan darah tinggi dua setengah kali lebih berpotensi mengembangkan disfungsi ereksi (ED) daripada para pria dengan tekanan darah normal. Selain itu, kemungkinan mempunyai disfungsi ereksi yang lebih tinggi juga dialami oleh pria dengan prehipertensi daripada pria dengan tekanan darah normal.

Sementara itu, sebuah studi dilakukan oleh Michael Doumas, MD, dari University of Athens di Yunani, dalam American Society of Hypertension 20th Annual Scientific Meeting and Exposition, dengan melibatkan pria berusia 31-65 tahun.

Untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan disfungsi ereksi, tim peneliti memisahkan pria yang memiliki sejarah diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, penyakit liver dan vaskuler, yang diasosiasikan dengan disfungsi ereksi. Tim peneliti menemukan bahwa sepertiga peserta penelitian dengan darah tinggi memiliki disfungsi ereksi.

Faktor Risiko Tekanan Darah Tinggi pada Pria Muda

Pria muda dengan penyakit tekanan darah tinggi sering kali mempunyai apa yang disebut dengan istilah “sindrom metabolik”. Sindrom metabolik berkonstribusi pada penyakit jantung dan diabetes. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko yang ditemukan pada seseorang. Faktor risiko lainnya meliputi kelebihan lemak, kadar kolesterol tinggi, dan resistensi insulin.

Para ahli juga mengatakan bahwa kebotakan dini juga dapat diasosiasikan dengan tekanan darah tinggi Selain itu, riwayat keluarga juga memiliki peran. Dari studi epidemiologi, persentase peran genetik dalam tekanan darah tinggi mencapai 10-40 persen.

Belajar Mengontrol Kemarahan

Mengelola kemarahan juga menjadi faktor penting untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Pasalnya, kemarahan melibatkan berbagai perasaan mulai dari sebal ke marah yang akhirnya mengakibatkan perubahan psikologi dan biologis.

Orang-orang yang lebih suka menyembunyikan kemarahannya lebih berpotensi mengembangkan penyakit tekanan darah tinggi. Itulah mengapa, sangat penting untuk belajar mengenali kemarahan dan situasi yang menjadi penyebabnya untuk mengontrol perasaan marah.

Advertisement

hipertensi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved