Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari
28 Jan 2021
Karat dapat menyebabkan masalah kesehatan jika masuk ke dalam tubuh
Table of Content
Peralatan logam yang tidak dirawat dengan baik bisa cepat berkarat. Karat adalah reaksi kimia yang melibatkan besi, air, dan oksigen dari udara. Keberadaan karat tidak hanya membuat tampilan benda tidak menarik, tapi juga dapat menurunkan fungsinya. Misalnya, pisau atau gunting berkarat menjadi tumpul.
Advertisement
Tahukah Anda kalau karat bisa dihilangkan? Ketimbang langsung membuang peralatan yang berkarat, Anda bisa mencoba cara menghilangkan karat dengan bahan-bahan rumahan yang mudah didapatkan. Karena jika dibiarkan, karat juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Cara menghilangkan karat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah dicari, misalnya cuka atau sabun cuci piring. Berikut adalah berbagai cara yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
Cara menghilangkan karat yang pertama adalah menggunakan cuka putih. Anda bisa melakukannya dengan merendam benda-benda berkarat ke dalam mangkuk atau baskom yang berisi cuka semalaman.
Keesokan harinya, ambil benda yang berkarat dan bersihkan dengan sabut baja atau sikat kawat. Jika masih ada karat yang tersisa, ulangi proses perendaman benda yang berkarat dengan durasi yang lebih lama. Setelah semua karat hilang, cuci barang tersebut dengan sabun cuci piring biasa dan keringkan.
Asam oksalat yang terkandung dalam kentang sangat baik dalam membersihkan berbagai noda. Cara menghilangkan karat dengan menggunakan sabun cuci piring dan kentang adalah:
Jangan lupa untuk membilas dan mengeringkan peralatan yang telah dibersihkan secara menyeluruh.
Pakaian juga bisa terkena karat dari beberapa aksesoris logam yang berkarat. Cara menghilangkan karat ringan pada pakaian dapat dilakukan dengan menggunakan baking soda atau soda kue.
Mulailah dengan mencampurkan soda kue dan air hingga berbentuk pasta kental. Oleskan pasta tersebut pada bagian pakaian yang berkarat hingga tertutup seluruhnya. Biarkan selama satu jam, kemudian sikat dan bersihkan.
Cara menghilangkan karat ini juga dapat digunakan untuk membersihkan karat pada barang yang terbuat dari logam tipis. Jangan lupa bersihkan soda kue dan karat dengan air. Terakhir, jemur pakaian tersebut sampai kering.
Cara menghilangkan karat berikutnya adalah dengan menggunakan garam dan perasan lemon. Pertama-tama, tutupi area yang berkarat dengan menggunakan garam. Setelah itu, peras lemon di atas lapisan garam dan diamkan selama dua jam.
Setelah sekitar dua jam, gosok bagian berkarat dengan kulit lemon. Sabut baja atau sikat kawat mungkin juga diperlukan jika ada noda karat yang membandel. Setelah itu, bilas dan keringkan secara menyeluruh.
Baca Juga
Penggunaan peralatan berkarat, seperti peralatan masak atau makan, tidak akan mengganggu kesehatan secara langsung. Namun, bukan berarti tidak ada dampaknya bagi kesehatan sama sekali. Berikut adalah beberapa bahaya karat bagi kesehatan.
Karat yang tertelan secara konsisten dalam jumlah banyak dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, misalnya sakit perut. Lakukan cara membersihkan karat agar di atas supaya Anda terhindar dari risiko ini.
Karat berupa serbuk atau debu dapat memberikan dampak lebih berbahaya. Jika terkena mata, karat dapat menyebabkan iritasi. Sementara jika terhirup, senyawa ini bisa merusak paru-paru dan menyebabkan batuk. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melindungi mata, hidung, dan mulut saat membersihkan karat.
Menghirup debu karat dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan siderosis, yakni kondisi di mana besi menumpuk di paru-paru. Meski tidak selalu menyebabkan gejala fisik, kondisi ini berpotensi menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Karat sering kali dikaitkan dengan tetanus, yaitu infeksi bakteri fatal yang dapat mengganggu sistem saraf. Oleh sebab itu, cara menghilangkan karat perlu Anda lakukan karena bisa membantu mencegah tetanus.
Pada dasarnya, tetanus bukan disebabkan oleh karat. Penyebab sebenarnya adalah bakteri Clostridium tetani yang memang senang berdiam di tempat kotor. Jadi, saat benda-benda berkarat bersentuhan dengan bakteri C. tetani, maka bakteri ini dapat berkembang di sana.
Jika Anda tertusuk atau teriris benda berkarat yang mengandung bakteri tetanus, maka bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi Anda. Kondisi ini bisa berbahaya, khususnya jika Anda belum pernah divaksin tetanus.
Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
Advertisement
Ditulis oleh Nenti Resna
Referensi
Artikel Terkait
Carolina Reaper adalah cabai terpedas di seluruh dunia berdasarkan Scoville Heat Unit. Di balik rasa pedasnya yang luar biasa, cabai ini bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan hingga masalah pembuluh darah.
19 Nov 2020
Bayi muntah menyembur atau muntah proyektil saat menyusu sebetulnya wajar, karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna. Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena bisa menjadi tanda gangguan pencernaan atau kondisi lainnya.
7 Apr 2022
Kekurangan enzim pada lambung bisa memengaruhi proses pencernaan. Selain itu, bisa mengakibatkan naiknya asam lambung hingga gastritis. Untuk mencegah hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.
17 Feb 2020
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved