Potensi Efek Samping Coumarin yang Banyak Dikandung Kayu Manis


Coumarin adalah senyawa alami pada tanaman yang memiliki aroma harum dan manis, tetapi berpotensi menimbulkan sejumlah risiko bagi kesehatan. Senyawa yang bisa ditemukan pada kayu manis cassia ini dianggap bisa meningkatkan risiko kerusakan hati hingga kanker.

0,0
08 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Coumarin yang dapat ditemukan dalam kayu manis punya potensi efek sampingKayu manis cassia mengandung banyak coumarin
Kumarin atau coumarin adalah senyawa kimia perasa dan pengharum alami yang ditemukan pada banyak tanaman. Senyawa ini memiliki aroma dan rasa yang harum sekaligus manis.Coumarin umumnya coumarin dimanfaatkan sebagai bahan produk wewangian dan kosmetik. Selain itu, senyawa ini juga digunakan sebagai prekursor obat antikoagulan yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah pembentukan bekuan darah.Di masa lalu, coumarin sintetis juga digunakan sebagai zat aditif untuk meningkatkan rasa makanan. Namun, kini penggunaannya telah dilarang karena ada potensi efek samping berbahaya jika senyawa ini digunakan secara berlebihan.Meski demikian, coumarin adalah senyawa yang tergolong aman dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan bisa ditemukan dalam jumlah kecil pada banyak makanan sehat.

Sumber-sumber coumarin

Coumarin dapat ditemukan pada berbagai sumber, seperti vanilla, strawberry, bilberry, ceri, aprikot, teh hijau, wortel, seledri, dan masih banyak lagi. Senyawa ini juga merupakan kandungan kayu manis yang banyak digunakan sebagai perasa dan pewangi berbagai makanan.Ada dua jenis kayu manis yang sering digunakan untuk makanan, yakni kayu manis ceylon dan kayu manis cassia. Kandungan kayu manis pada keduanya memiliki konsentrasi coumarin yang berbeda.Kayu manis Cassia berasal dari pohon Cinnamomum cassia atau Cinnamomum aromaticum. Tanaman kayu manis ini berasal dari Cina Selatan sehingga dikenal sebagai kayu manis Cina. Sementara itu, kayu manis ceylon terbuat dari kulit bagian dalam pohon Cinnamomum verum dan berasal dari Sri Lanka dan bagian selatan India.Cassia cenderung berwarna cokelat tua kemerahan dengan batang yang lebih tebal dan tekstur lebih kasar dari kayu manis ceylon. Jenis cassia memiliki kualitas lebih rendah dengan rasa yang lebih kuat dan pahit. Meskipun demikian, cassia lebih banyak digunakan untuk memasak dibandingkan dengan ceylon karena lebih mudah didapatkan dan lebih murah.  Konsentrasi coumarin pada kandungan bubuk kayu manis cassia dapat berkisar antara 7-18 miligram per sendok teh. Ini merupakan jumlah yang terbilang tinggi jika dibandingkan tanaman lain ataupun kayu manis ceylon yang hanya memiliki sangat sedikit jumlah coumarin.1-2 sendok teh cassia sudah cukup melebihi batas aman konsumsi coumarin harian. Maka dari itu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah banyak supaya terhindar dari potensi efek samping yang mungkin terjadi.

Potensi efek samping coumarin jika dikonsumsi berlebihan

Terlepas dari aroma dan rasanya yang manis, coumarin adalah senyawa yang berpotensi menyebabkan efek samping bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.Berikut adalah beberapa potensi efek samping coumarin yang perlu diwaspadai.

1. Kerusakan hati

Sebuah penelitian yang dirilis dalam The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics mengenai efek toksisitas coumarin menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat merusak hati saat diberikan pada tikus.Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa senyawa ini kemungkinan dapat memiliki efek yang serupa pada hati manusia.

2. Mengembangkan kanker

Coumarin juga dianggap memiliki kemungkinan sebagai senyawa karsinogenik dan meningkatkan potensi pembentukan sel tumor bila dikonsumsi dalam dosis yang sangat tinggi.Para ahli percaya bahwa coumarin dapat menyebabkan kerusakan DNA seiring berjalannya waktu sehingga dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan karena bukti ilmiah efek karsinogenik coumarin pada manusia masih sangat terbatas.

3. Mengganggu perkembangan kognitif

Coumarin dan obat-obatan tertentu yang memiliki kandungannya disinyalir membawa pengaruh buruk terhadap perkembangan kognitif. Beberapa penelitian melaporkan bahwa paparan coumarin terhadap janin dianggap memiliki kaitan dengan peningkatan risiko masalah neurologis dan defisit kognitif seiring berjalannya waktu.

4. Efek samping negatif jangka pendek lainnya

Coumarin juga dapat menyebabkan beberapa efek samping negatif jangka pendek yang sebagian besar bisa hilang sendiri seiring waktu. Beberapa efek samping tersebut meliputi penglihatan kabur, mual, diare, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.

Potensi manfaat coumarin

Daftar panjang kemungkinan efek samping coumarin di atas mungkin membuat Anda khawatir. Meskipun demikian, konsumsi coumarin secara terbatas juga memiliki potensi manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa potensi manfaat coumarin yang telah terbukti secara ilmiah.
  • Dapat meningkatkan kadar antitrombin, yaitu protein penting yang membantu mengatur pembekuan darah. Coumarin juga digunakan pada obat yang bersifat antikoagulan dan pengencer darah.
  • Kemungkinan memiliki sifat antijamur, antivirus, antihipertensi, pelindung saraf, dan antihiperglikemik yang kuat.
  • Membantu meredakan peradangan untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Phytomedicine menunjukkan bahwa turunan coumarin memiliki sifat antioksidan dan antiradang, serta mampu melindungi sel dari kerusakan untuk mencegah peradangan usus.
  • Berpotensi membantu pengobatan limfedema, yaitu kondisi pembengkakan pada lengan atau kaki karena penumpukan cairan getah bening di bawah kulit.
Itulah informasi seputar coumarin. Sebagai referensi, asupan harian yang dapat ditoleransi tubuh untuk coumarin adalah 0,1 mg per kg berat badan atau setara dengan 5 mg coumarin untuk orang dewasa dengan berat 59 kg. Ini adalah jumlah coumarin yang aman dikonsumsi dalam sehari tanpa risiko efek samping.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
herbaltanaman obat
Bundesinstitute fur Risikobewertung. https://www.bfr.bund.de/en/faq_on_coumarin_in_cinnamon_and_other_foods-8487.html
Diakses 24 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ceylon-vs-cassia-cinnamon#TOC_TITLE_HDR_7
Diakses 24 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-cinnamon#1.-May-Cause-Liver-Damage
Diakses 24 September 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11408097/
Diakses 24 September 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/13377304/
Diakses 24 September 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24176844
Diakses 24 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait