Faktor-faktor Ini Sebabkan Pendengaran Berkurang atau Presbikusis pada Lansia

Presbikusis muncul secara perlahan mengikuti usia dan umumnya muncul pada usia 60-an
Para penderita presbikusis kesulitan untuk mendengar, memahami, dan merespons berbagai bunyi.

Presbikusis adalah penurunan kemampuan pendengaran seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi di kedua telinga, dengan tingkat keparahan yang sama. Presbikusis merupakan gangguan pendengaran yang kompleks dan disebabkan oleh banyak faktor.

Presbikusis terjadi secara perlahan. Pada umumnya, para penderita presbikusis tidak menyadari adanya gangguan pendengaran.

[[artikel-terkait]]

3 Faktor ini sebabkan pendengaran berkurang

pertambahan usia menyebabkan pendengaran menurun

Presbikusis disebabkan berbagai macam kondisi. Sejumlah kondisi tersebut dapat berasal dari perubahan anatomi di telinga dalam karena penuaan, perubahan anatomi pada telinga tengah, atau gangguan saraf yang menghubungkan telinga ke otak. Setidaknya, tiga faktor berikut ini, bisa meningkatkan risiko terhadap prebikusis.

  • Usia

    Faktor usia memegang peranan penting terhadap terjadinya presbikusis. Semakin lanjut usia seseorang, semakin tinggi pula risikonya pada prebikusis. Sekitar 50% lansia akan mengalami presbikusis pada usia 75 tahun.
  • Jenis kelamin

    Presbikusis lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Hal tersebut kemungkinan terjadi akibat intensitas paparan suara bising pada pria, yang lebih tinggi dibandingkan wanita.
  • Faktor lainnya

    Selain faktor usia dan jenis kelamin, beberapa faktor lain dapat mempengaruhi tingkat keparahan presbikusis.

    Faktor-faktor tersebut antara lain ras, status sosial ekonomi, paparan bising, obat-obatan yang bersifat ototoksik (bersifat toksik terhadap telinga), infeksi, kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, gangguan pembuluh darah, penyakit autoimun, faktor hormonal, dan genetik.

Gejala yang dirasakan penderita presbikusis

gejala presbikusis

Gangguan pendengaran pada presbikusis muncul secara perlahan mengikuti usia dan pada umumnya muncul pada usia 60-an. Gangguan pendengaran terjadi, mulai dari suara yang memiliki frekuensi tinggi, dan lambat laun suara suara yang berfrekuensi rendah (seperti suara manusia berbicara).

Pada umumnya, penderita presbikusis tidak memiliki masalah pada saat berkomunikasi di ruangan yang bebas bising. Namun, masalah akan timbul pada saat komunikasi dilakukan bersaamaan dengan beberapa orang, disertai suara bising.

Para penderita presbikusis pun bisa merasakan kondisi telinga berdenging (tinnitus). Kondisi ini terjadi di kedua telinga, yang kemudian menyebar di kepala. Bila suara berdenging hanya terasa di satu telinga, kemungkinan ada hal lain yang terjadi, selain presbikusis.

Tak hanya itu. Lansia dengan presbikusis, dapat merasakan vertigo, gangguan keseimbangan karena penuaan (presbiastasis), perasan rendah diri, depresi, demensia, atau pikun.

Ini yang dialami penderita presbikusis

konsultasi dengan dokter

Presbikusis memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Ketika fungsi pendengaran menurun, para penderita presbikusis akan kesulitan untuk mendengar, memahami, dan merespons bunyi telepon, bunyi bel pintu, bunyi detektor asap, maupun tanda bahaya lain.

Para penderita presbikusis juga akan mengalami kesulitan pada saat bersosialisasi, sehingga mereka akan merasa rendah diri dan akhirnya dapat melakukan isolasi diri.

Gangguan pendengaran merupakan masalah yang serius. Apabila Anda maupun orangtua mengalami gejala-gejala tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter. Seiring kemajuan teknologi, beberapa alat bantu telah tersedia, untuk mengatasi gangguan pendengaran di usia senja.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/5840-age-related-hearing-loss
Diakses pada 12 Mei 2019

UpToDate. https://www.uptodate.com/contents/presbycusis
Diakses pada 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed